OUR NETWORK

Makam Datu Syekh Abdussamad, Satu-Satunya Wisata di Kota Marabahan

Source Image: daerah.sindonews.com

Menelusuri jejak para wali, dan berkunjung ke berbagai makamnya memang sangat menyenangkan. Bukan untuk meminta restu, melainkan untuk mendoakan serta mengenang kembali jasa beliau dalam menyiarkan ajaran Islam. Seperti halnya Datu Syekh Abdussamad yang menyiarkan ajaran Agama Islam di kawasan Marabahan.

Sumber: wisatasia.com

Beliau memiliki peranan yang sangat besar dalam ajaran Agama Islam di Dayak Bakumpai. Lebih tepatnya di pesisir Sungai Barito. Lahir pada tahun 24 Dzulhijjah 1237 Hijriyah atau 1822. Beliau belajar ilmu agama, dari Ayahnya yang juga seorang ulama di Martapura.

Sekilas Mengenai Datu Syekh Muhammad

Setelah belajar dengan Ayahnya dan sudah menguasai berbagai ilmu baik yang terkandung di Al-Qur’an dan Hadits. Ia pun kembali ke Bakumpai. Bertemu kembali dengan Ibunya yang bernama Sumayah Binti Sumandi. Di kampung halamannya ia menikah dengan seorang perempuan bernama Siti Adawiyah Binti Buris.

Mereka mempunyai 4 orang anak. Selanjutnya, beliau menimba ilmu agama kembali di Makkah selama kurang lebih 8 tahun. Dirasa sudah cukup mampu, para guru menyuruhnya pulang kembali ke kampung halaman dan mengajarkan ajaran Islam.

Sumber: daerah.sindonews.com

Sayangnya, ia ditolak masuk oleh keponakannya sendiri yang juga menimba ilmu di Markah terlebih dahulu. Menariknya, Beliau sempat menghilang saat shalat karena tingginya ilmu tarekat. Hingga, akhirnya sang keponakan pun mengizinkan beliau untuk kembali ke rumahnya.

Beliau pun mendirikan majelis dakwah, langgar atau masjid. Sehingga, Suku Dayak Dalam pun juga bisa diajak masuk ke ajaran islam. Genap usianya 80 tahun atau di tanggal 13 safar 1317 M beliau akhirnya meninggal dunia.

Makam Datu Syekh Muhammad

Sumber: apahabar.com

Beliau pun dimakamkan bersama dengan beberapa keturunan ulama yang juga meneruskan perjuangannya berdakwah islam. Menariknya, malam ini saat ini menjadi salah satu objek wisata yang paling populer di kota Marabahan. Saat kamu memasuki kawasannya, ada bangunan yang sangat megah dan indah yang bisa kamu lihat.

Nah, ditengah-tengahnya kamu bisa melihat makam seorang pengusaha terkaya di kota Marabahan. Berjalan lebih ke dalam lagi, kamu akan sampai sebuah bangunan, disana ada beberapa makam yang merupakan Guru Besar. Masuk ke dalam lagi sedikit jauh barulah kamu bisa melihat makam ulama ternama kota Marabahan.

Biasanya, di hari kamis sore sampai jumat, atau beberapa hari menjelang bulan Ramadhan. Banyak peziarah yang datang dan berkunjung ke tempat ini. Bahkan setiap harinya bisa mencapai angka 300 peziarah lho.

Cara Pergi ke Makam

Objek wisata ini terletak di Kota Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Menuju ke Objek wisata ini, kamu bisa masuk melalui Bandara Syamsudin Noor terlebih dahulu. Untuk harga maskapai yang melayani penerbangan ini pun bervariasi. Mulai dari 500 ribuan di beberapa kota besar di Jawa.

Selanjutnya, kamu bisa menggunakan kendaraan menuju ke objek wisata yang membutuhkan waktu kurang lebih. 2 jam 21 menit. Atau menempuh jarak 90,5 kilometer. Kamu bisa melalui Jln. Gubernur Syarkawi.

Sisi Menarik Makam

Ada hal yang menarik yang bisa kamu nikmati disini. Selain berdoa dan berziarah. beberapa ornamen yang disuguhkan benar-benar mengejutkan. Selain itu, tidak ada sampah sedikit pun yang akan kamu temui. Untuk seluruh fasilitas juga sudah tersedia seperti, toilet yang terawat dengan baik.

Sumber: zainvsi.blogspot.com

Tidak ada tarif tiket hanya saja kamu disuruh untuk menulis buku tamu. Lalu, memberi uang kebersihan seikhlasnya. Disini, kamu juga akan menemukan banyak pedagang kaki lima yang berjualan. Jadi, tidak usah takut stock makanan atau minuman habis ya.

Kesimpulan

Marabahan adalah kota yang belum memiliki objek wisata. Baik alam maupun theme park yang mengesankan. Oleh karena itu, kehadiran makam ini menjadi salah satu alasan mengapa kamu harus datang kesini.

Makam Datu Syekh Abdussamad adalah ulama yang memang disegani seluruh wilayah Marabahan waktu itu. Oleh karena itu, tidak heran bila sampai saat ini makam beliau masih saja dikunjungi oleh banyak tamu dari berbagai daerah. Banyak rombongan-rombongan yang sering terlihat. Jadi, mereka sudah pernah datang ke sini, lalu kamu kapan?

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…