OUR NETWORK

Destinasi Wisata Geosite Terbaik Di Belitung Open Pit Kik Karak

Sumber: boleh.id

Open Pit Kik Karak merupakan salah satu wilayah bekas pertambangan yang kini menjelma menjadi sebuah destinasi wisata yang cukup ikonik. Wilayah ini mulanya hanya berupa wilayah tambah timah terbesar yang pernah ada. Bahkan tambah timah menjadi pusat tambang timah terbesar se Asia Tenggara.

Tambang timah ini juga menjadi salah satu hasil bumi Indonesia yang cukup melimpah. Tambang timah ini juga telah mampu dijadikan sebagai tempat mencari nafkah beberapa orang.

Namun ada hal yang menarik dari tambang timah ini. Hal tersebut terletak dari keberadaan tambang yang bukan termasuk ke dalam tambang kuno, melainkan tambang baru beroperasional. Tetapi telah menciptakan sebuah kondisi dimana daerah tersebut menjadi sebuah lubang alam yang besar dan luas.

Sumber: boleh.id

Wisata bekas tambang timah ini tidak menerima pengunjung anak – anak ataupun lansia. Hal ini juga menjadi sebuah peringatan keras supaya tidak terlalu berniat untuk mengunjungi destinasi Open Pit Kik Karak. Jadi destinasi wisata ini hanya menerima pengunjung remaja dan dewasa.

Sejarah Tambang Timah Open Pit Kik Karak

Wilayah tambang timah Open Pit ini merupakan daerah pertambangan yang pernah dikelola oleh salah satu perusahaan di Melbourne, Australia. Durasi operasional pertambangan tersebut cukup singkat dan hanya selama ±20 tahun. Perusahaan yang mengelola daerah pertambangan ini yaitu PT Broken Hill Property Indonesia.

Durasi kerja para penambang mulai dari pukul 06.00 WIB – 18.00 WIB. Selama masa kerja tersebut, para penambang telah diberikan waktu istirahat yang cukup dan tidak diberlakukan layaknya budak. Tambang timah ini pertama kali dioperasikan pada 1975. Pada tahun tersebut, merupakan tahun yang lebih modern dimana terdapat alat berat yang digunakan dalam bidang konstruksi. Jadi proses penggalian tambang timah tersebut tidak dilakukan secara manual, namun menggunakan alat berat.

Sumber: travel.detik.com

Alat yang digunakan dalam pengeboran tanah menggunakan diamond drill hole no 22. Proses pengeboran tersebut dipimpin oleh Ir Mulyadi N Lutis Norman.
Tambang timah tersebut hanya beroperasi hingga tahun 1983. Faktor utama yang mengakibatkan penghentian dari tambang, yaitu dana operasional. Jadi tepat pada 30 Juni 1983, pihak PT BHPI menutup tambang timah tersebut.

Lalu pada 1 Mei 1985, tambang timah diambil alih oleh perusahaan yang berasal dari Jerman Barat. Saham PT BHPI pun dialihkan ke perusahaan Jerman tersebut, yaitu Preussag GmbH of Hannover. Lalu perusahaan akhirnya mendirikan suatu cabang di Belitung dengan nama PT Preussag Kelapa Kampit. Sehingga seluruh operasional pertambangan diatur oleh PT Preussag Kelapa Kampit.

Proses penambangan yang dilakukan oleh PT Preussag Kelapa Kampit memiliki 2 wilayah, yaitu tambang dalam dan tambang luar. Daerah tambang luar / terbuka dilakukan di area geologi dan disebut dengan Nam Salu West, Lacet East Indocation VI. Sedangkan tambang dalam dilakukan di bawah tanah yang kini menjadi gua bawah tanah.

Penambangan yang dilakukan oleh PT Preussag Kelapa Kampit hanya berlangsung hingga 1989. Pada 1990, perusahaan tersebut memutuskan untuk menjual area tambang kepada PT Gunung Kikara. Sayangnya operasional tambang yang dilakukan oleh PT Gunung Kikara hanya berlangsung selama 3 tahun. Berdasarkan sumber yang ada, wilayah tambang timah tersebut sangat potensial. Hasil tambang dalam sehari dapat meraup hingga 15.000 US$.

Sumber: kumparan.com

Hasil tambang dibedakan menjadi 2 grade, yaitu low grade dan high grade. Untuk low grade dikirim ke Inggris dengan kapal PAS. Sedangkan untuk high grade dikirim langsung ke penang, Malaysia.

Sampai saat ini sangat disayangkan faktor penyebab tambah timah tersebut ditutup secara permanen dan tidak dioperasikan kembali. Kini dengan tidak adanya aktivitas penambangan apapun, wilayah tersebut dialih fungsinya sebagai tempat wisata.

Lokasi Wisata Open Pit Kik Karak

Open Pit Kik Karak terletak di Kampong Gunong, Senyubuk, Kelapa Kampit, Belitung Timur, Kep Bangka Belitung. Letak dari destinasi wisata ini memang sangat terpencil dan berada di bagian utara pulau Belitung.

Untuk rute lokasi menuju ke destinasi wisata Open Pit Kik Karak hanya dengan menyelusuri sepanjang Jl Bandara Manggar ke arah timur. Petunjuk arah akan keberadaan dari destinasi wisata ini yaitu Klenteng Kelapa Kampit dan Vihara Berkah Maitreya. Letak dari destinasi wisata masih dalam satu daerah dengan tempat ibadah tersebut.

Di daerah sekitar Open Pit Kik Karak belum terdapat penginapan. Sehingga pengunjung dari luar pulau Belitung harus menuju ke daerah Manggar ataupun daerah lain merupakan daerah perkotaan.

Waktu Operasional

Destinasi wisata Open Pit Kik Karak dibuka setiap hari, mulai dari senin – minggu. Untuk jam operasional dibuka pada pukul 09.00 WIB – 17.00 WIB. Tetapi ada kalanya tempat wisata ini ditutup secara mendadak karena suatu faktor tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Sebab daerah tersebut memang tergolong ke dalam daerah yang sangat rawan dan dapat sewaktu – waktu terjadi longsor secara tiba – tiba. Karena hal itu sebelum mengunjungi destinasi wisata ini, sebaiknya pastikan terlebih dahulu apakah Open Pit Kik Karak beroperasi / tidak.

Daya Tarik Wisata Open Pit Kik Karak

Sumber: pulsk.com

Daya tarik destinasi wisata bekas tambang timah ini terletak pada pesona tempat yang terkesan sangat unik dan fenomenal. Wilayah Open Pit Kik Karak berupa lubang besar yang sangat dalam dan luas. Bentuk dari lubang sangat mempesona dan berbentuk seperti spiral yang menurun.

Lubang tersebut terdiri dari beberapa tingkatan yang telah dihiasi oleh rerumputan. Dinding lubang yang berwarna gelap sangat kontras dengan warna rumput dan menghasilkan gradasi yang sangat natural.

Sumber: belitung.tribunnews.com

Tepat di dasar lubang terdapat sebuah danau yang cukup dalam. Warna dari air danau sangat mencolok dengan warna biru seperti warna air laut di sebuah samudra yang sangat dangkal. Terkadang warna air berubah menjadi hijau tosca.

Sumber: Instagram @maulana_suryansah29

Lalu di dasar lubang juga terdapat sebuah gua dalam tanah. Pesona dari gua tersebut sangat megah dan mempesona. Semakin masuk ke dalam gua, maka akan semakin gelap. Oleh karena itu ceck terlebih dahulu perlengkapan topi tambang, apakah lampu masih berfungsi atau tidak. Gua dalam tanah di Open Pit Kik Karak mempunyai panjang sebesar ±676 meter.

Daya tarik lain dari destinasi wisata ini, yaitu telah masuk ke dalam daftar UNESCO Global Geopark. Jadi kawasan ini dilindungi oleh dunia internasional dan telah menjadi situs geopark. Karena itulah terdapat berbagai macam larangan dan peringatan yang berlaku.

Tips Wisata Di Open Pit Kik Karak

Saat mengunjungi Open Pit Kik Karak, ada beberapa tips yang harus diperhatikan. Tips tersebut berupa larangan yang berlaku. Larangan tersebut meliputi :

1. Tidak membawa makanan dalam bentuk apapun, baik itu termasuk camilan.

2. Tidak merokok.

3. Tidak membawa senjata apapun, baik itu senjata api maupun benda tajam seperti pisau dan belati.

4. Dilarang keras untuk berenang di danau.

5. Pengunjung sama sekali tidak diperbolehkan untuk melakukan aktivitas penambangan dalam alasan apapun, termasuk hanya sekedar belajar menambang.

6. Dilarang keras memukul / mengetuk ataupun hanya sekedar menekan. Karena hal tersebut dapat memicu terjadinya longsor.

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…