OUR NETWORK

Bangka Botanical Garden, Bagaikan Oase di Tengah Padang Pasir

Kepulauan Bangka Belitung yang dulu hijau kini mulai merana akibat kegiatan pertambangan yang kian marak. Tidak hanya pertambangan resmi, di Bangka Belitung juga banyak pertambangan ilegal yang sangat merusak lingkungan. Banyaknya pertambangan di Bangka Belitung sendiri tidak lepas fakta bahwa provinsi yang satu ini adalah daerah yang kaya akan hasil timah. Bahkan mayoritas timah yang di ekspor oleh Indonesia adalah hasil dari pertambangan di Bangka Belitung. Sementara Indonesia tercatat sebagai negara kedua penghasil timah terbesar di dunia. Jadi bisa dibayangkan bagaimana kekayaan timah yang dimiliki oleh provinsi yang beribu kota di Pangkal Pinang tersebut.

Namun sayangnya kegiatan pertambangan merusak ekosistem alam karena banyak hutan yang digunduli untuk dijadikan sebagai lokasi pertambangan. Para pengusaha tambang juga banyak yang tidak peduli dengan ekosistem lingkungan, di mana mereka akan meninggalkan bekas area lahan pertimbangan begitu saja tanpa ada upaya pemulihan. Namun beruntung masih ada orang yang peduli terhadap kondisi lingkungan di Bangka Belitung yang mulai memprihatinkan, yakni Johan Riduan Hasan. Karena Johan menjadi salah satu penggagas adanya Bangka Botanical Garden (BBG), yang dikelola di atas bekas tambang timah yang terbengkalai.

Lokasi Bangka Botanical Garden (BBG)

Sumber: Instagram@aprodianne

Bangka Botanical Garden adalah kawasan seluas 300 hektar yang kemudian dikembangkan menjadi areal pertanian, peternakan, dan perikanan yang untuk saat ini menjadi ikon agrowisata di Bangka Belitung. Lokasi Bangka Botanical Garden berada di Jl. Raya Pasir Padi – Kelurahan Temberan, Kecamatan Bukit Intan, Air Itam, Bukit Intan, Air Itam, Bukit Intan, Kota Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung. Dari pusat kota kamu hanya perlu menempuh jarak sejauh 10 km menuju ke arah timur dengan waktu tempuh selama 30 menit untuk bisa sampai di Bangka Botanical Garden.

Sistem Terpadu di Bangka Botanical Garden

Sumber: Instagram@ninasuhariyono

Ketika hendak sampai kamu akan langsung disambut oleh deretan pohon cemara yang tumbuh berjajar rapi di tepi jalan sebelum memasuki areal Bangka Botanical Garden. Setelah memasuki kawasan, kamu akan dihadapkan pada suasana yang asri bagaikan oase di tengah padang pasir. Bangka Botanical Garden sendiri menggunakan sistem terpadu, di mana perikanan, peternakan, dan perkebunan saling mendukung guna mensukseskan konsep zero waste yang dikembangkan PT Donna Kembara Jaya serta PT Putra Bangka Mandiri sebagai pihak pengelola. Jadi jangan heran kalau di dalamnya kamu akan menemukan berbagai kegiatan pertanian, peternakan, dan perkebunan.

Sumber: Instagram @auliaadilla

Oh ya, zero waster sendiri adalah proses meminimalisir limbah hasil produksi. Apabila suatu proses menghasilkan limbah, maka limbah tersebut akan diolah sedemikian rupa agar bisa digunakan untuk proses yang lainnya. Konsep itu tentu saja akan berdampak baik pada lingkungan karena bisa meminimalisir limbah yang dibuang. Selain itu diterapkannya konsep zero waster juga membuat tumbuhan berkembang lebih subur, bahkan di sana kamu bisa menjumpai pohon kurma yang tumbuh dengan sempurna. Tumbuhan khas padang pasir itu pun sudah dikembangbiakkan dan menjadi salah satu pohon yang cukup produktif di Bangka Botanical Garden.

Rumah Kayu di Bangka Botanical Garden

Sumber: Instagram@mdritno

Di Bangka Botanical Garden kamu juga akan menjumpai rumah kayu. Tapi tunggu dulu, jangan bayangin bahwa rumah kayu di Bangka Botanical Garden adalah tempat untuk beristirahat para pengunjung. Karena rumah kayu yang dimaksud di sini adalah rumah untuk peternakan yang dibuat dari kayu. Di sana kamu melihat berbagai binatang ternak yang dirawat dengan baik seperti halnya sapi perah dan juga sapi potong. Untuk sapi perah sendiri Bangka Botanical Garden memiliki 400 ekor yang tiap harinya bisa menghasilkan 250 liter susu.

Memancing di Bangka Botanical Garden

Suka memancing? Di sana juga tersedia, ada beberapa jenis ikan yang bisa kamu pancing seperti bandeng dan nila. Untuk ukuran ikan jangan tanya, dengan pemeliharaan yang tepat kamu bisa mendapatkan ikan dengan ukuran yang cukup besar.

Bagaimana, apakah tertarik berkunjung ke Bangka Botanical Garden? Jadi gak hanya berwisata alam, di Bangka pun kamu bisa mencoba ke agrowisata seperti halnya Bangka Botanical Garden. Dijamin kamu gak bakal menyesal berkunjung ke tempat yang satu ini.

 

Sumber Feautured Image: Instagram @

tiyut_darwis

Comments

Loading...