in

Masjid Harun Keuchik Leumik Ikon Religi Baru Aceh

Sumber Gambar: Google Maps @AHMAD ADAMY

Masjid Harun Keuchik Leumik menjadi destinasi wisata religi yang wajib dikunjungi, terutama bagi Anda umat muslim. Lokasinya berada di Desa Lamseupeung, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh.

Bila dilihat dari sejarahnya memang cukup menarik dimana, dalam pembangunannya menghabiskan waktu sekitar 29 bulan. Waktu yang cukup singkat untuk ukuran bangunan super megah ini.

Beberapa wisatawan menjulukinya sebagai Masjid Emas Aceh. Banyak wisatawan dari berbagai negara berkunjung bukan hanya beribadah, melainkan melihat kemegahan sejarahnya. Hal ini tidak lepas dari impian besar Haji Harun selama 20 tahun lamanya.

Jadi, beliau ini ingin membangun sebuah rumah ibadah. Keinginan tersebut terwujud pada tahun 2019 ketika, beliau membuatnya di lahan tanah kosong peninggalan Haji Keuchik Leumik.

Setelah melakukan berbagai pertimbangan dan bercerita ke berbagai pihak, akhirnya beliau mulai membangunnya dengan 4 buah syarat, salah satunya adalah pembuatannya tidak boleh setengah-setengah. Tetapi, harus megah dan mempesona, sehingga mampu menarik orang untuk datang beribadah.

Selanjutnya, harus dibangun dengan dana keluarga, dilarang meminta bantuan, setelah selesai namanya adalah Harun Keuchik Leumiek dan syarat terakhir dilarang menyebutkan berapa nominal pembangunannya.

Masjid Harun Keuchik Leumik Merupakan Ikon Baru Aceh

Sumber Gambar: Google Maps @kita kita

Semenjak kehadirannya harus diakui bahwa, Aceh mempunyai ikon baru. Hal ini terlihat dari perjalanan yang disuguhkan oleh masjid ini, terlihat begitu mengesankan, tidak heran bila banyak orang memanfaatkannya sebagai salah satu tempat untuk prosesi akad nikah.

Disebut juga dengan nama Masjid Emas Aceh, karena secara keseluruhan menggunakan cat berwarna kuning. Sehingga, terlihat seperti emas, apalagi suasana sekitar mempunyai sungai yang cukup panjang, saat siang hari terlihat sekali memantulkan keindahan betapa megah dan menawannya bangunan tersebut.

Pengusaha logam dan budayawan kaya tersebut didesain ramah jamaah. Tidak heran bila bagian depan mereka membentuk sebuah rumah panggung dimana, desainnya sendiri seperti sebuah rumah yang sering digunakan sebagai adik-adik untuk belajar mengaji.

Bagian Dalam Masjid Harun Keuchik Leumik

Sumber Gambar: Google Maps @Deddy Pratama

Bagian dalam dari tempat ibadah ini tidak kalah menarik dengan apa yang disuguhkan di luar. Dimana seluruh kawasannya didominasi oleh warna hijau serta kuning. Beberapa ornamen lain seperti Kaligrafi juga terlihat menghiasi bagian dalamnya.

Jika, membutuhkan bantuan tidak perlu khawatir karena, sudah ada penjaga yang siap menemani sekaligus membantu kamu. Tidak heran dengan berbagai fasilitas yang ditampilan bisa menarik minat wisatawan,

Ada banyak kegiatan bisa dilakukan disini, mulai dari hari jumat malam setiap awal bulan dimana pihak pengelola menghadirkan zikir bersama rutin. Serta setiap hari minggu, mereka juga mengadakan pengajian akbar, dengan jumlah jamaah yang terus bertambah.

Kemegahan Masjid Harun Keuchik Leumik

Sumber Gambar: Google Maps @Bagoes Hardy

Luas masjid ini kurang lebih 2500 meter persegi, mempunyai satu kubah besar dan 4 kubah kecil. Terdapat pula sebuah menara dengan ketinggiannya mencapai 52 meter. Semua bahan bangunannya terbuat dari kayu asli. Dimana, seluruh kayunya didatangkan langsung dari Boyolali.

Menuju ke tempat ibadah ini, bisa dilakukan mulai dari Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh, yang membutuhkan waktu kurang lebih 26 menit. Jaraknya sendiri sekitar 16,5 kilometer. Lokasinya memang hanya berjarak 6 menit saja dari Masjid Baiturrahman.

Secara keseluruhan kawasan ini memang megah dan mengesankan, mulai dari bangunan, suasana hingga kegiatannya yang dilakukan memang terkesan sangat menarik. Tidak heran bila banyak wisatawan merekomendasikannya.

Jika, ingin suasana lebih meriah lagi, cobalah datang saat bulan Ramadhan, Rasa kebersamaan, Kemeriahan dalam menyambut bulan penuh berkah dengan berbagai kegiatan menarik dapat dilakukan disini, unsur keislamannya begitu kental, bagaimana sudah ada agenda berkunjung ke Masjid Harun Keuchik Leumik?