in

Yuk, Tengok Pesona Curug Sata Di Lebak Banten!

Sumber Gambar: Google Maps @saefullah_14

Tempat wisata kali ini yang akan Wisato.id rekomendasikan untuk kamu datang dari Tanah Jawara yakni sebutan populer untuk Banten, wisatanya memang belum tersohor namun keindahannya pasti memukau. Banten yang beribukota di Kota Serang merupakan provinsi yang berada di ujung barat dari bagian Pulau Jawa dengan didominasi wilayah perairan sekitar 54 %. Tak heran bila objek wisata di Banten rata – rata terkenal dengan wisata bahari yang mendominasi mulai dari keindahan pantai, pulau, teluk dan masih banyak lainnya.

Namun tidak hanya wisata baharinya saja yang bisa dibanggakan, wisata alamnya pun tidak diragukan. Salah satu contoh wisata alam yang cukup banyak ada di Banten adalah berupa air terjun atau orang Sunda menyebutnya dengan kata curug.

Banyak sekali wisata air terjun atau curug terkenal yang berada di wilayah Banten bahkan dalam satu kecamatan bisa lebih dari dua wisata air terjun. Beberapa contoh air terjun atau curug yang ada di Banten seperti Curug Munding, Curug Lawang, Curug Ciporolak dan masih banyak curug lainnya yang juga indah dipandang mata. Tapi kali ini kamu harus mencoba datang ke Curug Sata yang berlokasi di Gunungkencana, Kabupaten Lebak, Banten sekitar 2 jam perjalanan dari Kota Serang. Yuk simak ulasan lengkapnya!

Curug Sata

Sumber Gambar: Google Maps @saefullah _14

Curug Sata atau Air Terjun Sata bisa dikatakan sebagai salah satu “hidden gem” di Banten, curug ini berada dibalik hamparan hutan belantara pada Kawasan Perhutani Gununkencana sehingga tak bisa begitu saja menemukannya. Berbeda dari curug pada umumnya, Curug Sata tidak begitu tinggi namun air yang dipancurkan sangat deras dan airnya begitu jernih. Air di curug ini jernih karena memang ekosistem di sekitarnya masih alami, curug berada di dalam hutan dan melewati lahan perkampungan sehingga suasana desa yang asri dan sepi pun terasa.

Banyak sekali bebatuan dalam ukuran raksasa di sekitar aliran curug sehingga bisa menjadi spot bagi para pengunjung untuk naik dan duduk diatas bebatuan tersebut namun  pengunjung harus tetap hati – hati karena licin dan usahakan jangan menuju ke bebatuan yang berada tepat di bawah pancuran curugnya karena berbahaya.

Sumber Gambar: Google Maps @Desi Rachmaldini13

Salah satu daya tarik yang bisa membuat pengunjung takjub adalah adanya gua di dereta pancuran curug tersebut, gua nya terlihat cukup dalam dan beralaskan rerumputan tinggi. Dinding gua memiliki warna yang sangat bagus yaitu coklat bercampur dengan hijau serta sedikit lumut menempel disana, dari dinding gua pun mengalir air yang jernih sedangkan di depan mulut gua pengunjung bisa melihat banyak sekali akar – akar gantung yang umurnya sudah cukup tua.

Kecantikan curug dan area di sekitarnya tak boleh dilewatkan bila kamu sedang berada di wilayah Banten, jika kamu ingin mengunjungi Curug Sata maka sejauh ini tak ada biaya yang dipungut kecuali biaya parkir berkisar Rp 5.000 per kendaraan. Bila berkunjung sebaiknya jangan pada musim penghujan karena jalanan menuju ke area curug ini sebagian besar masih berupa tanah merah sehingga jika kamu datang di musim penghujan jalanannya akan menjadi sangat becek dan licin. Untuk bisa tiba tepat di depan curug maka kamu harus memarkirkan kendaraan berjarak kurang lebih 1 km dari curug lalu dilanjutkan turun ke area curug dengan berjalan kaki selama 10 menit.

Apa saja yang bisa dilakukan di Curug Sata?

  • Berendam

Sumber Gambar: Google Maps @Riski Kaidah

Salah satu kegiatan yang bisa kamu lakukan saat berkunjung ke Curug Sata adalah berendam di aliran airnya. Dari pancuran yang deras itu membuat aliran airnya pun cukup kencang sehingga kalau untuk berenang sebaiknya dihindari, cukup berendam saja di tepian sungainya sambil nikmati udara segar khas perhutanan.

  • Piknik bersama keluarga

Sumber Gambar: Google Maps @Desi Rachmaldini13

Jika tak mau basah – basahan maka kamu bisa sekedar piknik di tepi curug atau biasanya pengunjung menggunakan spot di bebatuan untuk ngeriung bareng keluarga sambil membuat perapian dari kayu untuk membakar ikan atau ayam mentah yang dibawa dari rumah. Pastinya kamu harus memilih spot bebatuan yang sedikit jauh dari pancuran curug tersebut agar lebih aman.

  • Berswafoto

Sumber Gambar: Google Maps @MRS SHITA

Sebelum pulang baiknya kamu mengabadikan moment dengan berfoto, kamu bisa duduk santai atau berdiri di atas batu dengan latar pancuran dari Curug Sata yang deras. Berfoto seraya air curugnya yang deras memancar pasti keren sekali!