OUR NETWORK

Masjid Asasi Sigando, Sejarah Peradaban Islam di Tanah Sumatera

Sumber: Instagram @harrysulistio

Saat ini dunia pariwisata Indonesia mulai berkembang sangat pesat. Tidak hanya mampu menciptakan wisata alam baru dengan segala pesonanya. Melainkan, negeri ini sudah mampu merawat sebuah bangunan tua sehingga, menjadi objek wisata baru nan mengesankan.

Seperti halnya, yang terdapat di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat. Disana, kita akan disuguhkan dengan masjid yang mempunyai desain dan arsitektur yang sangat mengesankan. Namanya adalah Masjid Asasi Sigando yang saat ini sedang naik daun dari pandangan wisata.

Mengenal Masjid Asasi Sigando

Masjid ini digadang-gadang sebagai yang tertua di Kota Padang Panjang. Usianya mencapai ratusan tahun. Keelokan masjid ini sudah bisa anda lihat dari kejauhan. Dimana, bentuknya seperti sebuah limas yang akan mengingatkan kita pada masjid  Demak yang menjadi tertua di jawa.

Sumber: Instagram @elsarahmadhanti09

Tetapi, saat kita melihat lebih dekat lagi, Atapnya tidak hanya berbetuntuk limas saja. Melainkan, ada penambahan gonjong seperti yang bisa kita lihat di berbagai rumah Gadang. Menurut catatan sejarahnya, Masjid Asasi Sigando ini menjadi yang tertua kedua dan diperkirakan di bangun pada tahun 1400. Tetapi, menurut kesepakatan yang pernah dilakukan oleh pemuka agama di sekitar yang dilakukan pada tahun 1900.

Sumber: Instagram @diahhermanto

Masjid ini di bangun pada tahun 1718. Hingga saat ini, masih belum adanya kepastian kapan dibangun. Hanya saja, yang pasti masjid ini di bangun di atas tanah wakaf Imam Baso dan Khatib Kayo Almarhum Suku Kato yang dahulu digunakan untuk pusat aktifitas Islam di empat nagari yaitu, Gunung, Paninjauan, Tembangan dan Jawo.

Sejarah Perjalanan Masjdi Asasi Sigando

Sumber: Instagram @kampung.sigando

Seiring berjalannya waktu, empat nagari ini mulai mendirikan masjid masing-masing agar pusat kegiatan Islami mudah dilakukan. Perlu diketahui bila Masjid Asasi Sigando sudah ditetapkan sebagai cagar budaya. Sampai hari ini, tercatat sudah dua kali melakukan perbaikan tanpa mengubah bentuk aslinya. Perbaikan pertama adalah atapnya. Dimana, dahulu menggunakan ijuk, saat ini pun sudah diganti dengan seng. Bagian dalamnya juga dibenahi dengan menggunakan dinding kayu.

Sumber: Instagram @kiddrock85

Menariknya lagi lantai kayu yang digunakan untuk sholat dan tiang utama masih asli, belum dirubah atau diganti sekali pun. Ini yang membuktikan bahwa betapa kokohnya semua materi yang digunakan.

Menjelajah Masjd Asasi Sigando

Sumber: Instagram @sumbar.punya.sejarah

Menikmati wisata ini memang tidak hanya dari luarnya saja. Melainkan, kita harus masuk ke dalam untuk beribadah dan menikmati berbagai macam arsitektur kuno Padang Panjang yang tampak mengesankan. Ruangannya cukup lapang dan terdapat delapan tiang untuk menopang bangunan. Ditambah lagi dengan satu tiang utama atau tunggak tuo.

Masjid ini pun mempunyai beberapa ruangan seperti, ruang sholat sebagai yang utama. Kemudian, secara terpisah terdapat ruang  arsip, pustaka, dan juga gharin.

Salah satu benda menarik yang bisa anda temukan di sebauh kamar adalah brangkas kuno yang berasak sejaka zaman pmerintahan hindia belanda. Sampai saat ini tidak ada satu pun yang bisa membukanya lantaran tidak ada yang tahu bagaimana caranya.

Bangunan lain yang bisa anda nikmati adalah ruang bedug atau disebut dengan rangkiang. Sebenarnya, ada dua hanya saja karena faktor usia rangkiang ini pun harus hancur.

Daya tarik lain yang bisa anda nikmati disini adalah hadirnya Garitiak Tabuah. Dimana, anda akan disuguhkan dengan memukul tabuh secara bergantian. Mulai dari tiga hari menjelang hari raya idul fitri.

Cara menuju ke Masjid Asasi Sigando

Sumber: Instagram @alam_nagari_minangkabau

Tempat ini terletak di JalanSyech Ibrahim Musa No.41, Kelurahan Sigando, Kecamatan Padang Panjang Timur, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat 27112.

Bila anda berasal dari luar pulau sumatera,anda bisa memilih menggunakan pesawat dengan turun di bandara minangkabau international. Setelah itu, anda bisa memanfaatkan jalan lintas barat sumatera sejauh 59,3 km atau estimasi waktunya mencapai  1 jam 36 menit. Objek wisata ini tidak memungut biaya sama sekali, tetapi tidak ada salahnya bila anda memasukkannya ke kotak infaq yang disediakan.

Sumber: Instagram @uda_gusti

Sayang, sejarah panjang dari masjid ini tidak bisa kita nikmati. Lantaran, saat beberapa anggota DRPD berkunjung ke Belanda. Mereka tidak diizinkan untuk menyalinnya ke dalam sebuah catatan.

Masjdi Asasi Sigando adalah pesona wisata sejarah yang sangat mengesankan. Ukiran-ukiran masjid ini menjadi salah satu daya tarik yang tidak boleh anda  lewatkan sedikit pun. Sudah banyak wisatawan berkunjung ke sini, lalu anda kapan?

Comments

Loading...