in

Pesona Candi Banyunibo di Kawasan Prambanan

Sumber Gambar: Google Maps @Nining Hidayanti
Indonesia adalah sebuah negara yang kaya akan peninggalan sejarah. Terbukti dari banyaknya benda bersejarah yang ditemukan di setiap wilayah. Berawal dari zaman pra-sejarah seperti penemuan fosil-fosil manusia purba hingga sejarah yang baru saja terjadi seperti era reformasi. Peninggalan sejarah ini harus dirawat oleh masyarakat dan pemerintah agar selalu terjaga dan menjadi bukti dari kehidupan di masa lampau.
Salah satu era dimana terdapat banyak peninggalan sejarah adalah era kerajaan. Era kerajaan di Indonesia telah dimulai sekitar abad ke 5 Masehi. Pada saat itu, kerajaan yang ada di Indonesia adalah kerajaan dengan corak Hindu atau Buddha. Kerajaan-kerajaan ini meninggalkan beragam peninggalan seperti candi. Salah satu candi yang mungkin masih belum populer di telinga masyarakat namun kaya akan sejarah dibaliknya adalah Candi Banyunibo di Sleman, Yogyakrta. Ingin tau seperti apa penampakannya? Yuk, simak ulasannya di bawah ini!

Candi Banyunibo

Sumber Gambar: kebudayaan.kemdikbud.go.id
Candi Banyunibo adalah sebuah candi yang berada di Yogyakarta. Tepatnya, lokasi Candi Banyunibo berada di Dusun Cepit, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Wilayah Candi Banyunibo ini memang banyak ditemukan candi-candi lainnya. Bahkan lokasi Candi Banyunibo tidak jauh dari kompleks Ratu Boko, Candi Ijo, dan Candi Barong. Belum lagi bila dilihat dari nama kecamatannya, kita dapat mengetahui bahwa Candi Banyunibo masih satu kecamatan dengan Candi Prambanan.
Nama Candi Banyunibo berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa. Kata tersebut adalah “banyu” yang berarti air dan “nibo” yang berarti menetes. Oleh sebab itu, Banyunibo bermakna air yang jatuh atau menetes. Walaupun demikian, tidak ada tetesan atau sumber air di sekitar candi ini.
Candi Banyunibo adalah candi tunggal dengan ukuran 15,3 x 14,25 meter dan tinggi 14,25 meter. Atap candi sendiri memiliki tinggi sekitar 2,75 meter. Candi Banyunibo mempunyai ruangan di dalamnya sehingga bisa dimasuki oleh pengunjung. Untuk masuk ke dalam ruangan tersebut hanya diperbolehkan maksimal 5 orang pengunjung dengan durasi 15 menit.
Sumber Gambar: Google Maps @Dian Eka Puspitasari
Meskipun masih satu kecamatan dengan Candi Prambanan yang merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia, nyatanya candi ini bercorak Buddha. Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno dan dibangun pada sekitar abad ke-9. Corak Buddha pada candi in dibuktikan oleh keberadaan stupa diatas candi dengan tinggi 3,5 meter. Candi Buddha seperti Banyunibo pun memiliki fungsi yang berbeda dengan candi Hindu. Bila candi Hindu biasanya digunakan sebagai makam, maka candi Buddha biasanya digunakan sebagai tempat ibadah.
Selain stupa, candi ini dilengkapi ornamen yang beragam. Hampir di semua bagian Candi Banyunibo memiliki hiasan dan relief. Dinding kaki candi ini pun memiliki beberapa bidang yang mana hiasan tumbuh-tumbuhan dipahat di atasnya. Hiasan-hiasan inilah yang membuat Candi Banyunibo terlihat indah.
Sumber Gambar: sewamobiljogja.id
Seakan tak cukup dengan hiasan, Candi Banyunibo yang menghadap ke barat ini juga memiliki 6 candi pendamping atau biasa disebut candi perwara. Candi-candi perwara mengelilingi candi utama tepatnya di sisi selatan dan timur. Candi-candi perwara ini memiliki bentuk seperti stupa Buddha dengan ukuran pondasi 4,8 x 4,8 meter. Lalu, di sebelah utara candi ada sebuah tembok yang melintang dari barat ke timur dengan panjang 65 meter.
Lokasi Candi Banyunibo sendiri juga masih terlihat asri, karena di sekitar jalanan candi masih ditutupi rerumputan yang terlihat hijau, segar, dan rapi sehingga sangat nyaman untuk dijelajahi. Selain itu, Candi Banyunibo juga dikelilingi ladang tebu dan persawahan yang akan memanjakan mata Anda. Namun mungkin pengunjung memerlukan penutup kepala seperti topi dan payung untuk melindungi kepala dari sinar terik matahari ketika berkunjung ke sini.

Perjalanan ke Candi Banyunibo

Bila tertarik untuk berkunjung ke candi yang menjadi salah satu cagar budaya tak bergerak Indonesia ini, maka pengunjung perlu menempuh jarak sekitar 16 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta atau hampir setengah jam dengan kendaraan bermotor di jalanan lengang. Rute yang dilalui dari pusat Kota Yogyakarta melewati Bandar Udara Adisucipto hingga ke Kalasan tepatnya Jl. Ratu Boko.

Biaya

Setibanya di candi  maka pengunjung harus membayar tiket dengan harga yang sangat murah, yakni Rp 5.000 saja per orang. Selain itu, pengunjung perlu membayar parkir sebesar Rp 2.000 untuk sepeda motor dan Rp 5.000 untuk mobil. Dengan harga tersebut, pengunjung akan mendapatkan fasilitas yang cukup lengkap seperti tempat parkir yang luas, toilet umum, tempat duduk, warung makan, papan informasi dan bebas mengeksplor area Candi Banyunibo.
Sedikit catatan penting bagi para pengunjung, bila ingin mengunjungi area candi ini diharapkan dapat menjaga kelestarian lingkungan candi agar tetap bersih dan terjaga.