OUR NETWORK

Segalanya Tentang Ambon, Tempat yang Harus Dikunjungi, Makanan, dan Segalanya

Sejak berada di bangku Sekolah Dasar (SD) kita pasti sudah mengetahui, bahwa Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari beribu-ribu pulau, yang sambung menyambung menjadi satu dari Sabang hingga Merauke. Berdasarkan data yang ada, saat ini Indonesia memiliki 17.504 pulau. Dengan banyaknya pulau yang dimiliki, jelas bahwa Indonesia adalah negara bahari yang kaya akan panorama alam yang mengagumkan.

Bicara soal kepulauan yang ada di Indonesia, salah satu kepulauan yang cukup menarik perhatian adalah kepulauan Maluku, yang beribu kota di Ambon. Tidak akan pernah ada habisnya jika membahas kepulauan yang satu ini, karena memang mereka memiliki banyak panorama alam yang bakal membuatmu terpana. Selain itu, kamu juga bisa melakukan banyak hal-hal menarik di kepulauan yang ada di timur Indonesia tersebut.

Untuk bisa ke sana, ada dua opsi yang bisa kamu pilih, melalui jalur udara dengan menggunakan pesawat terbang atau melalui jalur laut menggunakan kapal laut. Untuk moda transportasi udara, saat ini sudah banyak maskapai yang membuka rute penerbangan ke Bandara Pattimura, Ambon, seperti halnya Garuda Indonesia, Citilink, Batik Air, Lion Air, dan Sriwijaya Air. Akan tetapi mayoritas penerbangan ke Ambon akan transit terlebih dahulu di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Untuk biaya tiket pesawat dari Jakarta menuju ke Ambon sekitar 1 juta rupiah tergantung dari maskapai yang digunakan, dan akan menempuh waktu perjalanan selama kurang lebih 3 jam.

Kemudian melalui jalur laut, kamu bisa menumpangi kapal yang sudah disediakan oleh pemerintah, seperti Kapal PELNI Tidar, Kapal PELNI Leuser, Kapal PELNI Lawit, dan Kapal PELNI Bukit Raya. Kapal-kapal tersebut akan berlayar dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta menuju ke Ambon dengan waktu tempuh selama 4 hingga 5 hari, dan akan transit di pelabuhan besar setiap harinya. Untuk harga tiket sendiri bervariasi, mulai yang termurah seharga 300 ribu hingga yang termahal seharga 3,7 juta rupiah.

Sesampainya di Ambon, banyak hal yang bisa kamu lakukan, mulai dari mengunjungi tempat-tempat wisata, tempat makan, hingga ke pusat oleh-oleh. Berikut adalah hal-hal yang bisa kamu lakukan di Ambon, dijamin kamu tidak akan bosen berada di sana.

Selfie di Puncak Love Negeri Allang

Sumber: Instagram @eirene611

Suka selfie? Di zaman milenial seperti saat ini, selfie nampaknya sudah menjadi suatu keharusan bagi mereka yang sedang berkunjung ke suatu tempat yang menakjubkan. Nah, di Ambon kamu juga bisa selfie di Puncak Love Negeri Allang. Di Maluku, Negeri berarti sebuah desa. Untuk bisa menuju ke sana, kamu harus menempuh perjalanan darat selama kurang lebih satu jam dari Bandara Pattimura, Ambon. Akan tetapi lelahmu selama di perjalanan akan langsung terbayarkan ketika sampai di lokasi, yang di mana kamu akan disuguhi oleh pemandangan indah pohon kepala dan desa tepi pantai, ditambah dengan birunya laut yang akan semakin mempercantik suasana.

Untuk bisa masuk ke viewpoint, kamu harus membayar biaya retribusi sebesar 2000 rupiah, harga yang cukup murah untuk pemandangan kelas dunia. Sesampainya di sana, kamu pun bisa dengan sepuasnya mengambil foto dan mengabadikan keindahan alam khas Maluku.

Mengunjungi Pantai Huluwa yang Unik

Sumber: Instagram @mhidayatullah01
Sumber: Instagram @mhidayatullah01

Namanya juga kepulauan, pasti kamu tidak akan lepas dari yang namanya pantai. Namun jangan salah, pantai di Maluku bisa membuatmu terpesona oleh lukisan sang Maha Pencipta. Hanya berjarak beberapa kilometer dari Puncak Love Negeri Allang, kamu bisa mengunjungi Pantai Huluwa yang Unik.

Pantai ini terlihat indah nan unik dengan adanya karang dan batuan cadas yang terletak persis di tepi pantai dengan pepohonan yang tumbuh di atasnya. Dengan biaya masuk yang hanya sebesar 5 ribu rupiah, kamu pun dipastikan tidak akan menyesal telah mengunjungi pantai yang terletak di semenanjung tersebut. Di pantai ini kamu juga bisa berenang di kolam alami yang terbentuk dari batuan karang yang terisi air laut ketika sedang pasang.

Mengagumi Batu Layar

Sumber: Instagram @anoo_13

Lanjut perjalanan ke Desa Larike, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah, dan kamu akan menemukan Pantai Batu Layar. Dinamakan demikian karena pantai ini memiliki batu yang berdiri tegak layaknya layar sebuah kapal. Namun sangat disayangkan, di beberapa bagian batu layar tersebut sudah terdapat coretan-coretan vandalisme dari mereka yang tidak bertanggung jawab. Tidak banyak yang bisa kamu lakukan di sini, kecuali bersantai menikmati deburan ombak air laut dan semilir angin pantai yang akan mengundang rasa kantuk.

Bermain dengan Belut Morea di Negeri Larike

Sumber: Instagram @gypsyandthepostcard

Tahu Belut Morea? Ya, itu adalah belut yang cukup melegenda di Maluku. Kamu pun bisa menjumpai belut yang satu ini di Negeri Larike. Untuk ke sini, kamu harus memarkir kendaraan di gapura desa dan kemudian berjalan kaki melewati pemukiman penduduk, kemudian menuruni tangga batu sebelum akhirnya sampai di sebuah sungai yang menjadi rumah bagi belut morea.

Untuk memancing kehadiran belut morea, sang pawang biasanya akan memberi mereka makan ikan-ikan kecil yang diletakkan di dalam ember. Tak butuh waktu lama, belut morea akan langsung menghampiri dan memangsa ikan-ikan kecil tersebut. Meskipun belut morea terlihat lezat untuk disantap, namun belut yang satu ini tidak boleh dikonsumsi karena dikeramatkan oleh penduduk setempat.

Beristirahat dan Makan Siang di Pulau Tiga

Deskgram.net

Melanjutkan perjalanan, kamu bisa menuju ke pelabuhan mini yang ada di Negeri Ureng dan kemudian menyeberang ke Nusa Ela-Pulau Anak atau yang juga dikenal dengan Pulau Tiga dengan menggunakan rakit selama kurang lebih 15 menit. Di sana, kamu bisa menyantap makan siang sambil bersantai menikmati pemandangan biru khas laut.

Bicara soal menu, banyak pilihannya. Kamu bisa memesan ikan bakar, tumis bunga pepaya, diserta dengan sambal, yang semakin lezat disantap sambil menikmati birunya air laut dan angin yang sepoi-sepoi.

Snorkeling di Pulau Tiga

Sumber: Google

Selepas menyantap makan siang, kamu bisa melanjutkan aktivitas dengan snorkeling di sana. Namun untuk snorkeling di sini, kamu harus berjalan dari tepi pantai, bukan melompat langsung dari atas rakit. Meskipun di tepi pantai banyak terlihat terumbu karang yang mati akibat ulah manusia, namun semakin ke tengah kamu akan disajikan oleh taman bawah laut yang sangat cantik.

Menyantap Pisang Goreng Sehabis Snorkeling

Sumber: Instagram @milkhaseruya

Masih di lokasi yang sama. Selepas snorkeling, tubuh pasti akan terasa capek karena tenagamu sudah banyak terkuras untuk snorkeling. Nah, untuk sedikit mengatasi rasa lelahmu, kamu pun bisa menyantap pisang goreng yang dijajakan.

Melihat Sejarah Indonesia di Benteng Amsterdam

Sumber: Instagram @my_djournal

Sumber: Instagram @gnfmaluku

Kepulauan Maluku dulunya juga tidak lepas dari keserakahan para penjajah. Seperti namanya, Benteng Amsterdam atau Fort Amsterdam ini didirikan oleh Belanda dan pembangunannya selesai pada tahun 1656. Awalnya benteng ini adalah Loji milik Portugis yang telah hancur, dan kemudian dimanfaatkan oleh Belanda untuk dibangun menjadi sebuah benteng. Meskipun sudah berusia sangat tua, namun benteng ini masih berdiri dengan kokoh di tanah Maluku. Bagi kamu yang suka dengan suasana klasik, benteng ini cocok untuk dijadikan sebagai latar belakang foto terbaikmu.

Mampir di Gereja Immanuel

Deskgram.net

Tidak jauh dari Benteng Amsterdam, kamu akan menemukan sebuah tempat peribadatan umat Kristiani bernama Gereja Immanuel di Negeri Hila. Dari informasi, ini adalah gereja tertua di Maluku karena sudah dibangun sejak tahun 1659 yang lalu.

Gereja ini sendiri sudah mengalami beberapa kali pemugaran, di mana yang terakhir dilakukan pada tahun 1999 silam, buntut dari kerusuhan antar agama. Namun jangan khawatir, saat ini toleransi beragama di Maluku bisa dikatakan sudah cukup tinggi. Bagi kamu umat Kristiani, jangan khawatir untuk beribadah di sini.

Singgah ke Masjid Tua Wapauwe

Sumber: Instagram @rifkij560_

Jika di Negeri Hila kamu akan menemukan Gereja Immanuel, maka di Negeri Kaitetu kamu akan menemukan masjid tertua di Maluku yang bernama Masjid Wapauwe. Masjid ini memang layak menyandang status sebagai masjid tertua, karena memang dibangun pada tahun 1414 silam.

Ada kisah yang unik dibalik berdirinya masjid yang satu ini. Karena dikisahkan bahwa Masjid Wapauwe awalnya dibangun oleh seseorang bernama Perdana Jamillu di lereng Gunung Wawane. Akan tetapi kemudian masjid ini ‘dipindahkan’ oleh Imam Rijalli ke Tehalla sejauh 6 km di sebelah timur Wawane.

Trekking ke Air Terjun Negeri Ureng

Sumber: Instagram @s__laitupa

Jika ingin kembali ke Kota Ambon dari Negeri Kaitetu, maka kamu akan melewati Negeri Ureng. Jika kamu masih ingin menjelajahi setiap sudut keindahan dari Maluku, kamu pun bisa coba mengunjungi Air Terjun Negeri Ureng. Akan tetapi, untuk ke sana tidaklah mudah, mengingat kamu harus berjalan menyusuri hutan dan beberapa kali melewati sungai dengan waktu tempuh selama setengah jam, sebelum akhirnya sampai di Air Terjun Negeri Ureng. Karena tempatnya yang cukup tersembunyi, air terjun ini pun masih terlihat sangat bersih dan ‘perawan’, karena masih jarang dijamah oleh manusia.

Bukan hanya satu, tempat ini memiliki tiga air terjun sekaligus. Akan tetapi yang paling sering dikunjungi adalah air terjun yang pertama, dengan ketinggian sekitar 35 m. Sementara untuk bisa sampai ke dua air terjun lainnya, kamu harus mendaki dengan kemiringan medan hampir 75 derajat.

Saatnya Bersantai di Jembatan Merah Putih

Sumber: Instagram @ulfamaruapey82

Sesampainya di Kota Ambon, kamu pun bisa bersantai sejenak di Jembatan Merah Putih, jembatan terpanjang di Indonesia Timur yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2016 silam. Jika cuaca sedang cerah, dari atas jembatan sepanjang 1.140 m ini kamu bisa menikmati keindahan Kota Ambon ditemani dengan sunset yang akan semakin memanjakanmu. Jadi jangan heran, jika di atas jembatan ini banyak orang yang berhenti dan menepi di tepi jembatan demi menyaksikan keindahan Kota Ambon dan menikmati sunset.

Menikmati Ikan Bakar Bumbu Colo-Colo

Sumber: Instagram @dhilasina

Setelah puas menikmati keindahan Kota Ambon dari Jembatan Merah Putih, kini saatnya kamu untuk membahagiakan perut. Berkunjung ke Maluku tidak akan lengkap jika kamu tidak menyantap ikan bakar bumbu colo-colo. Lantas apa yang membedakan ikan bakar di sini dengan di kota-kota yang lainnya? Jelas beda, karena ikan bakar colo-colo ini dimasak dengan bumbu rempah-rempah yang khas, dan disajikan dengan tumis bunga pepaya dan sambal colo-colo. Selain itu, kamu juga masih bisa menyantap makanan ikan khas Maluku yang lainnya, yakni ikan kuah bumbu kuning. Sekali nyoba, kamu pun dipastikan bakal nagih.

Bersantai Sambil Menikmati Kopi di Rumah Kopi Sibu-Sibu

Sumber: Instagram @fajarsatritama

Jika kamu ingin bersantai sambil menikmati suasana malam kota Ambon, menyeruput kopi di Rumah Kopi Sibu-Sibu rasanya adalah suatu pilihan yang tepat. Tapi kenapa harus di sini? Karena di Rumah Kopi Sibu-Sibu ini kamu akan dibawa ke suasana masa lampau dengan interiornya yang klasik, ditambah dengan live music yang akan semakin menambah panjang malammu. Di sini, minuman khasnya adalah kopi sibu-sibu.

Bersantai di Pantai Natsepa Juga Bisa Menjadi Pilihan yang Tepat

Sumber: Instagram @mhidayatullah01

Setelah pulang dari Rumah Kopi Sibu-Sibu dan beristirahat, kamu pun akan kembali berjumpa dengan mentari pagi. Nah, kamu pun tidak ada salahnya untuk coba bersantai di Pantai Natsepa pada waktu pagi hari. Suasana di pantai ini akan lebih terasa nyaman di bawah pukul 10 pagi, karena di atas jam tersebut sudah mulai banyak warung yang membuka gerainya untuk menjajakan barang dagangannya. Untuk ke Pantai Natsepa, kamu hanya perlu membayar biaya retribusi sebesar 3.000 rupiah saja.

Merasakan Kelezatan Rujak Natsepa

Sumber: Instagram @am_paays

Setelah puas menikmati suasana pantai di pagi hari, kamu pun bisa coba rujak khas daerah setempat, apa lagi kalau bukan rujak natsepa. Kalau di daerah lain mungkin rujak natsepa bisa dinamakan sebagai rujak manis, di mana terdiri dari buah-buahan yang dilumuri oleh ulekan cabai, gula merah, dan kacang. Meskipun secara garis besar komposisinya sama, namun perbedaan cara meraciknya membuat rujak natsepa memiliki rasa yang khas dan berbeda dari rujak di daerah lainnya. Kamu patut untuk mencobanya!

Menatap Keindahan Ambon dari Monumen Martha Christina Tiahahu

Sumber: Instagram @twinklestarssss

Sumber: Instagram @diraelmir

Setelah memanjakan perut, kamu bisa melanjutkan perjalanan menuju ke Monumen Martha Christina Tiahahu, yang terletak di bukit daerah Karang Panjang, Kota Ambon. Dari atas sini, kamu bisa melihat keindahan setiap sudut Kota Ambon dari atas ketinggian. Sebelum sampai di monumen ini, kamu akan terlebih dahulu melewati jalanan yang menanjak dan berkelok-kelok, disertai dengan tikungan yang cukup tajam. Meskipun perjalanan menuju ke puncak bukit tidak terlalu mulus, namun hal itu akan langsung dibayar lunas dengan keindahan Kota Ambon dari Monumen Martha Christina Tiahahu.

Sekedar informasi, Marta Christian Tiahahu adalah seorang pahlawan wanita yang pemberani dari Maluku. Dia dengan berani berperang melawan Belanda bersama dengan Kapiten Pattimura pada tahun 1817, padahal kala itu usianya masih 17 tahun. Namun setahun setelah perang, Marta meninggal dunia di perasingan dan jenazahnya disemayamkan di Laut Banda pada 2 Januari 1818.

Saatnya Menyeberang ke Pulau Saparua dan Menikmati Pantai Waisisil

Sumber: Instagram @ondrish86

Sepulang dari Monumen Martha Christina Tiahahu, kamu pun bisa melanjutkan perjalanan menuju ke Pelabuhan Tulehu, Ambon untuk kemudian menyeberang ke Pulau Saparua. Kamu harus singgah di pulau ini untuk menikmati keindahan yang ada di dalamnya, salah satunya adalah Pantai Waisisil. Karena jarang dikunjungi oleh wisatawan, pantai ini pun masih terlihat sangat bersih dan cocok untuk dijadikan sebagai tempat bersantai. Selain itu, kamu juga bisa berenang, memancing, snorkeling, atau mungkin hanya sekedar jalan-jalan menyusuri pantai. Lebih serunya lagi, kamu tidak dipungut biaya untuk berkunjung ke pantai ini.

Mengunjungi Bagian dari Sejarah Indonesia dan Maluku di Benteng Duurstede

Sumber: Instagram @kadangngikut

Sumber: Instagram @amahoru_zietra

Tidak jauh dari Pantai Wasisil, kamu akan menemukan bangunan kokoh peninggalan Belanda bernama Benteng Duurstede. Nuansa yang klasik dan arsitektur khas Eropa jaman dulu membuat benteng yang satu ini menjadi lokasi favorit para pecinta fotografi. Karena tidak hanya menghadirkan suasana benteng yang klasik, dari sini kamu juga bisa menikmati birunya lautan yang membentang luas. Sama seperti Pantai Wasisil, di sini kamu juga tidak akan dipungut biaya retribusi alias gratis.

Mengunjungi Pantai Itawaka, Pemandangan Indah Bak Surga

Sumber: Google

Seperti namanya, Pantai Itawaka juga terletak di Negeri Itawaka, yang di mana letak negeri tersebut persis di tepi pantai di Pulau Saparua. Karena tidak setenar pantai-pantai lainnya yang ada di Ambon, pantai ini pun masih sepi pengunjung. Akan tetapi, hal itu justru menjadikan pantai yang satu ini masih terjaga kebersihannya. Selain bisa berenang, kamu juga bisa snorkeling di Pantai Itakawa, berbagai jenis biota laut, ikan hias, dan batu karang yang cantik akan memanjakan matamu saat memandangnya.

Oh ya, untuk masalah biaya, jangan khawatir. Karena belum dikelola oleh pemerintah atau pun penduduk setempat, kamu pun tidak perlu membayar biaya retribusi untuk masuk ke pantai ini.

Main ke Pulau Bair, Raja Ampat-nya Maluku

Sumber: Instagram @harian_nasional

Puas bermain di Pulau Saparua, saatnya kamu menyeberang ke Pulau Bair dengan menggunakan perahu. Tempat ini sering disebut-sebut sebagai Raja Ampat-nya Maluku, karena memang secara sekilas pemandangan di tempat ini layaknya Raja Ampat yang ada di Papua Barat. Pulau Bair memiliki pantai dengan air laut dangkal yang berwarna biru kehijauan, disertai dengan gugusan pulau-pulau karang kecil yang di atasnya ditumbuhi pepohonan. Sama halnya di Raja Ampat, kamu juga bisa melakukan snorkeling di tempat yang satu ini untuk menikmati taman bawah laut Pulau Bair.

Menikmati Langit Sore di Pantai Sirsaoni

Sumber: Google

Tidak ada waktu sore yang lebih baik selain menghabiskannya di Pantai Sirsaoni. Pantai ini sendiri cukup terkenal di kalangan masyarakat Pulau Saparua, karena memang terdapat banyak batu karang yang cukup cantik di bawah laut. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu lokasi snorkeling atau diving yang cukup diminati oleh masyarakat setempat. Selain itu, kamu juga bisa melihat aneka biota laut lainnya seperti belut dan anemon laut lainnya ketika sedang diving atau snorkeling. Kalau kamu tidak ingin basah-basahan, kamu juga bisa bersantai di tepi pantai sambil menikmati indahnya suasana sore di Pulau Saparua. Dijamin, kamu tidak akan menyesal mengunjungi tempat yang satu ini.

Saatnya Kembali ke Kota Ambon, Menikmati Keindahan Taman Pattimura

Sumber: Google

Puas bermain air dan menikmati pemandangan laut, kini saatnya kamu kembali ke Kota Ambon, tentunya dengan menumpangi perahu menuju ke Pelabuhan Tulehu, Ambon. Jika sebelumnya kamu sudah berkunjung ke Monumen Martha Christina Tiahahu, kini tidak ada salahnya kamu juga berkunjung ke Taman Pattimura. Seperti namanya, di tengah-tengah taman ini dibangun sebuah patung seberat 4 ton yang menggambarkan Thomas Matulessy atau Pattimura sedang membawa tameng dan sebilah golok.

Banyak aktivitas yang bisa dilakukan di taman ini, baik di waktu pagi, siang, atau pun malam hari. Biasanya, para warga akan menggunakan taman ini untuk berolahraga atau hanya untuk duduk bersantai menghilangkan penat sambil menikmati waktu kala senja.

Belajar Sejarah di Benteng Victoria

Sumber: Instaram @tourismwave

Namanya juga kota bekas jajahan, jadi jangan heran kalau Ambon memiliki banyak benteng. Kali ini ada Benteng Victoria yang secara geografis terletak di Uritetu, Sirimau, Kota Ambon. Benteng ini sendiri dibangun pada waktu zaman penjajahan Portugis, jadi gak heran kalau benteng ini menjadi bangunan yang tertua di Ambon. Di benteng ini juga terdapat meriam raksasa yang sudah sangat tua, dan ada juga beberapa koleksi lukisan peninggalan Belanda. Pemerintah Belanda sendiri memang pernah menduduki benteng ini, setelah mereka berhasil merebutnya dari tangan Portugis. Berkunjung ke benteng ini di waktu pagi hari akan menjadi pengalaman yang cukup menyenangkan. Udara sejuk pagi hari ditambah dengan nuansa klasik akan menjadi perpaduan yang sempurna.

Menikmati Lukisan Alam di Pantai Pintu Kota

Sumber: Instagram @harridaryanto

Sumber: Instagram @bul2bouzu

Ketika matahari mulai naik, saatnya bagi kamu untuk kembali bermain di alam, kali ini di Pantai Pintu Kota, Kota Ambon. Dinamakan demikian, karena memang pantai ini layaknya sebuah pintu sebelum memasuki Kota Ambon. Yang menarik dari pantai ini adalah adanya sebuah batu karang besar di tepi pantai, yang di mana terdapat lubang besar layaknya sebuah pintu menuju ke laut.

Di sini, kamu bisa menyewa perahu untuk berkeliling menikmati keindahan Pantai Pintu Kota. Bagi kamu yang suka diving atau snorkeling, kamu juga bisa melakukannya di sini.

Saatnya Berkunjung ke Pusat Oleh-Oleh Petak 10

Sumber: foursquare.com

Ketika waktu liburan sudah mulai menipis dan jadwal kepulangan sudah semakin dekat, apa lagi yang harus kamu lakukan kalau bukan berburu oleh-oleh. Bicara soal oleh-oleh, kamu bisa berkunjung ke toko oleh-oleh Petak 10, yang terletak di jl Tamaela, Kel Waihaong, Nusaniwe, Kota Ambon.

Yang khas dari toko ini adalah kue kenari, yang dikemas dengan kemasan khusus Petak 10. Selain itu, juga masih ada kue khas Ambon lainnya yang dijual di sini, seperti kue tumbu dan kue bagea. Tidak hanya makan, Petak 10 juga menjual berbagai souvenir cantik khas Ambon, seperti monel (gelang, cincin, kalung,), perhiasan dari mutiara laut asli, aneka kain batik dan tenun khas Ambon, hingga kaos khas Ambon. Untuk kamu yang datang ke sini, perlu diperhatikan bahwa toko ini tutup pada hari Sabtu.

Jika Masih Belum Puas, Kamu Bisa Mampir ke Santo’s Jewelry

Sumber: Google

Pusat oleh-oleh yang satu ini terletak di Jalan Anthony Reebook, tidak jauh dari Gong Perdamaian Dunia. Pusat oleh-oleh yang satu ini bisa dibilang lebih ekslusive dari Petak 10, karena pernak-pernik perhiasan dari mutiara dikemas lebih elegan, tentunya dengan harga yang sesuai.

Selain itu, Santo’s Jewelry juga tidak ubahnya seperti pusat oleh-oleh lainnya, di mana mereka juga menjual berbagai kue khas Ambon, gantungan kunci, hingga kaos khas Ambon. Kelebihan berbelanja oleh-oleh di sini adalah kamu bisa menggunakan kartu debit untuk pembayaran.

Berbelanja di Toko Besi Putih Asli Khas Maluku

Sumber: Instagram @theambonmaniseshop2

Selain terkenal akan keindahan pantainya, Maluku juga terkenal dengan kerajinan besi putih. Jika kamu tertarik untuk membelinya, kamu bisa berkunjung ke Toko Besi Putih Asli Khas Maluku, yang terletak tepat di depan Hotel Abdullahi, Jalan Soa Bali. Di sini kamu bisa menemukan beragam kerajinan dari besi putih, mulai dari kalung, gelang, cincin, hingga gantungan kunci yang terbuat dari besi putih. Untuk harga jangan khawatir, semua sesuai dengan kualitasnya.

Nah, itu lah hal-hal yang bisa kamu lakukan di Kepulauan Maluku, atau di Kota Ambon. Jika kamu memang berjiwa petualang sejati, berkunjung ke Kepulauan Maluku atau ke Kota Ambon akan menjadi suatu kenangan yang tidak akan pernah terlupakan.

Comments

Loading...