in

Nasi Kalong – Kuliner Malam Di Bandung Yang Sehat

Sumber Gambar: @zomato.com

Kota Bandung telah berkembang menjadi kota pelesir dengan berbagai macam objek wisata dan juga kulinernya yang menarik. Dari wisata alam hingga aneka jenis wisata kekinian. Kuliner di Kota Bandung pun tak ada habisnya, dari mulai kuliner untuk sarapan di pagi hari hingga tengah malam, Sahabat Wisato tak akan sulit untuk mencari makanan. Jika Sahabat Wisato terasa lapar ditengah malam di Kota Bandung jangan khawatir, banyak pilihan menu yang disediakan di kota kuliner ini, salah satu diantaranya Resto Nasi Kalong.

Arti Dibalik Nasi Kalong

Sumber Gambar: Google Maps @Pergikuliner

Mendengar kata ‘Nasi Kalong’ terlintas dipikiran apakah artinya adalah nasi dari kelelawar? Tentu tidak! Sebutan ‘Nasi Kalong’ memiliki banyak arti. Jadi menurut pemilik resto ini, Nasi Kalong diartikan dari nasinya yang memiliki warna khas merah-kehitaman menyerupai warna kelelawar atau bisa juga berarti resto ini bukanya pas malam hari seperti kelelawar yang melek di malam hari. Sangat mudah menjumpai resto Nasi Kalong, lokasinya berada di Jalan R.E. Martadinata (Jalan Riau) Nomor 57, persis di samping Gereja HKBP, Kota Bandung.

Buka Hingga Subuh

Sumber Gambar: Google Maps @Johann Sanjaya

Inilah menjadi salah satu alasan resto ini dinamakan Nasi Kalong. Untuk jam operasional Nasi Kalong dibuka dari pukul 19.00 hingga pukul 03.00 subuh. Yang bikin menarik, semakin malam, semakin ramai pula pengunjung yang datang untuk menyantap Nasi Kalong. Cocok untuk Sahabat Wisato yang begadang tapi perut sedang lapar.

Nasi Merah-Hitam

Sumber Gambar: Google Maps @Hendry Lim

Nasinya kok berwarna merah-kehitaman? Bahaya gak tuh!? Tenang Sahabat Wisato. Ciri khas nasi kalaong sendiri memiliki warna merah-kehitaman karena pemilihan beras merah sebagai bahan dasar dan diramu sedemikian rupa dengan bumbu kluwek yang biasa digunakan untuk membuat rawon. Tak lupa ditambah lagi dengan beberapa bumbu rempah seperti bawang merah, kelapa parut dan cabai, membuat nasi kalong ini memiliki bau yang wangi, gurih dan sedap di lidah. Bukannya bahaya, justru Sahabat Wisato akan lebih sehat mengkonsumsi beras merah.

Ada alasan khusus mengapa beras merah digunakan dalam sajian ini. Menurut pemilik resto, menu yang disantap pada malam hari tak bisa disamakan dengan makanan di siang hari. Saat malam, kandungan gizi dan lemak dai makanan harus diperhatikan. Karena hal itu, Nasi Kalong pun diputuskan menggunakan beras merah. Dapat sehatnya, dapat lezatnya juga!

Varian Menu Beragam

Sumber Gambar: Google Maps @Pergikuliner

Sejak tahun 2007, keberadaan nasi kalong sudah menemani masyarakat Kota Bandung. Semakin berjalannya waktu, sejumlah menu yang ditawarkan sukses disukai oleh banyak pelanggan. Terbukti dari nama Nasi Kalong yang mulai terkenal di seluruh penjuru kota dan berhasil menarik perhatian food blogger hingga para artis juga melirik resto ini.

Nasi Kalong sendiri dihidangkan dalan konsep prasmanan. Menu yang ditawarkan sangat beragam sehingga memudahkan para pengunjung untuk mengambil lauk sesuai dengan selera masing-masing. Untuk menghindari rasa bosan, pemilik restoran ini senantiasa menyajikan masakan yang berbeda. Namun disetiap resto pasti memiliki menu andalan mereka. Yang menjadi menu tetap di resto ini adalah ayam goreng madu dengan rasa manis dan daging yang empuk.

Sumber Gambar: Google Maps @Rimonta Gunanegara

Ayam goreng madu disini menggunakan ayam kampung yang sudah dipotong kecil-kecil, lalu direndam dengan madu sekitar 10-20 menit, tujuannya agar bumbu benar-benar meresap ke dalam. Selanjutnya daging ayam diberi tepung dan dioven hingga setengah matang, kemudian digoreng.

Adapun menu favorit lain yang disukai para pengunjung, yaitu tumis bakar buncis, dendeng ayam gepuk abon, ebi goreng kremes dan masih banyak lagi. Tersaji hingga 20 lauk dengan model prasmanan yang bisa Sahabat Wisato cicipi di tempat ini. Wah, jadi binggung mau ambil lauk yang mana!

Harga Seporsi Nasi Kalong

Sumber Gambar: Google Maps @Anton Leonardi

Harga seporsi nasi kalong, buncis bakar, dan ayam goreng madu, terbilang sangat terjangkau yaitu sekitar 20ribuan saja. Harga ini sebanding dengan nikmatnya sajian yang dihadirkan. Jika Sahabat Wisato ingin menambah menu lain, harganya sekitaran 10.000 hingga 20.000 perporsinya. Semua harga tergantung dari pilihan lauk yang diambil.

Buka hingga subuh tak menjadikan nasi kalong sepi dari pengunjung. Sahabat Wisato harus cukup sabar mengantri jika makan di tempat ini. Sebaiknya hindari berkunjung pada akhir pekan, sebab kunjungann sedang ramai-ramainya bahkan bisa mencapai 1.000 orang per hari. Jadi Sahabat Wisato harus siap mengantri!