in

Tempat Bersemayam Anggrek Hitam di Atas awan, Danau Habema

Sumber Gambar: Google Maps @Catur Surya Irawan

Saya berpikir apakah masyarakat Papua sudah bosan melihat keindahan alam? Seperti Danau Habema yang ada di Kabupaten Jayawijaya ini. Benar-benar seperti mutiara yang disembunyikan oleh Tuhan, tentang pesonanya, keindahannya dan keajaiban yang terjadi disekitarnya.

Danau ini terletak diketinggian yang lebih dari 3.300 meter di atas laut. Terletak di kaki Gunung Trikora daerah Kabupaten Jayawjaya, Papua. Suku Dani yang mendiami tempat ini mengkeramatkan danau yang menjadi sumber kesuburan dan kehidupan alam sekitarnya.

Sebenarnya nama asli dari danau ini adalah Yuginopa. Pada tahun 1909, seorang perwira Belanda memimpin ekspedisi ke Puncak Trikora. Barulah danau ini disebut dengan Danau Habema setelahnya. Dari danau ini juga traveler bisa melihat puncak Wilhemina atau nama Puncak Trikora saat ini. Ya, puncak itulah yang merupakan letak keberadaan Salju Khatulistiwa.

Penasaran keindahan apa yang dihadrikan Danau Habema? Yuk baca Wisato.id selengkapnya.

Cara ke Lokasi Danau Habema

Tahan dulu keinginan traveler untuk menjelajahi Danau Habema. Sebelum berangkat lliburan traveler harus punya rencana yang matang. Tidak mau kan liburannya malah jadi berantakan karena bingung ataupun tidak tahu arah?

Mari kita bahas terlebih dahulu bagaimana caranya untuk sampai ke Danau Habema serta berapa budget yang traveler perlu sediakan. Agar semua traveler setia pembaca Wisato.id bisa menghitung dengan baik bagaimana cara ke Danau Habema. Kita asumsikan perjalanan traveler dimulai dari kota Jakarta.

Titik checkpoint traveler yang pertama adalah menuju kota Wamena yang merupakan ibukota kabupaten Jayawijaya. Traveler bisa menggunakan pesawat untuk bernagkat ke Wamena. Dengan merogoh kocek sebesar Rp 3,5 juta traveler hanya membutuhkkan waktu sekitar 3 -5 jam dengan 1x transit di Makasar.

Perjalanan yang cukup singkat bukan? Namun beberapa maskapai mengharuskan traveler melakukan 2x transit yaitu Makasar dan Jayapura. Tapi tenang walaupun melakukan 2x transit, penerbangan ke Wamena cukup banyak. Sehingga traveler tidak harus menginap di Jayapura. Sekitar 8 jam traveler sudah bisa menginjakan kaki di Kota Wamena.

Perjalanan menuju Danau Habema
Sumber Gambar : Indonesiakaya.com

Jarak antara lokasi Danau Habema dari kota Wamena sekitar 48 km. Sehingga paling tepat traveler menggunakan kendaraan roda 4 untuk berpergian. Namun kontur tanah yang berbukit disepanjang perjalan serta cuaca yang ekstrem akan membuat perjalanan cukup sulit untuk dilalui.

Butuh waktu sekitar 3 – 4 jam untuk mencapai lokasi danau jika dengan menggunakan mobil. Tapi tenang, segala capek dan kepenatan disepanjang perjalanan tidak akan terasa. Kenapa? Selama perjalanan traveler disuguhi hamparan bukit dan pepohonan yang menjulang tinggi.

Belum lagi suhu rata-ratanya yang mencapai 8 derajat celcius membuat suasana dan udara menjadi sangat sejuk. Traveler bisa menyewa mobil 4WD untuk menuju lokasi danau. Di kota Wamena telah banyak orang yang menyediakan jasa sewa mobil, biaya sewa 1 mobil perhari sekitar Rp 3 juta.

Paling disarankan traveler berangkat dini hari untuk menuju lokasi danau. Sehingga ketika ditengah perjalanan traveler bisa menikmati sunrise diantara perbukitan. Benar-benar sebanding bukan dengan biaya dan perjalanan yang traveler harus tempuh jika traveler bisa menikmati semua pemandangan ini.

Tidak ada biaya lainnya untuk menikmati danau, sehingga traveler hanya perlu mengeluarkan budget segitu dan bisa menikmati semua keindahan yang terbentang di danau dengan luas 223,45 hektar ini.

Suasana di Danau Habema

Sumber Gambar: Google Maps @Urip Kui Urup

FYI Presiden ke-7 kita yaitu Bapak Joko Widodo juga pernah kecantol dengan keindahan alam yang ada di Danau Habema loh. Semua perjalanan berat yang dilalui akan terbayar lunas ketika sampai dilokasi utama danau.

Pemandangan yang begitu indah, seolah-olah Habema sedang menunjjukan kemegahannya akan menyambut traveler begitu sampai dilokasi danau. Disekitar danau terdapat hamparan padang rumput hijau dengan dihiasi tanaman endemik Papua.

Salah satu fauna di Danau Habema
Sumber Gambar : Instagram @Jimmi_Pamassangan

Danau ini juga menjadi rumah bagi tanaman Anggrek Hitam. Dengan Gunung Trikora sebagai latar belakang pemandangannya tentunya akan membuat traveler terkagum-kagum dengan keindahan alam di kaki Gunung Trikora ini.

Jika traveler beruntung, selagi menikmati pemandangan yang ada, lantunan musik dari kicauan dan suara-suara fauna yang ada akan bernyanyian ditelinga traveler. Bahkan burung legenda khas Papua yaitu Cenderawasih juga terkadang menampakan dirinya.

Untuk menyegarkan badan dan pikiran juga bisa banget. Namun traveler harus hati-hati jika ingin mencoba mandi di danau ini. Karena iklim rata-rata di danau ini pada siang hari sekitar 10 derajat celcius. Bahkan dimalam hari suhu bisa mencapai 0 derajat celcius.

Baca juga : Air Terjun Walesi Dangkal Tapi Punya Sejuta Pesona di Jayawijaya
Suasana Danau Habema
Sumber Gambar: Instagram @Kopiarabikawamena

Traveler yang berasal dari daerah panas seperti Jakarta bisa berbahaya jika ingin mencoba merasakan air danau namun tanpa persiapan. Selain memiliki keindahan yang begitu memukau, danau yang menjadi bagian Taman Nasional Cartenz ini juga menjadi rumah bagi 7 suku khas Papua loh.

Danau ini merupakan danau paling spesial yang dimilliki Indonesia. Tanaman endemik seperti Rumah Semut dan Anggrek Hitam, burung endemik Cenderawasih serta pemandanga Gunung Trikora dengan salju diatasnya. Lengkap sekali bukan?

Sunset di Danau Habema
Sumber Gambar: Instagram @Deckykawai

Harusnya traveler tidak hanya tertarik dengan danau ini. Tapi langsung menjadikan Danau Habema sebagai tujuan liburan traveler selanjutnya.

Ikuti terus Wisato.id untuk mendapatkan informasi dan rekomendasi wisata terbaik di Indonesia.