in

Kampung Blekok, Surganya Burung Air Se-Nusantara

Sumber Gambar: Google Maps@zaharah hanna

Kampung Blekok terletak di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kampung Blekok berjarak 10 Km dari Pusat Kota Situbondo. Kampung ini ditetapkan sebagai Ekowisata baru empat tahun. Semenjak dikeluarkannya Peraturan Bupati Situbondo Tahun 2017 tentang Konservasi Keanekaragaman Hayati. Maka resmilah Kampung ini menjadi kawasan ekowisata mangrove dan burung air.

Selain dihuni oleh burung air dan hutan mangrove, kampung ini juga dihuni oleh manusia. Tercatat ada 260 KK di Kampung Blekok.

Kampung ini memiliki wilayah yang didominasi oleh hutan mangrove. Seluas 6,3 hektar hutan mangrove mengambil alih setara dengan 60% eksistensi hutan mangrove di kampung ini. Berdasarkan data tahun 2016, hutan mangrove disini mempunyai kerapatan hingga 2000 pohon per hektar. Diperkirakan ada 12.600 tegakan pohon mangrove dengan tebal kurang dari 1 Km.

Setelah dilakukan penelitian pada hutan mangrove, di Kampung Blekok terdapat 10 jenis mangrove tegakan. Jenis-jenis tersebut adalah Avicennia Marina, Acanthus Ilicifolius, excoecaria Agallocha, dan Hibiscus Tiliaceus. Selanjutnya jenis Sonneratia Alba, Rhizophora Mucronata, Avicennia Alba, Rhizophora Stylosa, Rhizophora Apiculata.

Sumber Gambar: Google Maps @Kurnia Wulan

Keindahan Kampung Blekok selain merupakan anugerah Yang Maha Kuasa, ada ikut campur dari masyarakat setempat dan pemerintah. Kreatifitas warga dan kepedulian terhadap lingkungan semakin besar semenjak ditetapkannya Kampung Blekok menjadi wilayah Konservasi dan Ekowisata.

Kesungguhan masyarakat yang bekerjasama dengan pemerintah setempat terbukti dengan prestasi yang berhasil diraih oleh Kampung ini. Kampung Blekok berhasil masuk ke dalam 50 besar desa wisata Indonesia pada ADWI ( Anugerah Desa Wisata Indonesia) tahun 2021. Selamat kepada Kampung Blekok atas prestasinya!.

Asal Muasal Nama Kampung Blekok

Karena hutan mangrove yang subur dan luas secara alami mengundang berbagai macam spesies hewan untuk tinggal disini. Termasuk berbagai jenis ikan. Hal ini lah yang memancing burung air mencari makan ke hutan mangrove ini. Burung air yang banyak terlihat adalah burung Blekok, karena inilah masyarakat menyebut kampung ini sebagai Kampung Blekok.

Destinasi Wisata Di Kampung Blekok

Kampung Blekok sama dengan desa wisata lainnya. Disini menawarkan berbagai destinasi wisata. destinasi wisata yang utama adalah konservasi hutan mangrove dan penangkaran burung air. Biaya tiket masuk pun sangat murah, Rp 6.000 untuk dewasa dan Rp 3.000 untuk anak-anak. Sementara parkir mobil hanya dikenai biaya Rp 5.000 dan motor Rp 2.000. Lalu apa saja yang dapat sahabat wisato lakukan di kampung yang mengusung konsep ekowisata ini, antara lain:

Menikmati Panorama Alam

Sumber Gambar: Google Maps@Ardy Prasetyo

Kampung Blekok yang terletak di pesisir juga ditemani oleh perbukitan dengan hutan hijaunya akan menyuguhkan pemandangan yang tak terlupakan. Pesona alam yang sangat luar biasa cantik akan membuat decak kagum bagi siapapun yang melihatnya. Perpaduan perbukitan nan hijau, air jernih membentang dan hijaunya hutan mangrove akan memberikan sensasi tersendiri.

Sumber Gambar: Google Maps@Mia Arifin

Untuk kalian pemburu sunrise dan sunset. Tempat ini juga menyajikan pemandangan tersebut bahkan dikemas dengan sangat Indah terlebih lagi ada kepakan sayap burung-burung air di langit.

Baca Juga : Menikmati Keindahan Teoian Danau Toba Bersama Keindahan Dewi Tipang

Berteman Dengan Hutan Mangrove

Selain dapat menikmati indah dan hijaunya hutan mangrove. Di Kampung Blekok kalian dapat berteman dan bersahabat dengan tumbuhan mangrove. Kok bisa ya? Apa tidak salah?. Tentu saja sangat bisa sahabat wisato. Karena tempat ini menawarkan kegiatan yang sangat menyenangkan dan berdampak positif. Disini kalian bisa ikut untuk melakukan kegiatan menanam pohon mangrove, bahkan pohon tersebut akan diberi nama dengan nama penanamnya. Selain menanam kalian juga akan diperlihatkan cara merawat pohon ini.

Sumber gambar: Google Maps@Bisono Wiwid

Serta yang tak kalah menarik sahabat wisato dapat menyewa perahu masyarakat untuk menyusuri hutan mangrove. Sangat seru ya sahabat wisato, kita akan merasa menjadi penjelajah alam sesungguhnya.

Melihat dan Berfoto dengan Burung Air

Sumber Gambar: Google Maps@iwan prasetyo

Di Kampung Blekok sebenarnya burung air bukan hanya burung blekok saja, melainkan telah ditemukan 11 jenis burung disini. Burung-burung tersebut antara lain : Kuntul Besar dan Kuntul Kecil serta Kuntul Kerbau. Selanjutnya, Blekok Sawah, Kokokan Laut, Cangak Merah, Kareo Padi, Kowak Malam Abu, Gajah Pengala. Sementara dua jenis lagi adalah Trinil Pantai dan Cerek Jawa.

Dari 11 jenis burung ini ada tiga jenis burung yang dilindungi karena jumlahnya yang sudah menurun. Ke tiga burung ini adalah Burung Kuntul Kerbau, Kuntul Kecil dan Gajahan Pengala.

Sahabat wisato dapat menyaksikan pemandangan kerumunan ratusan lebih burung ini dari jembatan kayu yang tersedia. Sebaiknya kalian kesini jangan di hari weekend dan hari libur. Karena waktu ini biasanya sangat ramai oleh pengunjung sehingga kalian akan sulit menikmati dan berfoto ria dengan kawanan burung. Datanglah diantara dua waktu ini yaitu sebelum jam 5 pagi dan sebelum jam 5 sore jika kalian ingin bertemu dengan kawanan burung-burung air . Karena di jam 5 pagi burung-burung keluar meninggalkan sarang untuk mencari makan. Sementara di jam 5 sore burung-burung sibuk kembali ke sarangnya.

Sumber Gambar: Google Maps@Xióng鄭敬雄

Jika sahabat wisato datang tidak pada jam tersebut tidak masalah. Karena masih ada burung-burung air yang ditangkarkan disini. Burung di penangkaran berasal dari anak-anak burung yang terjatuh ketika belajar terbang.