spot_img

Kesenian Tari Rateb Meuseukat Berawal Dzikir Menuju Seni Tradisional

Kesenian Tari Rateb Meuseukat menjadi pertunjukan kebudayaan yang harus kamu saksikan bila berkunjung ke Aceh. Teuku Muhammad Thalib, seorang ulama yang memperkenalkannya kepada masyarakat pada abad ke 19.

Ulama tersebut merupakan seorang pemimpin di Kila, Seunagan, Kabupaten Nagan Raya, sebuah pendidikan dengan latar belakang agama Islam. Sebelum menjadi seperti ini, sebenarnya aktivitasnya hanya berdzikir saja, tetapi memiliki irama.

Hal ini dilakukan bersama dengan para murid demi mengusir kebosanan dan kejenuhan selama belajar. Teuku Muhammad Thoib sendiri mempelajari Islam dari seorang filosof serta ulama besar dari Irak namanya adalah Ibnu Miskawaih.

Bukan hanya pelajaran agama islam saja yang diberikan, gurunya tersebut juga memberikan berbagai ilmu dakwah, yang dipadukan dengan kesenian, sebagai percabangan dari ilmu pengetahuan itu sendiri.

Hal ini akhirnya diajarkan pula kepada seluruh muridnya, untuk penamaannya sendiri, merupakan gabungan dari dua kata yaitu, Rateb aktivitasnya adalah berzikir tetapi, memiliki irama atau dinyanyikan.

Kedua adalah meuseukat, berasal dari kata sakat artinya mampu memusatkan pikiran serta raga dari dan kepada Tuhan. Beberapa pendapat lain meuseukat merupakan nama guru atau pelopor dari tarian tersebut.

Penyajian Kesenian Tari Rateb Meuseukat

Sumber Gambar: encyclopedia.jakarta-tourism.go.id

Berawal dari sebuah kesenian pengajian sekarang sudah berkembang menjadi pertunjukkan tari rakyat yang menarik untuk disimak. Jumlah penari yang dibutuhkan sebenarnya, tidak terbatas. Hanya saja, minimal ada 10 orang.

Tetapi, berbagai sumber mengatakan mereka harus berjumlah ganjil, dimana mencerminkan langit dan bumi ini menurut kepercayaan hanya berjumlah satu saja. Dengan kondisi tersebut, besar kemungkinan bila ada pemain yang lelah, mereka dapat diganti.

Pada formasi awal mereka akan duduk berbanjar, sementara pemimpin atau disebut dengan syekh berada di tengah. Ada salam pembuka oleh syahi, kemudian mengucapkan berbagai sajak pilihan terdiri dari sholawat.

Bisa juga dengan tema lainnya yaitu kisah Husein dan Hasan hingga berbagai pendidikan. Syekh disini bertugas mengatur jalannya gerakan serta pola. Dimana, dalam gerakan tersebut adanya pengulangan seperti horizontal, selang-seling, menunduk, hingga gerakan ombak.

Properti Kesenian Tari Rateb Meuseukat

Sumber Gambar: mimisaputra.blogspot.com

Busana yang dikenakan disesuaikan dengan kearifan lokal setempat. Jadi, wajib menggunakan kebaya serta celana panjang. Ada pula sarung songket bermotif setengah pinggang yang menutup hingga ke lutut.

Tidak terlihat menggunakan selendang hanya saja diganti menggunakan jilbab. Jika dulu kerudung yang digunakan dari kain versi tipis, hanya saja sekarang lebih beragam. Menggunakan ikat pinggang yang terbuat dari perak sembilan lipatan. Beberapa sumber juga mengatakan untuk pakaiannya sendiri menggunakan pakaian wanita dari Aceh.

Perlu diketahui, terkadang kesenian tersebut memang disalah artikan sebagai pertunjukan saman atau hanya saja, keduanya mempunyai perbedaan yang cukup banyak. Setidaknya ada 3 poin penting.

Perbedaan Kesenian Tari Rateb Meuseukat dengan Saman

Jika kamu mendengarkan secara seksama, maka perbedaan mendasar ada pada bahasanya. Dimana, Saman sendiri menggunakan dialek dari Gayo, sementara Rateb memakai bahasa Aceh.

Memang sekilas hampir mirip tetapi, jika kamu mengenal kedua bahasa tersebut pasti paham dimana perbedaannya. Selanjutnya, paling terlihat adalah siapa yang menarikannya, satu lelaki dan perempuan.

Terakhir pertunjukan Saman tidak diiringi oleh alat musik sama sekali. Tetapi, untuk Rateb masih yaitu ada rapa’i dan geundrang. Dimana keduanya saling berirama mengikuti setiap gerakan dan vokal yang dijalankan penari.

Harus diakui, Aceh memiliki berbagai kesenian serta adat istiadat yang cukup lengkap. Hanya saja hampir semuanya merupakan ajaran dakwah dari agama Islam. Walau begitu, secara penampilan membuat hati ingin melihatnya lagi dan lagi.

Kesenian Tari Rateb Meuseukat menjadi sebuah pertunjukan megah dan menarik untuk disaksikan. Keselarasan nada, syair serta gerakan menjadi kunci terbaik dalam melakukan berbagai gerakannya, bagaimana kamu sudah siap untuk melihatnya?

close

Log In

Forgot password?

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.