OUR NETWORK

Berwisata sambil beribadah di Masjid Agung An Nur Riau

Source Image: Wikipedia

Riau merupakan salah satu provinsi penghasil sumber daya alam berupa minyak bumi yang melimpah. Provinsi yang terletak di sepanjang pesisir selat Malaka ini pun memiliki destinasi wisata budaya dan wisata religi yang amat menarik. Riau didominasi oleh etnis Melayu sebesar 33% tak heran bahwa suasana Melayu di tiap-tiap kota di sana sangat kental terasa. Sebagai provinsi dengan pemeluk agama Muslim sebesar 85% yang tersebar luas secara merata tak ayal bahwa banyak sekali bangunan Masjid nan megah di Riau. Jika kalian sedang berkunjung ke Riau maka tak lengkap rasanya jika tidak datang berkunjung ke salah satu dari sekian banyak masjid yang berdiri kokoh dan megah di sana yakni Masjid Agung An Nur.

Lokasi dan Akses Menuju Masjid Agung An Nur

Sumber: Instagram @panggilsajaamay

Masjid ini terletak di Jalan Hangtuah, Sumahilang, Kota Pekanbaru. Jika wisatawan datang dari luar kota maka akses yang ditempuh menuju Masjid Agung An Nur misalnya dari Bandara Sultan Syarif Kasim II yakni sekitar 8,2 km dengan waktu tempuh 15 menit dengan menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil, motor, atau taksi.

Sejarah Masjid Agung An Nur

Masjid Agung An Nur merupakan salah satu ikon yang dibanggakan oleh penduduk provinsi Riau. Masjid yang sangat megah ini didirikan pada tahun 1963 dengan jangka waktu penyelesaian selama 5 tahun. 

Sumber: 11septembriemitul.com

Sejarah pembangunan Masjid Agung An-Nur ini sangat erat kaitannya dengan pembangunan Kota Pekanbaru sebagai Ibukota Provinsi Riau. Dahulu ibukota Provinsi Riau terletak di Tanjung Pinang lalu pindah ke Pekanbaru pada tahun 1960 an. Di saat telah dilakukan perpindahan itulah Gubernur Riau yang kedua mulai membangun infrastruktur guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Masjid An nur inipun dibangun untuk fasilitas beribadah. Rancangan bangunan masjid ini dirancang oleh seorang arsitek bernama Ir. Roseno

Sumber: Wikipedia

Bangunan masjid ini sendiri kini telah mengalami perubahan sejak tahun 2000. Di tahun 2000 masjid ini direnovasi total dan luasnya pun bertambah 3 kali lebih luas dari luas sebelumnya yakni 4 hektar menjadi 12,6 hektar. Peresmian gedung Masjid Agung An Nur yang baru di tahun 2006 dilakukan oleh Bapak Rusli Zainal selaku Gubernur kedelapan dari Provinsi Riau dan peresmiannya bertepatan juga dengan ulang tahun provinsi Riau yang ke 50 tahun.

Keindahan Masjid Agung An Nur

Sumber: yudiferdiano

Ketika pengunjung tiba di Masjid ini maka pengunjung akan disambut dengan taman yang sangat luas serta ditumbuhi tanaman yang indah dan segar. Masuk ke bagian detail nya, bila kita perhatikan lebih jelas ternyata bangunan Masjid Agung An Nur memiliki kesamaan seperti bangunan Taj Mahal di India. Selain itu masjid ini sendiri memiliki nilai keindahan yang sangat tinggi. Hal ini dapat kita lihat dari arsitektur nya yang megah dan kental dengan gaya arsitektur dari Melayu, Turki, Arab dan India. Dari sisi warna yang mendominasi bangunan ini kental dengan unsur Melayu nya yakni warna hijau, kuning dan merah.

Sumber: Instagram @metravelblog

Dari sisi bangunannya kental dengan unsur India. Hal ini dapat kita lihat bahwa ternyata terdapat satu kubah besar di bagian tengah dan empat kubah kecil berwarna hijau di sekelilingnya serta terdapat juga empat menara. Bentuk dari kubah masjid ini sendiri kental dengan unsur Melayu. Kubah dibuat seperti bentuk gasing terbalik. Gasing ini merupakan permainan anak-anak Melayu. Untuk unsur Arabnya, kita dapat lihat dari nuansa-nuansa yang ada di Masjid An Nur yang memiliki nuansa yang mirip seperti di Masjid Nabawi dan Masjid Haram. 

Sumber: Instagram @listia_s98

Masjid ini memiliki tiga buah tangga yang masing – masing terdapat di bagian depan sebanyak 1 buah dan 2 buah di bagian samping. Di bagian atas masjid terdapat 13 buah pintu dan di bagian bawah terdiri dari 4 buah pintu dan mempunyai kamar-kamar yang besar dan sebuah aula. Beberapa tulisan kaligrafi yang terdapat di dalam ruangan masjid ini ditulis oleh seorang kaligrafer bernama Azhari Nur dari Jakarta pada tahun 1970.

Pada lantai bagian bawah masjid digunakan untuk sekretariat pengurus masjid, ruangan remaja masjid serta ruang kelas tempat pelaksanaan pendidikan Islam. Masjid Agung An Nur juga memiliki fasilitas tambahan seperti fasilitas pendidikan mulai dari playgroup, TK, SD, SMP & SMA, dan terdapat pula sebuah perpustakaan.

Sumber: Instagram @ernande80s

Selain untuk beribadah banyak pengunjung yang datang untuk mengabadikan indahnya Masjid ini dengan berfoto. Beberapa dari mereka pun memilih menghabiskan waktu sembari menunggu senja di halaman masjid Agung An Nur ini.

Namun, ada satu hal yang menarik sehingga membuat orang tercengang ketika mengetahui letak dari Masjid ini. Yap! Letak masjid ini bersebelahan tepat dengan Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pekanbaru. Hal ini menjadi suatu kebanggaan bagi Provinsi Riau karena hal ini menggambarkan terjalin nya kehidupan beragama yang rukun dan damai.

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…