in

Menghidupkan Kembali Wisata Jembatan Gantung Manna Yang Sempat Roboh

Sumber Gambar: Google Maps @Reska Faradeisti

Jembatan Gantung Manna berada di Desa Kayu Ajaran, Kecamatan Ulu Manna, Bengkulu. Jembatan yang memiliki panjang sekitar 40 meter dan tinggi sekitar 7 meter ini merupakan salah satu objek wisata yang cukup sering dikunjungi oleh masyarakat Bengkulu. Biasanya para pengunjung memanfaatkan jembatan ini sebagai sarana untuk berfoto karena dinilai unik dan bagus. Dengan jembatan gantung yang masih terbuat dari bahan-bahan kayu dan latar belakang jembatan yang merupakan sungai, menjadikan tempat ini sebagai objek wisata yang memiliki daya tarik tersendiri.


Dulu jembatan ini dibangun untuk menghubungkan Desa Kayu Ajaran dengan kebun yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat setempat. Awal mula dibangunnya jembatan ini dikarenakan akses menuju kebun pada saat musim hujan akan sangat sulit karena arus sungai akan meningkat lebih besar. Karena itulah masyarakat sekitar sepakat untuk membangun jembatan ini agar bisa mempermudah kegiatan mereka menuju ke kebun. Namun, semakin lama jembatan ini justru sangat sering dikunjungi oleh beberapa orang yang sengaja datang untuk berfoto atau menikmati pemandangan sekitar.

Sumber Gambar: Google Maps @Reska Faradeisti

Jembatan Gantung Manna akan ramai oleh pengunjung terutama pada saat Event Festival Ayiak Manna diselenggarakan. Kawasan jembatan ini akan dipenuhi oleh pengunjung yang penasaran ingin melihat bagaimana proses Event Festival Ayiak Manna tersebut diadakan. Festival Ayiak Manna sendiri merupakan sebuah event yang bertujuan untuk mempromosikan wisata arum jeram yang ada di Daerah Bengkulu. Festival ini dimulai dari Desa Air Tenam dan berakhir di Geluguran Desa Kayu Ajaran Kecamatan Ulu Manna sebagai garis finishnya.

Penyebab Robohnya Jembatan

Jembatan Gantung Manna sempat roboh sehingga jembatan ini sepi dikunjungi. Robohnya jembatan ini disebabkan karena kelebihan beban pada saat Event Festival Aiyak Manna berlangsung. Jembatan ini digunakan oleh beberapa pengunjung yang sengaja datang untuk melihat berlangsungnya Festival Aiyak Manna karena garis finish dari festival ini berada di Kecamatan Ullu Manna. Namun sayangnya banyak sekali orang yang memilih melihat festival tersebut di tengah-tengah jembatan. Sehingga jembatan gantung ini pada saat itu penuh diduduki oleh para penonton.

Karena kelebihan muatan yang ditanggung oleh jembatan gantung tersebut akhirnya roboh. Hal ini tentu saja mengejutkan para pengunjung lain yang kemudian langsung panik menolong para korban yang terjatuh. Beruntung kejadian robohnya jembatan gantung tersebut tidak memakan korban jiwa. Namun setidaknya ada sekitar 14 korban yang mengalami luka-luka akibat terbentur batu dan terjatuh dari ketinggian 7 meter. Korban-korban tersebut langsung dibawa ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Upaya Desa Untuk Membangun Kembali Jembatan Sebagai Objek Wisata

Sumber Gambar: Google Maps @Reska Faradeisti

Robohnya jembatan gantung tersebut menjadi salah satu peristiwa yang sangat diingat oleh masyarakat sekitar, terutama bagi para korban. Hal ini kemudian mendapat perhatian khusus dari Desa dan Pemerintah setempat. Pemerintah merasa ikut bertanggung jawab karena robohnya jembatan diakibatkan oleh salah satu Event yang diadakan oleh Pemerintah. Hal ini mendapat sambutan yang baik dari Desa dan masyarakat setempat. Bantuan dana dan beberapa bahan bangunan dikirimkan untuk membangun kembali jembatan yang roboh tersebut.

Saat ini pembangunan Jembatan Gantung Manna sudah selesai hanya tinggal beberapa bagian saja yang perlu disempurnakan. Perlahan-lahan jembatan ini juga sudah mulai ramai dikunjungi kembali. Meskipun kondisi jembatan yang sudah berubah total, namun minat dari masyarakat sekitar untuk menikmati pemandangan tidak berkurang. Hal ini karena keindahan alam yang disuguhkan memang sangat indah dan memukai. Daerah perkebunan yang dipenuhi dengan pohon-pohon bernuansa hijau dan dipadukan dengan air sungai yang tergolong sangat bersih dan jernih membuat setiap orang yang berkunjung ingin kembali lagi.