OUR NETWORK

Wisata Rafting Sungai Geumpang Aceh

Wisata rafting sungai geumpang Aceh menjadi salah satu destinasi wisata alam ekstrem di Indonesia. Bahkan, beberapa pengunjung telah mengakui pesona serta arus air sungai yang cukup deras. Hal yang lebih menarik, para wisatawan asing pun juga turut menjadikan rafting di Sungai Geumpang merupakan jalur rafting terbaik.

Lokasi Destinasi Wisata Rafting Geumpang River

Sungai Geumpang terletak di Geumpang, Kec Mane, Kabupaten Pidie, Aceh. Untuk menuju ke lokasi tersebut cukup sulit karena lokasinya terpencil dan jauh permukiman. Terlebih lagi tidak adanya petunjuk arah menuju ke destinasi wisata Rafting Sungai Geumpang.

Sumber: Teknik Geofisika Unsyiah

Petunjuk arah dari Google pun cukup membingungkan sebab lokasi Sungai Geumpang pada peta tidak begitu jelas. Simbol sungai pada Google map, biasanya digambarkan dengan warna garis biru panjang yang merupakan wujud dari air. Tetapi untuk Sungai Geumpang hanya terdapat tanda yang menunjukkan bahwa lokasi tersebut merupakan Sungai Geumpang, tanpa adanya simbol sungai apapun.

Sumber: Instagram @riopauleta

Para pengunjung tidak perlu khawatir, sebab warga setempat pun dengan senang hati akan menunjukkan arah menuju wisata ekstrem tersebut. Sejak dijadikan sebagai lokasi pertandingan Rafting PON, Sungai Geumpang menjadi populer. Banyak wisatawan yang berminat untuk mencicipi arus air sungai yang cukup deras tersebut.

Rute Menuju Sungai Geumpang

Untuk rute jalan menuju ke Sungai Geumpang ada 2 jenis jalur, yaitu jalur yang melalui Tangse dan jalur dari arah Aceh Barat. Rute jalan yang terbaik adalah rute melalui Tangse. Karena kondisi jalan Tangse lebih baik daripada jalur yang melalui Aceh Barat.

Ada gambaran umum tentang daerah Geumpang. Daerah tersebut merupakan daerah perbukitan, sehingga jalur yang akan ditempuh pasti penuh dengan tanjakan dan turunan. Tetapi di sekitar jalan masih dipenuhi dengan pepohonan yang rindang serta suasana alam yang sejuk, walaupun tidak cukup terawat.

Sumber: Instagram @satriarudi72

Sebaiknya gunakan kendaraan beroda 2, supaya lebih muda dalam menyelusuri jalanan. Sedangkan mobil, pasti akan mengalami suatu kesulitan pada beberapa jalan yang tidak begitu besar. Untuk menuju ke Geumpang, ambil jalur dari kota Sigli yang menuju ke arah Beureunuen. Setelah sampai di Masjid Abu Daud Beureueh akan menjumpai persimpangan. Dari persimpangan tersebut belok ke kanan yang menuju ke arah Tangse dan Geumpang. Panjang jalur menuju ke destinasi dari persimpangan tersebut lebih dari 80 km.

Sepanjang perjalanan, dapat mampir terlebih dahulu di beberapa spot alam yang menjadi lokasi hunting foto yang sedang hitz. Seperti sungai yang masih jernih, perbukitan dan lain – lain. Setelah tiba di Tangse, akan menjumpai sungai yang juga digunakan untuk jalur arung jeram. Kondisi sungai tersebut mempunyai arus yang deras dan penuh dengan bebatuan besar. Di sepanjang sungai Tangse dikelilingi dengan view pepohonan serta area persawahan yang bertingkat.

Sumber: Instagram @satriarudi72

Hal yang lebih menarik adalah sering dijumpai pohon durian. Bagi pecinta durian, sebaiknya kunjungi destinasi wisata rafting Sungai Geumpang pada musim buah durian. Sebab dalam perjalanan dapat sembari membeli buah durian.

Setelah melewati Tangse, akan memasuki wilayah Kec Mane yang menjadi lokasi Sungai Geumpang. Kemudian masyarakat setempat akan menunjukkan arah menuju wisata Rafting serta akan didampingi seorang riverguide.

Jalur Rafting Sungai Geumpang

Aliran air sungai yang dijadikan sebagai jalur rafting cukup panjang. Para wisatawan akan menempuh perjalanan mengarungi sungai hingga kurang lebih 12 km. Kondisi air sungai cukup istimewa. Baik dalam musim kemarau maupun hujan, debit air Sungai Geumpang stabil.

Sumber: Instagram @rizkymelvin

Tetapi sebaiknya waktu tepat untuk rafting adalah musim kemarau. Pada musim tersebut tidak akan mengalami gangguan cuaca apapun, terutama hujan. Karena jika terjadi hujan yang tiba – tiba, kondisi arus sungai menjadi tidak stabil dan berbahaya.

Hal yang lebih parah, jika hujan turun ketika sedang dalam perjalanan rafting. Jalur rafting yang tergolong panjang hingga 12 km, membutuhkan waktu yang lama untuk menepi.

Arus air Sungai Geumpang tergolong cukup deras dan menantang. Kondisi sungai dipenuhi dengan bebatuan besar yang membuat seperti menerjang ombak. Karena itulah rafting Sungai Geumpang termasuk ke dalam daftar wahana wisata alam yang ekstrem. Walaupun tergolong cukup ekstrem, banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang berminat merasakan sensasi rafting di Sungai Geumpang tersebut.

Sumber: Instagram @akyunilfajri

Wahana rafting di sungai geumpang sendiri dibedakan menjadi 2, yaitu grade 1 atau rendah, grade II atau medium hingga grade III atau profesional. Untuk grade I, sangat direkomendasikan untuk wisata keluarga. Karena grade tersebut mempunyai tingkat keekstreaman yang rendah.

Pengunjung akan didampingi oleh riverguide. Tugas dari riverguide sendiri bukan hanya sekedar sebagai pemandu, namun juga menjaga dan mengawasi pengunjung selama perjalanan rafting. Selain juga akan memastikan kondisi setiap pengunjung berada dalam kondisi normal.

Selain didampingi seorang riverguide, setiap pengunjung akan dibekali dengan perlengkapan arung jeram. Peralatan tersebut sangat aman dan merupakan perlengkapan berstandar internasional. Keamanan pun sangat terjaga dan sangat aman, serta para staff akan selalu siaga.

Daya Tarik Sungai Geumpang

Daya tarik utama dalam Sungai Geumpang adalah arus sungai itu sendiri yang sangat cocok dijadikan sebagai jalur rafting. Oleh karena itu, lokasi tersebut dijadikan sebagai tempat perlombaan rafting. Untuk saat ini, perlombaan rafting yang diadakan adalah PON.

Tetapi hal tersebut juga menjadi kemungkinan untuk dijadikan sebagai tempat perlombaan rafting lain, bahkan perlombaan yang bertaraf internasional. Arus sungai deras serta bebatuan menjadi objek utama dalam standar lintasan rafting. Hal tersebut juga dijadikan sebagai tolak ukur tingkat kesulitan jalur rafting itu sendiri.

Sumber: Lintasgayo

Selain jalur rafting, Sungai Geumpang juga mempunyai hal yang menarik perhatian, yaitu jembatan Geumpang. Jembatan kayu tersebut sekilas seperti jembatan kayu biasa yang dimanfaatkan untuk menyeberangi Sungai Geumpang.

Sumber: Instagram @mikeandfish

Keberadaan dari jembatan tersebut juga turut menjadi perhatian. Bahkan sering dijadikan sebagai lokasi hunting foto yang cukup hitz. Background foto dengan jembatan tersebut mempunyai kesan yang eksotis dan cukup apik, serta sangat berkarakter.

Dengan adanya jembatan tersebut dapat dijadikan sebagai alternatif pengunjung yang tidak mempunyai nyali cukup untuk menikmati rafting Sungai Geumpang. Walaupun hanya sekadar hunting foto, pesona alam sekitar yang masih asri dan natural cukup memuaskan untuk sekedar refreshing. Selain merupakan lokasi rafting dan hunting foto, Sungai Geumpang juga mempunyai hal lain yang lebih menarik. Hal tersebut adalah adanya area pertambangan emas di sekitar lokasi.

Bukan hanya sekedar hasil pertanian yang berupa buah – buahan ataupun sayur dan lain – lain, daerah Geumpang juga terkenal dengan area pertambangan emas. Ada puluhan orang yang berburu emas di area pertambangan tersebut. Bukan hanya penduduk Aceh, namun juga terdapat penambang dari daerah lain bahkan luar Pulau Sumatera.

Teknologi pertambangan pun masih dilakukan secara tradisional. Sehingga bagi berminat bergabung dapat memburu emas. Tetapi sebaiknya harus menerima arahan serta tidak mengganggu penambang lain. Sebab hal tersebut merupakan pencaharian utama.

Comments

Loading...