in

Yuk Memacu Adrenalin Taklukkan Gunung Gle Raja

Gunung Gle Raja

Salah satu gunung yang wajib untuk ditaklukkan oleh para pendaki di Aceh adalah Gunung Gle Raja. Gunung ini berada di Aceh Besar dan membentang kurang lebih 12 kilometer dengan ketinggian mencapai 1658 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Gunung yang merupakan batas antara wilayah Kecamatan Ihoknga dan Kecamatan Darul Imarah, Indrapuri Suka Makmur di Kabupaten Aceh dulunya digunakan untuk berkebun, berburu, dan berladang.

Kegiatan tersebut dilakukan oleh masyarakat desa demi mencukupi kebutuhan sehari-hari. Hingga pada masa konflik antara Gam dengan RI berkecambuk di Aceh, gunung ini kemudian dijadikan sebagai tempat persembunyian anggota GAM atau Gerakan Aceh Merdeka.

Dengan medan yang sulit dijangkau, gunung ini sangat cocok dijadikan tempat pertahanan yang baik oleh mereka yang berperang.

Hal Menarik Dari Gunung Gle Raja

Seperti yang sudah dijelaskan diatas jika Gunung Gle Raja memiliki medan yang cukup sulit untuk dijangkau. Hal inilah yang menjadikan gunung ini menjadi primadona para pendaki. Bukan pendaki sejati namanya jika belum berhasil menaklukkan Gle Raja. Untuk bisa sampai ke puncak saja dibutuhkan waktu selama 5 – 7 hari.

Dengan waktu selama itu, dibutuhkan persiapan yang sangat matang. Gunung ini tidak direkomendasikan bagi kamu yang masih pemula. Sebab bagi pecinta alam gunung ini termasuk tipe gunung yang sangat sulit untuk dijangkau karena termasuk dalam kawasan karst.

Kawasan karst merupakan daerah yang terdiri atas batuan kapur yang berpori sehingga air di permukaan tanah selalu merembes dan mengalir ke dalam tanah. Dengan kondisi kawasan seperti itu, diperlukan teknik dan pengalaman bagi para pendaki yang ingin menaklukkannya.

Disini kamu bisa menjumpai banyak gua dan sungai bawah tanah yang menjadi pemasok ketersediaan air tanah yang sangat dibutuhkan oleh kawasan dibawahnya. Dari namanya, gunung ini memiliki arti sebagai Gunung Raja dan menjulang di antara pesisir Krueng Raya, Aceh Besar, Kota Banda Aceh, Lhong, Aceh Besar dan Lamno, dan Aceh Jaya.

Agar kamu lebih penasaran, berikut ini pesona Gunung Gle Raja yang akan membuat siapapun yang berkunjung akan takjub. Simak baik-baik ya!

  • Menjadi Kebanggaan Para Pendaki

Sumber Gambar: timesofaceh.com

Menjejakkan kaki ke puncak Gle Raja akan menjadi sebuah tantangan dan kenikmatan yang tiada tara untuk para pendaki dan pecinta alam. Ada banyak sekali tantangan yang mampu memacu adrenalin demi bisa mencapai puncak. Jadi pastikan kondisi tubuhmu sedang baik dan fit sebelum mendaki ya!

Beberapa tantangan yang menunggu di Gle Raja seperti hutan basah tropis, hutan berlumut, hutan perdu, kawasan bebatuan cadas, bebatuan silet (razor stone), dan masih banyak lagi lainnya. Untuk bisa mencapai puncak, para pendaki harus melewati celah-celah bebatuan cadas dan celah-celah sumur yang merupakan mulut gua yang terbentuk secara vertikal, dan tidak lupa memanjati tebing cadas.

  • Memiliki Pilar Peninggalan Belanda

Saat berhasil mencapai puncak, kamu akan menjumpai pilar trianggulasi (penanda puncak gunung) kolonial Belanda. Pilar ini memiliki seri T.3330 yang diletakkan di atas batu dalam keadaan utuh. Menurut sejarah, pilar ini dibuat Belanda pada tahun 1938 yang dikomandoi oleh ENDO Marsose yang berasal dari Medan.

Hal ini didukung dengan data yang diperoleh dari badan pilar. Pilar yang ada di Gle Raja ini tergolong yang paling telat dibuat oleh Belanda. Sebab pilar trianggulasi kolonial Belanda di pegunungan Aceh yang telah dihimpun dibuat antara tahun 1931 sampai dengan 1933.

  • Memiliki Koleksi Flora dan Fauna Yang Alami

Hal menarik lain yang bisa kamu dapatkan di Gle Raja adalah kamu bisa menjumpai hewan seperti rusa, kambing batu, monyet, dan bahkan ada beberapa yang menyatakan disini masih menjadi habibat harimau lho! koleksi floranya juga sangat menarik, ada anggrek hutan dan juga tumbuhan yang tidak bisa kamu jumpai selain di Gle Raja.

Nah itu dia beberapa hal menarik dari Gunung Gle Raja. Jika kamu berminat menaklukkannya, kamu bisa memilih jalur naik melalui Desa Lam Ara Tunong, Kecamatan Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar. Jika sudah sampai di area bebatuan silet (raor stone), kamu wajib berhati-hati. Sebab bebatuan ini sangat kuat dan bahkan bisa menyayat kulit atau sepatu yang kamu gunakan. Selama mencoba!