in

Desa Wisata Tumbur, Desa Wisata Paling Menarik di Maluku

Sumber Gambar dari Travel.kompas.com

Kalau kamu berkunjung ke Maluku, jangan luoa untuk mengunjungi Desa Wisata Tumbar. Dimana, kawasan ini mempunyai pesona yang tidak akan pernah bisa kamu lupakan. Banyak aktivitas warga yang bisa kamu nikmati disini. Menariknya kegiatan-kegiatan yang dilakukan bisa menembus pasar dunia lho.

Aktivitas yang ada sekarang ini merupakan kegiatan turun temurun yang selalu dilestarikan oleh penduduk sekitar. Bahkan, kebanyakan dari mereka lebih memilih untuk melestarikan kegiatan ini lho. Penasaran dengan kegiatan apa saja yang bisa kamu nikmati saat berada disini. Mari kita simak hasil penjelajahannya di bawah ini.

Mengenal Kegiatan di Desa Wisata Tambur

Sumber Gambar: kumparan.com

Salah satu kegiatan yang bisa kamu saksikan di Desa Wisata Tambur adalah kesenian patung yang hampir setiap rumah mencoba mengerjakannya. Kebiasaan yang selalu mereka lakukan adalah mengukir kapal dengan desain yang sangat menarik. Bahkan, ada flosofis dan juga sebuah cerita yang bisa kamu maknai dari beberapa kapal-kapal ini.

Karya seni yang digunakan ini menggunakan kayu eboni dengan berbagai tahapan sehingga, menjadi sebuah karya yang sangat menarik untuk diperjualbelikan. Tidak hanya dengan model perahu saja, ada juga beberapa kerajinan dari kayu seperti pria yang menggunakan tombak, seorang perempuan dengan peralatan masaknya dan masih banyak lagi.

Sumber Gambar: kumparan.com

Salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah mencoba membuatnya. Mereka yang sudah lama berkecimpung di dunia ini tidak akan segan-segan untuk memberikan ilmunya kepada kamu. Bahkan dari awal sampai hasil karya itu selesai, mereka tetap dengan sabar memebrikan arahan, teknik, dan petunjuknya.

Belajar Menenun Untuk Kaum Wanita

Tidak hanya untuk kaum pria saja kegiatan yang bisa kamu lakukan di Desa ini. Melainkan, bagi kamu para wanita juga bisa melakukan sesuatu yang memiliki nilai tinggi lho. Kegiatan yang paling terkenal dan menjadi mayoritas adalah menenun. Tidak mudah lho kegiatan ini.

Sumber Gambar: kumparan.com

Untuk bisa menenun, mereka membutuhkan beberapa benang. Nah, benang ini biasanya mereka beli di kota. Perjalanan jauh pun mereka lakukan untuk bisa menenun, dalam pengerjaannya membutuhkan waktu mulai dari satu minggu hingga dua minggu. Biasanya, dikerjakan berkelompok atau pribadi.

Salah satu hal penting dalam menenun adalah kesabaran tingkat tinggi. Alat yang digunakan pun tidak jauh berbeda dengan peralatan yang ada di desa-desa lainnya. Kalau dilihat secara kasat mata memang mudah. Tetapi, saat kamu mencoba rasanya susahnya minta ampun.

Kain tenun ini sendiri biasanya juga akan dijual dikota. Biasanya, para pengunjung yang datang ke desa ini akan diberikan satu kain tenun sebagai salah satu kenang-kenangan dari penduduk sekitar.

Bakar Batu

Aktivitas bakar batu menjadi sajian terakhir dalam penjelajahan di Desa Wisata Tumbur. Ternyata, aktivitas ini adalah salah satu cara mereka dalam menyambut para tamu. Dengan memasak beberapa menu makanan khas. Biasanya ada lele kasbih, ubi, singkong, keladi yang dicampur dengan gula merah.

Sumber Gambar: kumparan.com

Proses ini biasanya berlangsung cukup lama. Maklum saja, untuk bisa menghasilkan api dari batu memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Menariknya, setelah bara api sudah menyala. beberapa makanan yang akan disajikan ditutup dengan daun dan juga tanah. Agar masakan cepat matang. Setelah semua matang, makanan ini akan disajikan untuk para tamu yang datang. Rasa yang dihasilkan begitu nikmat lho. Benar-benar berbeda rasa yang diciptakan secara alami ini.

Cara Menuju ke Desa Wisata Tumbur

Menuju ke Desa wisata ini kamu bisa melakukan penerbangan melalui Ambon terlebih dahulu. Kemudian, melakukan penerbangan kembali menuju Bandara Mathilda Bathlayen. Setelah itu, kamu bisa menempuh waktu kurang lebih 10 menit sampai 20 menit menuju le Desa wisata.

Kesimpulan

Satu yang masih bisa diingat bila mengunjungi desa wisata ini adalah warga masyarakatnya yang benar-benar ramah dan bersahaja. Mereka menganggap wisatawan disini adalah saudara. Jangan lupa untuk membeli hasil karya mereka dan kain tenun sebagai oleh-oleh ya. Kehangatan suasana saat disini adalah bukti bahwa Indonesia merupakan negara yang ramah.

Sajian yang dihidangkan dan sambutan hangat membuat kamu enggan untuk beranjak dari sini, Jadi, sudah siap belum menjelajah Desa wisata Tumbur dan belajar segala jenis kesenian?