in

Taman Surga Yang Belum Terjamah, Air Terjun Lemutu di Muara Enim

Sumber Gambar: Google Maps @muhammad mubarak

Terkenal karena salah satu daerah penghasil batubara terbesar di Indonesia, Muara Enim menjadi tempat pilihan kesekian bagi orang-orrang untuk berlibur. Terlepas dari anggapan daerah ini memiliki cuaca yang panas, ternyata Kabupaten Muara Enim bisa menjadi destinasi wisata yang menarik.

Lokasinya yang strategis, ditambah akses jalan mudah dan memadai untuk bisa sangat memudahkan traveler. Salah satunya wisata ke Air Terjun Lemutu (Curup Lemutu). Air terjun ini baru satu tahun yang lalu ditemukan oleh masyarakat sekitar. Letaknya tidak jauh dari Air Terjun Bedegung yang telah lama menjadi tempat wisata orang-orang baik dari dalam maupun luar Muara Enim.

Menariknya masyarakat sekitar menolak untuk mengelola air terjun ini baik dari pemerintah maupun swasta. Masyarakat sekitar tidak ingin keasrian dari air terjun menjadi rusak karena ulah orang-orang yang tidak menjaga alam.

Cara ke Lokasi

Air Terjun Lemutu terletak di desa Tanjung Bulan, Kec. Tanjung agung, Kab. Muara Enim. Kira-kira jaraknya sekiatar 40 KM dari pusat kota. Membutuhkan waktu sekitar 1 jam 30 menit untuk ke lokasi jika menggunakan kendaraan pribadi.

Tenang, bagi traveler yang lebih nyaman menggunakan transportasi umum. Ada banyak angkutan umum atau masyarakat sekitar menyebutnya taksi yang mengarah ke titik lokasi. Traveler hanya perlu merogoh kocek 20 ribu sambil bercengkrama dengan masyarakat sekitar.

Akses ke air terjun cukup mudah, traveler hanya perlu berjalan sekitar 15 menit untuk bisa sampai ke titik utama Air Terjun Lemutu dari titik pemberhentian terakhir yang bisa di lalui kendaraan. Traveler hanya perlu melintasi jalan yang telah diberi plang oleh masyarakat sekitar untuk menunjuk arah ke lokasi air terjun.

Sumber Gambar: Google Maps @Ambri Saputra

Karena tempat ini memang tidak ingin dikelolah secara resmi, bagi traveler yang membawa kendaraan pribadi bisa menitipkan ke salah satu rumah warga yang ada di titik pemberhentian. Tarif parkir tergolong murah, untuk roda dua dikenakan Rp 2000,- dan roda empat hanya Rp 5000,-.

Jalan menuju ke lokasi air terjun masih terbuat dari alam, sehingga sangat bergantung dengan cuaca ketika berkunjung. Jika cuaca sedang hujan tentunya traveler akan menemui jalanan becek yang masih terbuat dari tanah.

Mulai dari titik awal perjalanan menuju lokasi air terjun, traveler disuguhi pemandangan dan suasana alam yang asri. Di sebelah kanan dan kiri jalan setapak yang dilalui masih terbentang pepohonan liar dan tanaman kopi. Banyaknya pepohonan liar yang menutupi menjadi salah satu penyebab air terjun ini masih sangat terjaga keindahan alamnya.

Suasana di Lokasi Air Terjun Lemutu

Sumber Gambar: Google Maps @Kriskat

Sekitar 100 meter dari titik lokasi, traveler sudah bisa mendengar derasnya air. Banyak deretan bebatuan besar dengan ukuran lebih dari 2 meter tepat di depan air terjun. Salah satu yang menjadi keunikan Air Terjun Lemutu bentuknya yang seperti anak tangga atau tingkatan. Selain itu traveler bisa mencoba mandi dan merasakan sensasi dinginnya terpaan air ditiap tingkatan air terjun.

Sebagian pengunjung yang telah memiki keluarga. Mereka memanfaatkan air terjun ini menjadi tempat piknik dengan membawa makanan masakan rumah. Sensasi piknik diatas bebatuan besar dengan pemandangan air terjun Lemutu saat menyantap makanan tentunya menambah kenikmatan bersama keluarga tercinta.

Bagi traveler yang tidak sempat atau kelupaan membawa persediaan makanan saat berkunjung ke air terjun ini. Tenang, beberapa warga rela membawa peralatan masak dan mendirikan tenda disekitar air terjun untuk menjual mie instan dan minuman. Hanya merogoh kocek sekitar Rp 5000 – 10.000 traveler sudah bisa meraskan hangatnya seduhan mie instan.

Sumber Gambar: Google Maps @Simple Husband

Selain itu, banyak juga anak mudah yang datang bersama rombongannya untuk sekedar menikmati sensasi mandi langsung dibawah air terjun atau mengabadikan momen dengan berfoto ria bersama.

Karena masyarakat sekitar sepakat air terjun ini tidak ingin dikelolah, mereka sangat menjaga kebersihan lingkungan sekitar air terjun. Bagi pengunjung wajib membawa sampah-sampah yang mereka bawa untuk dibuang dititik pemberhentian pertama. Masyarakat sekitar tidak menyediakan tempat sampah disekitaran air terjun. Mereka takut nantinya justru banyak sampah yang berserakan jika disediakan tempat sampah disekitaran air terjun.

Sumber Gambar: Google Maps @Asep K

Tempat ini sangat cocok bagi traveler yang ingin merasakan keindahan alam yang keasriannya masih sangat terjaga. Saya sangat menyarankan untuk datang dipagi hari jika traveler ingin mengungjungi tempat ini. Selain udara dan suasananya yang sangat pas untuk bersantai atau sekedar menghabiskan waktu dengan mengobrol.

Baca Juga Pemandian Air Panas Mengeruda

Ketika disore hari suasana di air terjun sudah sangat sepi. Masyarakat sekitar yang berjualan di sekitaran air terjun juga mulai pulang kerumah. Sehingga sedikit mengerikan jika traveler harus melewati hutan sendirian apalagi baru pertama kali mengjungi tempat ini.

Ikuti terus Wisato.id untuk mendapatkan informasi terkini mengenai tempat wisata menarik yang ada diseluruh Indonesia.