OUR NETWORK

Megahnya Tugu Sabang Merauke Di Kota Sabang

Jika anda sedang berada di Aceh rasanya kurang lengkap jika tidak mengunjungi Tugu Sabang – Merauke.

Yup, sesuai namanya tugu ini memang ada dua, yang satu di Sabang, dan yang satunya lagi ada di Merauke.  Tugu yang populer dengan nama Tugu Nol Kilometer ini berada di Desa Lboih, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, Provinsi Aceh atau tepatnya di Pulau Weh yang merupakan salah satu pulau paling populer di Sabang. Tidak hanya dijadikan sebagai penanda batas wilayah saja, monument ini pun adalah simbol sakral pemersatu bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Sumber: Instagram @pesonaid_travel

Lantas apa saja fakta menarik dari Tugu Nol Kilometer yang berada di wilayah Indonesia paling barat ini? Yuk, cari tahu lebih dekat. Ini dia pembahasan selengkapnya.

Akses Lokasi

Jika anda adalah wisatawan dari luar Aceh untuk menuju lokasi ini maka bisa menggunakan Jalan Banda Aceh, kemudian naik Kapal Feri dari Pelabuhan Ulee Lheue, lalu ke Pulau Weh. Estimasi waktu perjalanannya kurang lebih sekitar satu jam.

Saat anda telah tiba di Pulau Weh maka bisa langsung melanjutkan perjalanan menuju Tugu Nol Kilometer dengan waktu tempuh yang sama yaitu sekitar 1 jam. Jangan khawatir jalanan yang kurang bagus kini telah diperbaiki oleh pemerintah setempat, supaya para wisatawan semakin nyaman ketika perjalanan menuju Tugu Nol Kilometer.

Sumber: Instagram @exneviatravel

Selama perjalanan anda akan disuguhi dengan pesona dari Pulau Weh berupa deretan pantai yang eksotis dan perbukitan hijau yang masih sangat asri. Tidak jarang, dipinggir jalan anda juga bisa saja menemukan kawanan simpanse yang sedang bergelantungan menginginkan makanan dari para wisatawan. Hihi nakal, ya?

Megahnya Tugu Nol Kilometer di Sabang

sumber: Instagram @ivanrdsh

Setibanya di sana anda akan melihat badan Tugu Nol Kilometer dicat dengan warna putih dan pada bagian atasnya menyempit seperti mata pada bor. Pada puncak tugu tersebut akan terlihat patung garuda yang menggengam sebuah angka 0.

sumber: Instagram @mya_zahra

Sebagai informasi Tugu Nol kilometer disahkan di Kota Sabang per tanggal 9 Sepetember 1997 oleh Wakil Presiden yang ketika itu dijabat oleh Try Sutrisno. Setelah 2 minggu peresmian, tepatnya pada tanggal 24 September BJ Habibie sebagai Menteri Riset dan Teknologi kala itu menambahkan semacam prasasti.

sumber: Instagram @infosabang

Dimana prasasti tersebut menjelaskan seputar penetapan posisi geografis 0 kilometer yang pengukuranya dilakukan langsung oleh Badan Penganalisaan dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk mengaplikasikan GPS alias global positioning system

Dalam sejarah perkembangannya Tugu Nol Kilometer ini telah mengalami beberapa kali renovasi. Tentu saja hal tersebut dilakukan supaya Tugu Nol Kilometer tampil dengan lebih megah dan indah. Salah satu hasil dari renovasi tersebut adalah dengan menambahkan semacam tugu bertuliskan Kilometer 0 Indonesia yang dapat dilihat dengan jelas pada area halaman depan. Di samping itu, dilakukan juga penyempurnaan pada beberapa komponen tugu.

sumber: Instagram @ina_nty21

Lingkaran besar yang melambangkan angka 0 tersebut terbuat dari semen dengan diameter 50 CM.  Tugu Nol Kilometer memiliki ketinggian sekitar 22,5 meter. Namun mengacu pada prasasti yang terdapat pada tugu bangunan tersebut mencapai 43,6 meter dari atas permukaan laut.

Anda juga bisa menemukan senjata rencong pada tugu, yang menginterpretasikan bahwa Aceh juga ikut ambil peran dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Adapun makna pada ornament berbentuk segi delapan pada tugu adalah bukti landasan ajaran islam, kebudayaan aceh, serta nusantara dalam lingkup yang sangat luas ke 8 penjuru mata angin.

Ketika berkunjung ke tugu ini, anda juga bisa naik ke atasnya loh sebab sekarang sudah dibangun tangga pada badan tugu. Ketika berada di atas, anda bisa melihat pemandangan alam Pulau Weh dengan hamparan lautan luasnya yang sangat menakjubkan serta perbukitan hijau yang begitu memanjakan mata.

sumber: Instagram @wawan_pratams

Dari atas sinilah menikmati sunset akan terasa begitu megah dan romantic. Banyak sekali muda mudi yang mengabadikan moment sunset dari atas tugu ini.

Oh, ya, anda juga nantinya akan memperoleh sertifikat. Sertifikat tersebut akan diberikan dari agen perjalanan resmi manapun di sabang sebagai bukti bahwa anda pernah berdiri dititik paling barat di Indonesia ini. Keren, kan?

Fasilitas Tugu 0 Kilometer

@sumber: Instagram @siyadi_nugroho

Fasilitas di Tugu Nol Kilometer terbilang cukup mumpuni. Area parkirnya luas, terdapat taman, tempat sampah, kamar mandi juga mushola yang bisa dipakai untuk menunaikan kewajiban shalat 5 waktu.

Di sekitar area tugu anda juga bisa menemukan banyak pedagang yang menjual pernak pernik yang dapat dibeli untuk oleh – oleh. seperti pin, topi, t-shirt dan masih banyak lagi.

Setelah puas berkeliling Tugu Nol Kilometer anda mungkin lapar, jangan khawatir banyak sekali toko juga café-café disekitar tugu yang menjajakan makanan dan minuman khas Aceh yang enak-enak. Sst .. beberapa café bahkan menyajikan panorama menghadap ke laut. Akan lebih asyik lagi jika sembari menikmati pemandangan laut ditemani juga oleh secangkir kopi Aceh. Wah-wah bisa semakin lengkap saja hari menyenangkan anda.

Nah, itulah kemegahan Tugu Sabang – Merauke alias Tugu Nol Kilometer yang ada di Sabang. Menarik sekali, bukan? Jangan lupa untuk mengunjunginya, ya. Jika anda penasaran dengan kembarannya, kunjungi juga Tugu Nol kilometer di Merauke, Papua, hihi. Memang jauh, sih, tapi bagi seorang traveller sejati berkeliling Indonesia dari barat sampai timur tentu saja bukanlah hal yang membosankan, justru penuh tantangan dan tentu saja menyenangkan.

Salam hangat untuk seluruh traveller di Indonesia.

Comments

Loading...