in

Rafflesia, Bunga Cantik nan Misterius

Sumber Gambar: nasional.tempo.co

Salah satu kenikmatan dalam berwisata alam adalah kita dapat berinteraksi langsung dengan flora dan fauna setempat yang hidup bebas dan masih alami. Hal yang tentu saja tidak akan dapat kita alami jika kita berkunjung misalkan ke kebun binatang atau kebun raya. Dari sekian banyak flora dan fauna yang ada di indonesia ada satu yang wajib kalian lihat, bunga yang merupakan salah satu bunga nasional indonesia dan termasuk dari salah satu puspa langka dari tiga bunga nasional Indonesia mendampingi puspa bangsa (melati putih atau dikenal dengan nama latinnya Jasminum sambac) dan puspa pesona (anggrek bulan atau dikenal dengan Phalaenopsis amabilis) yang didasarkan kepada Kepres No 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional, nama bunga ini adalah Rafflesia.

Sumber Gambar: travel.kompas.com

Jika kalian ingin menikmati reflessia di habitat aslinya maka Bengkulu merupakan tempat yang patut kalian datangi, karena di sana bunga Rafflesia tidak hanya dapat ditemui di satu tempat saja sehingga kota ini mendapat julukan Bumi Rafflesia. Dapat dikatan bahwa Bunga Raflesia adalah identitas provinsi Bengkulu. Untuk tempatnya sendiri kalian dapat berkunjung ke Cagar Alam Taba Penanjung I dan II yang merupakan habitat Rafflesia arnoldii yang paling populer di Bengkulu selain itu, kalian juga bisa berkunjung ke kawasan Hutan Lindung Boven Lais yang berada di Kabupaten Bengkulu Utara yang berjarak 60 kilometer dari Kota Bengkulu di sini jenis Rafflesia yang terkenal adalah jenis Rafflesia gadutensis.

Tetapi dikatakan bahwa dari sembilan kabupaten yang ada di provinsi Bengkulu semuanya berpotensi ditumbuhi bunga rafflesia jadi setiap bulannya kalian berpotensi untuk melihat bunga Rafflesia yang sedang mekar. Bahkan dapat dikatakan bahwa hampir setiap daerah tersebut memiliki bunga refflesia yang unik dan berbeda. Bahkan ada beberapa yang ditemukan merupakan endemik daerah tersebut selain yang merupakan endemik Bengkulu misalkan seperti Rafflesia Bengkuluensis. Di Bengkulu Utara sendiri ada jenis Rafflesia gadutensis dan Raflesia kemumu yang belum lama ini ditemukan. Kemudian di Kabupaten Kaur terdapat jenis Rafflesia Bengkuluensis sedangkan di Kepahiang terdapat Rafflesia arnoldii yang merupakan jenis Rafflesia yang populer dan kemungkinan merupakan jenis yang sering kalian dengar dan di Lebong kalian dapat menemui jenis Rafflesia hasseltii.

Sumber Gambar: pedomanbengkulu.com

Bunga rafflesia dikenal sebagai bunga yang lebih mudah bermekaran di habitat aslinya, tetapi entah kenapa di Bengkulu  merupakan salah satu tempat yang sangat subur untuk bunga rafflesia. Bahkan di Kebun Raya Bogor sendiri  tercatat bahwa bunga itu pernah pertama kali mekar disana pada tahun 1929 yang baru mekar kembali pada tahun 2010 setelah dibentuk tim khusus di pada tahun 2004.

Sumber Gambar: inews.id

Salah satu jenis rafflesia yang paling populer adalah Rafflesia arnoldii yang pertama kali ditemukan pada tahun 1818 di dalam hutan tropis Sumatera oleh seorang pemandu yang bekerja pada Dr. Joseph Arnold yang saat itu sedang mengikuti ekspedisi Thomas Stanford Raffles, sehingga saat tumbuhan ini ditemukan akhirnya diberi nama sesuai sejarah penemunya yaitu dengan menggabungkan nama Raffles dan Arnold. Rafflesia arnoldii sendiri tidak memiliki daun sehingga tidak mampu melakukan fotosintesis, sehingga harus mengambil nutrisi dari pohon inangnya. Bentuk yang kita lihat dari bunga Rafflesia ini merupakan bunganya yang telah berkembang dalam kurun waktu tertentu.

Jadi jika kalian berkunjung ke Bengkulu dan memiliki banyak waktu, kalian dapat menantang diri kalian untuk mengunjungi seluruh kabupaten disana untuk melakukan “perburuan” bunga Rafflesia dimana kalian dapat berkesempatan untuk melihat sekaligus mengenal bunga-bunga tersebut secara langsung di habitat aslinya.

Sumber Gambar: dinamikalink.com

Sayangnya walupun bunga ini termasuk bunga yang dilindungi bukan berarti ancaman untuk bunga ini menjadi tidak ada. Bahkan dapat dikatakan bahwa ancaman untuk kelestarian bunga ini cukup banyak mulai dari tingginya laju deforestasi atau kebakaran hutan yang biasanya melanda disaat musim kemarau baik karena sengaja atau tidak, serta makin menurunnya luas hutan menjadikan ancaman serius bagi kelestarian bunga rafflesia. Selain ancaman tersebut ancaman juga datang dari para masyarakat yang merusak dan mengambil putik bunga rafflesia untuk  dimanfaatkan sebagai obat tradisional.