OUR NETWORK

Pesona Curug Ciajeng Dibalik Jalur Tracking Yang Sederhana Dan Apa Adanya

Source Image: desacinoyong.blogspot.com

Curug Ciajeng menjadi pusat destinasi alam yang ada di Carita, Pandeglang. Curug Ciajeng ini terdiri dari 2 buah spot curug sekaligus. Jarak antara spot curug satu dengan spot curug lain tidak begitu jauh dan hanya berjarak sekitar ±50 m. Serta tidak memerlukan waktu lama dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki.

Hal yang menarik dari Curug Ciajeng ini adalah suasana alam yang masih sangat natural. Dimana akses untuk menuju lokasi curug sangat sederhana dan apa adanya. Area tracking pun hanya berupa jalan setapak.

Sumber: Instagram @wulanardians_

Meskipun telah menjadi destinasi wisata favorit, tetapi pengelolaan dari Curug Ciajeng masih sangat minim. Fasilitas yang tersedia masih sangat terbatas. Namun hal itu sama sekali tidak menjadi pengahalang atas pesona alam yang telah dimilikinya oleh curug tersebut.

Lalu ada hal menarik lain yang membuat curug ciajeng ini sangat diminati. Hal itu adalah berburu durian secara gratis.

Lokasi Curug ciajeng

Letak dari Curug Ciajeng berada di Ds Cinoyong, Carita, Pangeglang, Provinsi Banten. Mengingat sesuai dengan lokasi curug itu sendiri, sangat tidak mengherankan jika Curug Ciajeng memang mempunyai akses yang cukup sulit.

Selain itu, butuh waktu cukup lama hanya untuk tracking. Hal ini membuat perjalanan menuju ke Curug Ciajeng membutuhkan waktu cukup lama dan cukup menguras energi. Meskipun begitu, semua akan terbayar dengan pesona dari curug. Kondisi suasana alam sekitar dan sejuknya air mampu menghilangkan rasa penat yang ada.

Akses Jalan Ke Curug Ciajeng

Sumber: Instagram @cacingistiqomah

Sebagai destinasi wisata yang terletak di tempat yang cukup terpencil, membuat Curug Ciajeng hanya sangat recommended untuk akses dengan motor. Kondisi jalan yang cukup sempit dengan tingkat kerusakan hampir 70% membuat destinasi wisata tersebut cukup termasuk ke dalam wisata dengan akses jalan paling buruk.

Apalagi kondisi tanah khas pegunungan membuat jalan yang harus dilalui penuh dengan bukit. Jadi sebelum memutuskan untuk mengunjungi destinasi wisata ini harus mempersiapkan motor dengan kondisi yang sangat baik untuk perjalanan ekstream, khususnya pada bagian rem.

Sumber: Instagram @boimbaelah

Setelah melalui perjalanan menggunakan motor, selanjutnya dilakukan dengan berjalan laki mulai dari area parkir. Tempat area parkir dengan lokasi curug cukup jauh. Butuh waktu setidaknya ±1 jam untuk tracking. Bagi yang mengunjungi Curug Ciajeng pada musim penghujan harus sangat berhati – hati karena jalanan sangat licin dan agak berlumpur.

Meskipun jalan set apalagi cukup buruk, namun dikelilingi oleh suasana alam yang sangat natural. Di samping jalan akan disuguhkan dengan daerah khas pedesaan dimana masih banyak persawahan dan perkebunan hingga perhutanan. Kondisi udaranya sangat menyegarkan, menyejukan dan bersih.

Di sepanjang jalan terdapat beberapa pondok yang dapat digunakan untuk istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menuju ke lokasi Curug Ciajeng. Namun sebaiknya tidak perlu terlalu lama beristirahat supaya dapat cepat sampai di lokasi utama. Apalagi ada 2 buah jenis curug sekaligus yang akan menunggu.

Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional

Sumber: Instagram @ramsdhenuariv

Tarif tiket masuk hanya 10.000 IDR per orang. Besarnya tarif tiket masuk tersebut tergolong murah, mengingat ada 2 curug di destinasi wisata Curug Ciajeng. Tarif tiket masuk itu belum termasuk tarif parkir motor.

Curug Ciajeng ini mempunyai waktu operasional yang cukup lama yaitu 24 jam. Selain itu destinasi ini juga dibuka setiap hari. Tetapi waktu terbaik mengunju Curug Ciajeng pada pagi dan siang hari. Supaya tidak sampai di rumah terlalu larut. Hal ini mungkin khusus untuk pengunjung yang berasal dari luar daerah Pandeglang.

Tips Wisata Di Curug Ciajeng

Sebelum mengunjungi curug ciajeng, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut ini :

1. Bawa bekal yang cukup

Tips utama yang harus dilakukan saat mengunjungi Curug Ciajeng yaitu dengan membawa perbekalan lengkap. Mulai dari makanan dan minimum, entah itu berupa makanan ringan / camilan maupun nasi. Di tempat wisata ini tidak ada warung kecil maupun penduduk sekitar yang berjualan. Mengingat perjalanannya menguras tenaga membuat perbekalan menjadi hal paling utama yang harus dibawa.

2. Tidak meninggalkan kenangan yang berupa sampah

Selain membawa perbekalan, ada hal lain lagi yang juga harus diperhatikan. Hal itu sampah tidak ditinggal di area Curug Ciajeng. Khusus untuk hal ini mungkin menjadi hal yang masih berat dilakukan oleh wisatawan Indonesia. Namun setidaknya tidak meninggalkan suatu kenangan sampah di tempat wisata Curug Ciajeng. Supaya kesan natural dari curug masih terjaga dengan baik. Serta cobalah untuk tidak membuang sampah di area curug dan sekitarnya.

3. Tidak melewatkan pesona dari kedua curug

Selanjutnya harus mengunjungi kedua curug yang ada di Curug Ciajeng. Curug yang pertama yaitu Curug Kembar. Curug ini terletak di bagian bawah.

Sumber: Instagram @fahmijakoci

Pada Curug Kembar ini terdapat 2 buah curug yang letaknya berdekatan. Tepat di bawah curug terdapat kolam yang tidak begitu dalam. Kolam inilah yang sering dimanfaatkan oleh pengunjung berenang / berendam sambil melepas rasa penat dan menikmati suasa alam sekitar. Pada tepi kolam terdapat bebatuan yang dapat digunakan untuk bersantai.

Sumber: Instagram @anggakuyy

Untuk curug yang kedua yaitu Curug Ciajeng yang terletak di atas Curug Kembar. Untuk curug yang satu ini dapat ditempuh selama ±15 menit dari lokasi curug kembar. Untuk pesona dari curug ini hanya dapat disaksikan melalui sisi tebing dan batu besar yang ada tepat di depan air terjun.

Kondisi dari air terjun yang kedua melebar pada bagian bawah. Arus air di bagian atas tidak begitu lebar sedangkan untuk pada bagian bawah cukup lebar. Lalu pada bagian dihimpit dengan pepohonan. Tebing di bagian bawah mempunyai tekstur seperti tangga dengan tingkat kemiringan yang tidak begitu curam. Jadi dapat menciptakan air terjun yang agak beringkat. Sementara itu di bagian bawah tidak dipenuhi dengan pepohonan hingga pesona air terjun terlihat sangat jelas. Curug Ciajeng juga mempunyai kolam dangkal. Tetapi letaknya berada di samping bukan tepat di bawah arus air terjun.

4. Waktu yang tepat untuk mengunjungi Curug Ciajeng pada musim penghujan

Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi Curug Ciajeng adalah pada musim penghujan. Pada saat itu, pesona air terjun terlihat sangat jelas dengan debit air maksimal. Sedangkan pada musim kemarau debit air pada Curug Ciajeng tidak begitu banyak.

Sumber: Instagram @hendriyana404

Selain itu ada hal menarik yang dapat dijumpai saat berkunjung di Curug Ciajeng pada musim penghujan. Saat musim penghujan biasanya menjadi waktu pohon durian berbuah. Di area Curug tersebut dilengkapi dengan jajaran pohon durian. Sehingga dapat berwisata sambil berburu durian yang telah jatuh dari pohonnya.

Sumber: Instagram @muamar_r

Lalu untuk musim penghujan juga harus mempunyai tingkat kewaspadaan yang cukup tinggi. Karena jalan setapak pasti akan sangat licin dan juga sedikit becek. Resiko hujan turun saat diperjalanan juga sangat besar. Maka dari itu sediakan pula perlengkapan tambahan yang berupa payung / jas hujan.

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…