Menilik Langsung Gunong Teureubang / Terbang dengan Cerita Legenda

Banyak legenda tempat wisata yang menarik di berbagai daerah Indonesia. Mulai Tangkuban Perahu di Jawa Barat, Danau Toba di Sumatera Utara, Candi Prambanan di Yogyakarta dan masih banyak lagi yang lainnya. Kali ini kita akan menilik langsung tempat wisata legenda dari Aceh yaitu gunong teureubang/terbang di daerah Aceh Selatan.

Cerita Legenda Gunong Teureubang Yang Melegenda

Berdasarkan legenda yang beredar di daerah kemukiman terbangan, ada sebuah legenda Gunong Teureubang/Terbang. Legenda inilah yang mendasari terbentuknya kemukiman terbangan yang sangat dipercayai oleh warga setempat. Berikut cerita legenda itu dituturkan oleh keterangan dari warga sekitar.

  1. Perayaan Hari Jadi Kerajaan Sawang

Pada zaman dahulu di pesisir Selatan ada beberapa kerajaan kecil, diantara kerajaan itu ada kerajaan Sawang dan Kluet. Kerajaan ini mempunyai kesaktian dan fanatik dalam agama Islam.

- Advertisement - From Korea With Love Concert

Konon pada saat itu kerajaan Sawang sedang memperingati hari jadinya, oleh karena itu ditampilkan bermacam pertunjukan hiburan.

  1. Tantangan Sabong Manok dari Raja Sawang untuk Raja Kluet

Ketika perayaan itu digelar, mereka juga mengundang raja Kluet yang hadir dengan didampingi oleh pengawalnya. Pada saat acara, sang raja Kluet ditantang untuk bertaruh sabung ayam (sabong manok) dan disambut baik oleh sang raja. Raja Kluet memerintahkan pengawalnya agar berbohong dengan mengatakan bahwa dia membawa sebotol emas sebagai taruhan.

  1. Raja Sawang memenangkan Sabong Manok

Raja sawang pun mempertaruhkan sebagian negeri kekuasaanya dalam sabong manok itu. Pertarungan dengan kedua ambisi besar dari kedua raja ini pun digelar. Raja Sawanglah pemenang dari pertaruhan itu kemudian menagih hadiahnya kepada raja Kluet.

Dengan perasaan kecewa dan sedih raja Kluet mengajak raja Sawang untuk mengambil emas yang katanya disimpan di dalam pasir di pantai dekat krueng sawang.

Di dalam perjalanan, sang raja Kluet berbisik kepada pengawalnya. “Kalian segera lari dan pulang ke negeri kita, biar saya saja yang mati disini, asalkan kalian selamat” ujar raja Kluet.

  1. Bukit Terbang ke Kerajaan Kluet

Para pengawal seketika lari menyelamatkan diri. Kemudian raja Kluet lari kearah berlawanan ke bukit dekat krueng sawang. Setibanya di puncak bukit, angin topan bertiup diiringi dengan suara gemuruh.

Dia berdoa kepada Allah, SWT agar selamat dari marabahaya. Doanya terkabul dengan terangkatnya bukit yang ditempatinya terbang ke arah kerajaan Kluet. Di dalam perjalanan sebongkah batu besar jatuh di desa Damar Tutong Kecamatan Samadua yang saat ini diabadikan menjadi nama bate tunggay.

Bukit itu tiba di perbatasan kecamatan Tapaktuan dan Raja Kluet telah ada di wilayah kekuasaannya. Kemudian dia pulang ke kerajaan dan bertemu dengan para pengawalnya kembali. Tetapi Raja Sawang tidak terima dan datang ke Kerajaan Kluet menuntut haknya, hingga perselisihan pun terjadi.

Lokasi Legenda Gunong Teureubang Sekarang

Berdasarkan cerita legenda diatas, saat ini bukit itu berada dalam salah satu kawasan di kabupaten Aceh Selatan. Lebih tepatnya adalah di desa Ladang Tuha Kemukiman Terbangan, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan. Letaknya sekitar 15 km sebelah selatan Kota Tapaktuan yaitu di kaki gunung terakhir dari Kecamatan Tapaktuan menuju kecamatan Pasie Raja.

Objek Wisata di Lokasi Legenda Gunong Terbang

Daerah yang terkenal dalam legenda ini terletak di daerah pesisir pantai yang memiliki pemandangan laut yang sangat indah, luas dan banyak pohon cemara yang rindang di daerah ini.

Sedangkan kluet adalah permukiman masyarakat etnis Kluet yang terdiri dari 4 kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan. Legenda ini juga yang mendasari wilayah Terbangan memiiki potensi wisata pantai yang sangat indah.

Pantai Terbangan memiliki ombak berlapis-lapis seperti Pantai Bali. Dulunya hanya bisa dilihat dari atas Gunung Air Pinang. Pemandangan hamparan pantai sejauh mata memandang dan sekarang pantainya sudah menjadi tempat wisata.

Jalur di Pinggir Pantai Terbangan dibuka jalan alternatif jalur Tapatuan-Medan, para wisatawan lebih banyak menggunakan jalan pantai dibandingkan jalan ke atas gunung.

Tentu saja destinasi wisata ini sangat menarik dikunjungi. Selain sarat dengan wisata budaya di daerah Aceh Selatan, tetapi juga pemandangan alamnya yang khas dan indah sangat menarik hati untuk terus mengunjunginya. Pastikan destinasi wisatamu di pantai ini dengan perencanaan yang matang, karena dijamin kamu akan puas melepas penatmu ditempat ini.

 

Must Read

Related Articles

close

Log In

Forgot password?

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.