OUR NETWORK

Tempat Wisata Edukasi Sejarah Museum Tuanku Imam Bonjol

Museum Tuanku Imam Bonjol merupakan sebuah museum yang diperuntukkan mengenang jasa sang pahlawan nasional Tuanku Imam Bonjol. Museum ini mempunyai berbagai macam koleksi benda sejarah yang dapat dijadikan sebagai edukasi positif untuk memahami seberapa besar perjuangan bangsa dalam melawan penjajah.

Sumber: Instagram @larfa_photography

Lokasi Museum Tuanku Imam Bonjol

Letak dari museum ini berada di Jl Lintas Tengah Sumatera, Ganggo Hilia, Bonjol, Pasaman. Letak dari museum ini berada tidak jauh dari lokasi Benteng Bukit Tajadi atau Benteng pertahanan Tuanku Imam Bonjol.

Dengan adanya museum ini, ada 2 buah destinasi wisata sejarah sekaligus.
Kompleks dari museum ini sangat luas dan mencapai lebih dari 2,5 hektar. Untuk bangunan dari museum sendiri sebesar 42 x 16.50 meter persegi.

Membutuhkan waktu selama ± 3 tahun untuk mendirikan museum ini. Awal pembangunan dilakukan pada 1987 dan berakhir pada 1990.

Gedung Museum Tuanku Imam Bonjol

Desain dari gedung ini menggunakan desain rumah adat suku Minangkabau, yaitu rumah Godang. Rumah adat ini mempunyai ciri – ciri khusus dan mencolok pada bagian atap. Bentuk atap menyerupai dengan bentuk tanduk yang disebut dengan Gonjong.

Sumber: Instagram @zulfahmialfian

Gedung museum ini mempunyai 2 buah lantai. Pada lantai yang pertama terdapat berbagai macam koleksi pribadi milik sang pahlawan. Sebagian besar benda tersebut adalah senjata tunggal yang telah dipergunakan oleh Tuanku Imam Bonjol ketika berperang.

Ada suatu hal yang sangat memperhatikan dari koleksi museum pada lantai ini. Hal tersebut adalah beberapa benda koleksi hanya berupa replika. Sedangkan untuk benda asli telah hilang dan dicuri. Hingga kini pun belum dapat menemukan seorang yang tidak bertanggung jawab yang telah mencuri benda bersejarah tersebut.

Sumber: Kelanakecil

Selain benda yang berupa koleksi pribadi Tuanku Imam Bonjol, di lantai ini terdapat lukisan sang pahlawan. Lalu juga terdapat daftar silsilah keluarga Tuanku Imam Bonjol.

Sedangkan pada lantai 2 terdapat koleksi benda – benda kuno. Benda – benda tersebut hanya berupa koleksi umum, khususnya yang berhubungan dengan suku Minangkabau. Daftar koleksi di lantai dua ini meliputi peralatan dapur kuno, interior kuno, pakaian adat, keramik kuno dan lain – lain.

Sejarah Singkat Riwayat Hidup Tuanku Imam Bonjol

Tuanku Imam Bonjol lahir di Bonjol, Pasaman pada 1 Januari 1772. Nama asli dari pahlawan nasional ini adalah Muhammad Shahab. Ayah dari Tuanku Imam Bonjol merupakan seorang ulama besar yang berasal dari Sungai Rimbang, Suliki.

Nama ulama dan sekaligus ayah dari sang pahlawan adalah Bayanuddin. Sedangkan nama ibunda adalah Hamatun. Ayah Tuanku Imam Bonjol sangat terhormat akan ilmu agamanya sangat kuat. Bayanuddin pun mendapatkan beberapa julukan. Julukan tersebut meliputi Malin Basa, Peto Syarif dan Tuanku Imam.

Sumber: Instagram @arb_lvr

Sedangkan gelar dari Tuanku Imam Bonjol diperoleh dari Tuanku nan Renceh. Beliau menunjuk Muhammad Shahab sebagai pemimpin kaum Padri dalam peperangan antar suku.

Kaum Padri sendiri merupakan sebuah suku yang mendiami daerah Bonjol. Karena itulah Muhammad Shahab mendapatkan gelar sebagai Tuanku Imam Bonjol. Gelar dari Tuanku Imam Bonjol pun lebih dikenal daripada nama asli dari sang pahlawan.

Jasa dari Tuanku Imam Bonjol dikenal melalui perang Padri. Perang Padri tersebut mulanya hanyalah perang antar suku Padri dan suku adat. Tetapi suku adat sendiri cukup licik dengan meminta bantuan dari pihak Belanda hanya untuk memenangkan suatu perang kecil.

Lambat laun karena Belanda selalu dikalahkan oleh kaum Padri pun mengundang bencana hingga akhirnya secara tidak langsung bukan lagi perang kecil antar suku. Melainkan sebuah perang besar antara Belanda dan Tuanku Imam Bonjol. Belanda pun sempat beberapa kali meminta bantuan kolonial tambahan supaya dapat memenangkan perang tersebut. Sikap Belanda yang tidak mau kalah dengan warga pribumi pun akhirnya menuai kemenangan.

Atas kemenangan Belanda tersebut Tuanku Imam Bonjol memutuskan untuk menyerah. Keputusan sang pahlawan untuk menyerah bukan berarti sepenuhnya kalah. Hanya saja Tuanku Imam Bonjol mempertimbangkan kondisi kaum Padri yang telah lelah untuk melakukan perlawanan.

Lalu Tuanku Imam Bonjol pun secara sukarela menyerahkan diri kepada Belanda. Hukuman yang diperoleh Tuanku Imam Bonjol adalah diasingkan dan dibuang ke suatu tempat. Tuanku Imam Bonjol pun juga sempat dipindahkan ke beberapa tempat. Untuk tempat terakhir yaitu di daerah Minahasa. Selain sebagai tempat terakhir diasingkan, tempat tersebut juga sekaligus menjadi tempat sang pahlawan menghembuskan napas terakhir.

Harga Tiket Masuk Dan Waktu Operasional Museum Tuanku Imam Bonjol

Tarif kontribusi masuk dari museum ini cukup murah yaitu hanya sebesar 5.000 IDR per orang. Tempat wisata tersebut juga menjadi tempat wisata favorit semua orang dan sekaligus menjadi referensi wisata edukasi anak – anak dan pelajar.

Untuk waktu operasional dari museum ini mulai dari hari senin – sabtu. Sedangkan pada hari minggu kawasan museum ditutup. Waktu berkunjung pun juga terbatas, dari pukul 08.00 WIB – 18.00 WIB.

Fasilitas Museum

Berikut ini adalah fasilitas yang terdapat di museum Tuanku Imam Bonjol :

1. Fasilitas umum

Fasilitas ini mungkin hanya sekedar fasilitas yang harus dimiliki oleh sebuah tempat wisata. Fasilitas tersebut hanya berupa toilet, tempat ibadah, tempat parkir dan lain – lain.

2. Patung Tuanku Imam Bonjol

Sumber: Instagram @z_asyari

Fasilitas ini merupakan ikon utama dari museum ini. Patung Tuanku Imam Bonjol tidak begitu tinggi dan besar. Patung tersebut berwarna putih. Hal sangat ikonik dengan latar belakang sang pahlawan yang merupakan putra dari ulama besar dan sangat dihormati setiap orang.

3. Koleksi museum

Ada berbagai macam koleksi museum yang dapat dinikmati oleh para pengunjung. Koleksi tersebut berupa senjata – senjata perang yang digunakan oleh kaum Padri. Sebagian besar senjata tersebut hanya berupa senjata tradisional. Selain itu ada juga benda – benda adat khas suku Minangkabau.

Hal yang utama dari koleksi museum adalah ukiran alur perang Padri. Pada ukiran Tuanku Imam Bonjol berwarna emas. Sebagian besar pengunjung sangat diharapkan supaya menjaga semua koleksi museum. Sebab sebagian besar dari koleksi museum telah hilang.

4. Akses taman yang luas

Kompleks museum memang sangat luas. Halaman museum pun juga menjadi sebuah taman yang cukup rindang. Pengunjung pun dapat bersantai di taman museum Tuanku Imam Bonjol tersebut. Koleksi flora dari taman memang tidak begitu kompleks. Tetapi cukup untuk memberikan udara yang segar dan bebas dari polusi.

Selain itu taman juga tertata dengan cukup rapi dan bersih. Sayangnya masih ada beberapa pengunjung yang suka membuang sampah sembarangan.

5. Monumen Tugu Khatulistiwa

Sumber: Instagram @iqshan_f1

Mungkin merupakan suatu kebetulan lokasi dari museum terletak tepat di tengah – tengah bumi. Karena hal tersebut, di dalam museum pun dibangun sebuah monumen Tugu Khatulistiwa. Ada beberapa suatu fenomena alam yang akan terjadi ketika berada di kawasan tersebut.

6. Food stand

Fasilitas lain yang tersedia di museum ini adalah sebuah Food stand. Dalam area tersebut tersedia beberapa penjual yang menjajakan berbagai macam kuliner tradisional dan modern.

Comments

Loading...