in

Pesona Pantai Parangkusumo dan Sisi Sakralnya

Sumber Gambar: Google Maps @Anaga Wid

Indahnya panorama alam yang dimiliki Indonesia sungguh tak pernah ada habisnya. Indonesia kaya akan wisata alam hingga membuat siapapun yang mengenalnya pasti langsung jatuh cinta. Mulai dari Sabang sampai Merauke semuanya punya kecantikan alam yang berbeda dan ciri khas yang berbeda pula. Tak terkecuali dengan Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta dengan julukan “Kota Pelajar” mampu bersaing dengan deretan wisata lainnya. Bahkan bisa dikatakan Yogyakarta memiliki pilihan wisata yang lengkap. Mulai dari wisata alam, wisata bahari, wisata kuliner dan yang paling menonjol adalah wisata budaya dan sejarahnya.

Secara singkat, Yogyakarta merupakan sebuah provinsi yang terletak di sisi selatan Pulau Jawa. Berbatasan secara langsung dengan Samudera Hindia pada sisi sebelah selatan dengan dibatasi oleh garis pantai sepanjang 110 KM. Sedangkan pada sisi sebelah utaranya berbatasan dengan Gunung Merapi. Di sisi sebelah barat, Yogyakarta berbatasan dengan Sungai Progo yang berasal dari Jawa Tengah. Dan terakhir, pada sisi timurnya berbatasan dengan Sungai Opak yang sumbernya dari Puncak Merapi lalu bermuara di Laut Jawa.

Kondisi topografi Yogyakarta membentang dari kontur tanah tinggi ke rendah. Karena berbatasan dengan Samudera Hindia maka tak heran pada wisata baharinya pun Yogyakarta sangat menonjol. Terbukti dari keberadaan deretan pantai-pantai cantik di wilayah Bantul dan Gunungkidul. Bagi kamu penikmat air laut, pemandangan sunset dan ingin bermain pasir maka bisa berkunjung ke salah satu pantainya. Pantai ini bernama Pantai Parangkusumo di Kabupaten Bantul. Ingin tau seperti apa keindahan pantai yang satu ini? Yuk, simak ulasannya dibawah ini!

Pesona Pantai Parangkusumo

Sumber Gambar: Google Maps @Nadia Dewiningsih

Nama “Parangkusumo” mungkin lebih dikenal melekat pada wisata gumuk pasir. Memang benar, di Yogyakarta ada wisata Gumuk Pasir Parangkusumo. Lokasinya pun berdekatan dengan pantai yang satu ini. Pantai Parangkusumo memang lebih dikenal akan kesakralannya. Pantai ini dianggap sakral karena berbagai ritual yang sering dilakukan di kawasan tersebut. Pantai Parangkusumo juga diyakini sebagai petilasan Panembahan Senopati. Dulunya, Panembahan Senopati sang pendiri Kerajaan Mataram sempat melakukan semedi di pantai ini. Tak lama, Nyi Roro Kidul yang penasaran akhirnya menampakkan dirinya.

Panembahan Senopati pun jatuh cinta akan sosok Ratu Pantai Selatan itu hingga akhirnya mereka membuat perjanjian. Nyi Roro Kidul berjanji akan membatu Panembahan Senopati dalam membangun Kerajaan Mataram dengan syarat seluruh keturunan Panembahan Senopati harus beristrikan Nyi Roro Kidul. Kisah ini menjadi dasar keyakinan bahwa ada hubungan antara Keraton Yogyakarta dengan penguasa Laut Selatan yaitu Nyi Roro Kidul. Pada setiap setahun sekali diadakan ritual Labuhan Alit oleh Keraton Yogyakarta. Tujuannya sebagai ungkapan bentuk persembahan.

Sumber Gambar: sikidang.com

Selain itu, pesona pantai ini terlihat dari hamparan pasir hitam yang membentang luas. Memang bentang garis pantainya pun sangat panjang dan lebar. Hal ini memungkinkan para wisatawan untuk melakukan banyak kegiatan disana. Karakteristik pantai selatan Laut Jawa ini memang sangat terlihat yakni dari ombaknya yang besar. Maka wisatawan tetap harus berhati-hati. Suasana di sekitar pantai juga cukup adem karena banyak pepohonan kelapa yang tumbuh menjulang. Di sisi sebelah timur akan terlihat jajaran tebing karst yang tinggi.

Untuk fasilitas umum yang tersedia sangat lengkap misalnya toilet umum, mushola, area parkir kendaraan, akses jalan yang baik, warung makan dan banyak aktivitas seru yang dapat dilakukan. Setiap wisatawan dikenakan biaya tiket masuk Rp 5.000 per orang. Jika membawa kendaraan pribadi maka biaya parkirnya Rp 2.000 untuk motor dan Rp 5.000 untuk mobil.


Lokasi Pantai Parangkusumo berderetan dengan pantai terkenal lainnya yaitu Pantai Parangtritis. Tepatnya berada di Kelurahan Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Daya Tarik Pantai Parangkusumo

  • Menjadi Pantai Yang Sakral

Sumber Gambar: correcto.id

Setibanya di pantai ini, wisatawan akan disambut dengan wewangian yang berasal dari bunga, kemenyan dan sesajen. Ketiga benda tersebut memang sengaja ditebarkan dan ditaruh di area pantai sebagai persembahan. Kesan magis sangat kental terasa di Pantai Parangkusumo. Tidak heran banyak yang sengaja datang untuk melakukan ritual dan berziarah setiap Bulan Sura atau Suro. Suro adalah awal tahun Bulan Jawa atau penanggalan Jawa yang sama artinya dengan bulan Muharram.

  • Ada Ritual Labuhan

Sumber Gambar: foto.bisnis.com

Menjadi spot dilaksanakannya ritual Labuhan Alit menambah daya tarik bagi pantai ini. Kata “Labuhan” diambil dari kata Labuh dalam bahasa Jawa dan jika diartikan ke Bahasa Indonesia artinya membuang atau menghanyutkan. Ritual Labuhan Alit dilaksanakan setiap tahun oleh Keraton Yogyakarta. Para Abdi Dalem akan melabuhkan sesajen ke laut dibantu oleh Tim SAR Parangtritis. Sesajen yang dilabuhkan disebut sebagai Ubarampe Labuhan. Tujuan ritual ini untuk pengharapan dan membuang hal-hal buruk. Wisatawan juga boleh melihat secara langsung bila kebetulan sedang berkunjung ke Pantai Parangkusumo.

  • Ada Beragam Aktivitas Seru

Sumber Gambar: Google Maps @Donny Yudha

Ada banyak sekali aktivitas seru yang bisa kamu coba selama berada di pantai ini. Mulai dari menyewa ATV, naik delman, bermain pasir, dll. Di bibir pantai, wisatawan bisa menemukan penyewaan ATV. Wisatawan bisa menggunakan ATV ini untuk mengelilingi garis pantai yang sangat panjang. Jika membawa si kecil maka wisatawan cukup menyewa 1 ATV untuk dinaiki bersama. Tarif sewa ATV Rp 50.000 untuk durasi 15 menit. Sedangkan jika membawa keluarga besar maka sebaiknya menyewa delman saja. Tarif sewa delman mulai dari Rp 50.000. Namun jika tak ingin mengeluarkan biaya besar maka bisa sekedar bermain pasir dipinggir pantai. Jangan lupa untuk membawa perlengkapan dari rumah. Misalnya cetakan pasir dan sekop mainan untuk bermain pasir.