in

Klenteng Dewi Laut Air Item Bangka Sebagai Klenteng Terbesar Di Indonesia

https://www.instagram.com/p/2NmVUxzDdJ/

Klenteng Dewi Laut menjadi salah satu destinasi wisata religius dan sekaligus menjadi destinasi wisata alam. Dimana letak dari Klenteng berada di tepi laut. Serta masih dalam satu wilayah dengan Pantai Tanjung Bunga. Hal ini membuat setiap pengunjung yang hendak berdoa, dapat sekaligus relaxasi pikiran dengan menghirup suasana laut yang sangat tenang. Jadi bukan hanya sekedar membersihkan jiwa dengan sembahyang di Klenteng Dewi Laut tersebut.

Klenteng Dewi Laut ini telah menjadi Klenteng terbesar yang ada di Indonesia. Upacara keagamaan yang diselenggarakan secara rutin di kelenteng sangat meriah. Hampir sebagian besar suku tionghoa yang mendiami daerah sekitar pantai Tanjung Bunga menghadiri acara tersebut.

Lokasi Klenteng Dewi Laut

Letak dari Klenteng Dewi Laut berada di kompleks pantai Tanjung Bunga. Tepatnya di Air Itam, Bukit Intan, Pangkal Pinang, Bangka Belitung.

Dengan lokasi yang berada di daerah pantai, membuat suasana di Klenteng Dewi Laut tersebut sangat menyejukkan. Bahkan suara desiran ombak dan angin laut terdengar sangat jelas. Bahkan untuk tempat sembahyang disuguhkan dengan landscape lautan lepas.

Sumber Gambar: Google Maps @Kitea Aries

Karena itu sebagian besar orang sangat menyukai untuk bersembahyang di Klenteng ini. Sembahyang di dalam Klenteng ini dapat membuat hati menjadi tenang dan damai. Sehingga cukup mudah untuk fokus dalam beribadah . Lokasi Klenteng juga menjadi salah satu kelebihan yang mungkin tidak dapat dijumpai di tempat ibadah lain. Hal ini juga sekaligus menjadi suatu yang positif untuk sebuah Klenteng.

Hampir sebagian besar Klenteng terletak di daerah yang mempunyai kondisi alam cukup baik dan sangat menyejukkan. Kondisi tersebut juga membuat orang yang mempunyai kepercayaan lain tertarik untuk mengunjungi Klenteng dan membuat tempat ibadah tersebut menjadi suatu tempat wisata. Hal tersebut juga tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di negara lain yang juga telah menobatkan beberapa Klenteng sebagai tempat wisata.

Sumber Gambar: Google Maps @Yusuf Paulus

Rute menuju ke lokasi Klenteng Dewi Laut dapat diperoleh dengan memanfaatkan akses Google map. Selain Google map juga dapat mengikuti akses lokasi menuju ke destinasi wisata Pantai Tanjung Bunga, vihara Satya Dharma ataupun Pura Penataran Agung. Lokasi dari Klenteng ini masih ke dalam satu wilayah dengan tempat tersebut.

Bagi para wisatawan yang berasal dari luar Bangka Belitung, dapat menggunakan rute Bandara Depati Amir yang terletak di Dual, Beluluk, Pangkalan Baru, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung. Jadi setelah keluar dari bandara, ikuti saja Jl Pulau Pelepas. Lalu ikuti saja petunjuk arah yang menuju ke lokasi Klenteng Dewi Laut / Pantai Tanjung Bunga / pura Penataran Agung ataupun Vihara Satya Dharma.

Untuk akses menuju ke Klenteng Dewi Laut dengan mudah, dapa menggunakan taxi online ataupun konvensional. Online dan konvensional pun juga tersedia di area bandara. Sementara untuk jasa sewa mobil ataupun motor, dapat ditemukan dengan mudah. Mengingat daerah tersebut merupakan pusat kota dan menjadi pusat pemerintahan sekaligus.

Tempat penginapan juga tersedia, walaupun di daerah Pangkal Pinang telah tersedia hotel mewah bintang 4 seperti Novotel, Parai beach hotel and resort, Menumbing Heritage dan lain sebagainya. Sehingga tidak perlu khawatir terlantar ketika mengunjungi Bangka Belitung. Untuk tempat penginapan sederhana juga tersedia berbagai pilihan hotel ataupun homestay.

Sosok Dewi Laut

Dewi Laut / Tian Shang Sheng Mu merupakan seorang dewi yang sangat disegani dalam ajaran kong hu chu. Bagi warga China, dewi laut atau lebih dikenal dengan Ma Zu dianggap sebagai dewi penolong bagi semua pelaut dan juga melindungi semua etnis china yang berada di wilayah laut China, terutama Laut China Selatan dan termasuk Asia Tenggara.

Sumber Gambar: Google Maps @gshunliu

Dalam ajaran Kong Hu Chu, seorang dewa / dewi mulanya hanya manusia biasa. Tetapi mereka digambarkan sebagai sosok yang sangat religius semasa hidupnya dan bersedia untuk mengorbankan nyawa untuk orang lain. Kemudian mengalami suatu peristiwa yang menyebabkan kematian. Lalu dibangkitkan kematian dan diangkat sebagai dewa / dewi.

Hal tersebut juga terjadi pada legenda dewi laut. Untuk dewi laut beberapa versi berbeda – beda. Dari semua versi yang ada, sosok dewi laut awalnya merupakan seorang wanita yang bernama Lin Mo Niang. Lin Mo Niang adalah anak dari Lin Yuan yang merupakan salah satu pengurus kepemerintahan di Provinsi Fujian. Lin Mo Niang lahir pada tanggal 23 bulan ke 3 tahun 960. Tanggal lahir tersebut berdasarkan penanggalan dari calendar china. Sementara untuk penanggalan pada kalender masehi hingga saat ini belum di tentukan.

Bagi para etnis china, terutama yang memiliki profesi sebagai nelayan dan tinggal di daerah pesisir, dewi laut menjadi pelindung ketika berlayar. Sehingga setiap hendak berlayar dan di dalam kapal terdapat tempat persembayangan untuk dewi laut.

Pembangunan Klenteng

Sumber Gambar: Google Maps @Yuyun Priatna Pesona Kahuripan

Klenteng Dewi Laut yang ada di daerah Air Itam ini termasuk ke dalam daftar Klenteng baru. Klenteng didirikan pada tahun 2000. Umur Klenteng pun masih 19 tahun, namun keberadaan dari Klenteng seakan memanggil setiap etnis china untuk bersembahyang di Klenteng tersebut. Bahkan Klenteng ini termasuk ke dalam Klenteng terbesar yang ada di Indonesia.

Oleh karena itu sejak dibangun, para etnis Tionghoa langsung mengunjungi Klenteng untuk sembahyang. Bahkan semua acara keagamaan yang diselenggarakan di Klenteng Dewi Laut ini selalu menjadi acara besar dengan dihadiri ratusan umat. Acara keagamaan pun berlangsung secara meriah dan bahkan disaksikan oleh orang dengan kepercayaan lain. Semua patung yang ada di Klenteng Dewi Laut tersebut diimpor langsung dari Cina. Sehingga nuansa budaya Cina pun masih sangat kental.

Tetapi khusus untuk patung 12 shio merupakan pemberian. Belum diketahui secara pasti para peyumbang patung 12 shio tersebut. Namun ada suatu sumber yang menyatakan bahwa para peyumbang merupakan etnis Tionghoa.

Daya Tarik Klenteng Dewi Laut Air Itam Bangka

Klenteng Dewi Laut ini memiliki daya tarik yang cukup kompleks. Daya tarik pertama dari segi lokasi Klenteng. Lokasi Klenteng ini memang berada di tepi laut. Sehingga pemandangan laut pun menjadi spot utama pada Klenteng dewi laut ini.

Lokasi Klenteng bukan hanya sekedar terletak di tepi laut, namun bangunan Klenteng menghadap langsung ke arah laut. Tepat di ujung jalan, dapat menyaksikan secara langsung hamparan laut yang sangat luas. Air laut juga cukup tenang.

Karena Klenteng merupakan tempat ibadah, para pengunjung sangat tidak diharapkan untuk berenang langsung ke laut. Sebab hal tersebut sangat tidak sopan dan kurang menghargai suatu tempat peribadatan yang dianggap sangat suci dan saklar.

Daya Tarik lain dari Klenteng Dewi Laut ini adalah patung 12 shio. Patung tersebut juga menjadi ikon dan ciri khas dari Klenteng ini yang bahkan belum tentu dapat dijumpai di Klenteng lain. Shio tersebut meliputi tikus, kerbau, harimau, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing dan babi.