in

Mengenang Sejarah di Fort Du Bus

Sumber Gambar: ardi-lamadi.blogspot.com

 

Melakukan wisata sejarah dengan mengunjungi situs atau tempat terjadinya kejadian bersejarah atau mengunjungi museum adalah hal yang menyenangkan sekaligus menakjubkan untuk dilakukan. Dimana saat kita berada disana kita dapat membayangkan apa yang manusia pada masa itu lakukan pada kehidupan sehari-harinya, apa yang mereka lakukan untuk bersenang-senang, apa yang mereka makan, bagaimana cara mereka berpakaian dan cara mereka berinteraksi dan berkomunikasi dengan satu dengan yang lainnya dan bagaimana cara mereka berpergian ke tempat lainnya. Sebagai sebuah negara yang memiliki sejarah yang panjang, kita dapat menemukan berbagai macam peninggalan pendahulu kita bahkan karena indonesia memiliki sejarah pernah menjadi jajahan negara lain kita juga dapat menemukan peninggalan mereka.

Sumber Gambar: http://kaimananews.com/

Peninggalan sejarah tersebut dapat ditemukan dalam berbagai bentuk mulai dari peralatan, pengetahuan, jembatan sampai bangunan. Bahkan kita sampai sekarang masih dapat menemukan bangunan peninggalan belanda yang masih terawat dan bahkan masih digunakan walaupun secara fungsi mungkin sudah berubah seperti gedung pemerintahan yang beralih fungsi menjadi bangunan sekolah. Di sini penulis akan mengenalkan kalian kepada sebuah bangunan peninggalan belanda yang akan sayang untuk dilewatkan bagi kalian pecinta sejarah atau yang menyukai menjelajahi suatu tempat, nama tempat tersebut adalah Fort Du Bus.

Sumber Gambar: wisatabentengindonesia.wordpress.com

Fort Du Bus merupakan sebuah benteng yang dibangun dan diresmikan pada tanggal 24 Agustus 1828 yang bertepatan juga dengan hari peringatan ulang tahun Raja Belanda Willem III oleh pemerintah hindia belanda dengan tujuan untuk menghambat gangguan dari pasukan kolonial Inggris dari selatan tepatnya dari Australia. Benteng tersebut terletak di Teluk Triton di pantai barat daya New Guinea yang merupakan sebutan untuk provinsi Papua di Indonesia pada masa itu. Walupun dikenal dengan nama Benteng fFort Du Bus sebenarnya kata fort memiliki arti benteng dalam bahasa belanda, sedangkan du bus diambil dari nama Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang berkuasa pada saat itu yaitu L.P.J. Burggraaf du Bus de Gisignies.

Jika kalian ingin mengunjungi benteng fort du bus maka kalian dapat menemukan lokasinya di Desa Lobo, kawasan teluk Triton kabupaten Kaimana Papua Barat. Sedikit trivia teluk triton teluk Triton dikatakan dinamakan menurut nama Kapal corvet Triton yang pertama kali menemukan teluk tersebut oleh belanda tetapi sebenarnya teluk tersebut telah memiliki nama yang dikenal oleh para penduduk asli yaitu Uru Lengguru. Dikatakan Benteng Fort Du Bus terus beroperasi sampai pada sekitar tahun 1835 benteng tersebut akhinya dikosongkan dan ditinggalkan karena terjangkitnya para penduduk disana dengan berbagai macam penyakit terutama malaria yang mengakibatkan meninggalnya sebagian besar penduduk dan banyaknya penyerangan yang dilakukan oleh suku-suku dari Seram dan Goram. Benteng tersebut diperkirakan masih berdiri sampai pada sekitar bulan februari tahun 1836 dimana benteng tersebut menurut para ahli sejarah kemudian dihancurkan dan yang saat ini menjadi tanda bahwa pernah berdiri suatu benteng di lokasi tersebut adalah melalui sebuah tugu yang masih berdiri sampai sekarang.

Sumber Gambar: Instagram @andreasmoymoy

Di lokasi bekas tempat berdirinya bangunan dapat dikatakan tidak terlalu banyak yang dapat dilihat dari sisa benteng itu sendiri walaupun kalian mungkin masih dapat menemukan beberapa fondasi benteng yang telah digali oleh para arkeologi. Tetapi jika kalian menyukai hal-hal yang berbau sejarah kalian dapat datang dan melihat secara langsung suatu tempat dimana dulunya pernah menjadi saksi biksu belanda yang sedikit demi sedikit menanamkan kekuasaan mereka di tanah indonesia sampai akhirnya ditinggalkan dan menjadi tinggal puing-puing dalam sejarah.

Selain lokasi bersejarah kalian juga dapat menikmati pemandangan dan udara yang ada disekitar, dimana pepohonan nan hijau tumbuh dengan subur dan menyegarkan mata dan pikiran didampingi dengan sejuknya udara yang dapat kalian nikmati sepuasnya apalagi setelah terbiasa dengan hiruk pikuk dan polusi di padatnya perkotaan. Lokasi ini juga dekat dengan Teluk Triton yang menyediakan pemandangan yang indah jadi sekali berkunjung kalian dapat berwisata ke dua tempat yang berbeda dan dapat merasakan pengalaman wisata yang berbeda dari salah satu bagian sejarah di indonesia sampai keindahan alam bumi pertiwi.