in

Pantai Kiasar dan Celah Unik Batu Karang di Maluku Barat Daya

Sumber Gambar: eddieliku.blogspot.com

Lagi-lagi soal Maluku, di mana provinsi yang berada di timur Indonesia ini memang terkenal memiliki pemandangan alam yang sangat menakjubkan, terutama pantai. Tapi itu bukanlah sesuatu yang mengherankan, karena memang Maluku adalah provinsi yang terdiri dari kumpulan pulau-pulau di Laut Banda. Bahkan, data menunjukan bahwasanya Maluku memiliki wilayah perairan yang lebih luas dibanding dengan daratannya. Nah, salah satu pulau di Maluku yang terkenal cukup cantik adalah Pulau Kisar, dengan Pantai Kiasar sebagai ikon wisatanya.

Lokasi Pantai Kiasar

Secara administratif Pantai Kiasar berlokasi di Desa Oirata Barat, Kecamatan Pulau-Pulau Terselatan, Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku. Lokasinya hanya berjarak sekitar 8 km dari Pelabuhan Wonrelli atau bisa ditempuh dengan perjalanan darat selama kurang lebih 20 menit. Sementara dari pusat Kecamatan Pulau-Pulau Terselatan, Wonrelli, para wisatawan membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit dengan jarak tempuh sejauh 9 km.

Meskipun tidak jauh dari pusat kota dan pelabuhan, namun minimnya transportasi umum di Kabupaten Maluku Barat Daya membuat para wisatawan tak memiliki pilihan lain, selain menggunakan kendaraan pribadi untuk menuju ke pantai yang cantik satu ini. Beruntungya, kondisi jalan menuju ke Pantai Kiasar sudah cukup bagus dan teraspal mulus, sehingga sangat memungkinkan wisatawan untuk menggunakan kendaraan roda empat menuju ke sana.

Pantai Kiasar dan Celah Batu Karang yang Unik

Begitu sampai di Pantai Kiasar, pandangan pertama yang tersajikan adalah ribuan buih ombak yang bertebaran menyelimuti pasir putih. Di satu titik, mata para pengunjung akan dibuat kagum dengan keberadaan karang kokoh dengan celah yang cukup lebar, seakan mengizinkan ombak lautan untuk bertemu dengan hamparan pasir putih di daratan. Suara deburan ombak memecah keheningan suasana pantai. Begitu pula semilir angin laut yang berpadu dengan hawa sejuk, membuat suasana semakin terasa asri dan begitu damai.

Sumber Gambar: eddieliku.blogspot.com

Beberapa perahu dayung dan perahu motor milik nelayan setempat juga terlihat berjejer di atas pasir pantai. Secara turun-temurun, Pantai Kiasar memang menjadi tempat yang paling aman bagi perahu untuk berlindung dari hantaman ombak besar ketika cuaca sedang buruk. Keberadaan bebatuan karang seakan menjadi tembok kokoh bagi perahu-perahu nelayan. Dari atas tebing karang tersebut, wisatawan bisa melihat dengan samar-samar keberadaan Pulau Timor, tepatnya di Distrik Lautem, yang kini masuk ke dalam wilayah Republik Demokratik Timor Leste. Dari Pantai Kiasar, jarak ke Distrik Lautem hanya sekitar 15 mil laut atau setara 27,78 km.

Pantai Kiasar Jadi Gerbang Belanda Menjelajahi Pulau Kisar

Sumber Gambar: Instagram @taufiqhidayat7

Menurut cerita, keberadaan tebing karang yang kokoh itu sempat mengecoh pelaut Belanda ketika akan menduduki pulau. Mereka mengira tak ada kehidupan di sana, Pulau Kisar terlihat sepi tak berpenghuni, terhalang oleh bebatuan karang. Namun, Belanda kemudian menemukan celah di antara bebatuan karang tersebut, yang kini disebut dengan Pantai Kiasar, dan dari situlah mereka mulai masuk dan menjelajahi pulau.

Tempat Terpencil dengan Fasilitas yang Lengkap

Sementara itu, meskipun lokasinya cukup terpencil, namun Pantai Kiasar sudah memiliki fasilitas yang terbilang lengkap sebagai tempat wisata. Pemerintah setempat telah membuat jalan beton untuk menghubungkan Pantai Kiasar dengan jalan utama, kemudian dibangun juga gazebo sebagai tempat berteduh bagi wisatawan.

Sumber: eddieliku.blogspot.com
Sumber Gambar: eddieliku.blogspot.com

Tak jauh dari pantai, tepatnya di bukit sisi kanan juga terdapat Taman Meditasi Oirata yang diresmikan tahun 2014. Untuk menuju ke sana, para wisatawan harus melewati sebanyak 70 anak tangga, di mana jumlah tersebut merepresentasikan tujuh rukun tetangga yang ada di Desa Oirata.

Akses yang Sulit ke Pulau Kisar Membuat Pantai Kiasar Sepi

Sumber Gambar: eddieliku.blogspot.com

Meski fasilitas lengkap dan pemandangan yang disuguhkan begitu menawan, namun Pantai Kiasar masih bisa dibilang sepi pengunjung. Alasannya tak lain adalah karena akses yang sulit menuju ke Pulau Kisar.

Calon penumpang pesawat yang hendak berangkat dari Ambon menuju ke Pulau Kisar, mereka harus memesan tiket penerbangan satu bulan sebelumnya. Belum lagi rute penerbangan dari Ambon-Kisar hanya dilayani satu penerbangan perintis, yakni oleh Maskapai Aviastar dengan menggunakan pesawat berkapasitas 18 penumpang. Transportasi alternatif lainnya menuju ke Pulau Kisar adalah menggunakan kapal laut dengan waktu perjalanan paling cepat selama dua hari dari Ambon, dan hanya ada satu kali perjalanan dalam dua minggu.