in

Ingin Liburan? Rekreasi di Danau Tasikardi Saja, Ada Pulau Mungil Di Tengahnya!

Sumber Gambar: Google Maps @saefullah_14
Danau Tasikardi yang terletak di Jl. Banten Lama, Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten ini tergolong sebagai wisata bersejarah yang kini digunakan sebagai tujuan rekreasi masyarakat sekitar. Danau ini merupakan danau buatan karya arsitek Belanda yaitu Henrik Lucaszoon Cardeel yang sudah ada sejak zaman kekuasaan Sultan Maulana Yusuf atau Pangeran Pasareyan yakni raja ke 2 di Kerajaan Banten yang berkuasa sekitar 1570 – 1580 an. Penamaan “Tasikardi” pada danau yang memiliki kedalaman sekitar 2 meter ini tak begitu saja disematkan karena ternyata kata “Tasikardi” terdiri dari gabungan dua kata Bahasa Sunda yaitu “tasik” dan “ardi” yang artinya danau buatan.
Sebenarnya bila dilihat secara langsung keadaan danau buatan seluas 5 hektar ini sama saja dengan danau lainnya atau situ lainnya yang berada di wilayah Banten mulai dari fungsinya yang sejak dulu sampai kini menjadi tempat penampungan air atau tempat cadangan air yang nantinya akan dialirkan ke lingkungan sekitar termasuk juga ke Keraton Surosowan saat era Kerajaan Banten. Namun ternyata salah satu keunikan Danau Tasikardi yakni adanya sebuah pulau mungil di tengah – tengah danau yang dikenal dengan nama Pulau Keputren.
Sumber Gambbar: dreamstime.com
Pulau mungil yang ada di tengah danau ini pada zaman dahulu dipersembahkan oleh Sultan Maulana Yusuf untuk ibunda tercinta sebagai tempat untuk bertafakur atau ibadah yang dilakukan dengan cara merenungi tanda kebesaran Allah SWT. Pada masa selanjutnya, pulau mungil ini digunakan sebagai tempat beristirahat keluarga Kerajaan Banten bahkan sempat dipergunakan sebagai tempat menjamu tamu dari Belanda yakni Cornelis de Bruin sekitar tahun 1706.
Pulau Keputren berbentuk segi empat dan dikelilingi tembok yang tak begitu tinggi pada setiap sisinya, ada tangga untuk naik di sebelah utaranya. Pada zaman dahulu di Pulau Keputren ini terdapat sebuah pendopo, bangunan tempat tinggal serta pemandian yang terletak di timur dengan beberapa anak tangga untuk menuju ke bawah layaknya desain pada zaman itu. Keberadaan pulau inilah yang kini menarik perhatian para wisatawan sehingga danau pun kini menjadi tempat wisata bagi mereka, mereka seolah ingin tau di pulau mungil tersebut ada apa saja maka mereka datang ke Danau Tasikardi. Namun wisatawan sebenarnya tak diperbolehkan masuk ke pulau, lagipula sekarang yang tersisa di pulau itu hanya reruntuhan dan pondasi bangunan bekas pemandian saja.
Sumber Gambar: Instagram @drone_banten
Selain menjadi salah satu tempat kebanggaan saat masa Kerajaan Banten karena keindahannya, Danau Tasikardi memiliki kebanggaan lain pada saat itu yakni pada sistem perawatan airnya yang mampu merubah air yang kotor tercampur tanah menjadi air bersih yang siap digunakan. Dulu, perawatan air danau ini melalui tiga tahapan mulai dari pangindelan, pangindelan putih dan yang terakhir pangindelan emas. Pangindelan merupakan tempat untuk penampungan air, penyaring sekaligus juga menjadi tempat penjernihan air danau hingga bisa siap digunakan.
Teknologi canggih yang ada pada zaman kerajaan ini adalah perpaduan antara teknologi Cina dan Belanda yang bisa ditebak karena terlihat dari bentuk bangunan pengindelannya. Kini, Danau Tasikardi juga dijadikan sebagai salah satu pilihan tempat wisata bagi masyarakat sekitar sekedar untuk melepas penat dan bercengkrama dengan keluarga, kawan atau pasangan. Untuk masuk dan menikmati suasana indah Danau Tasikardi maka pengunjung hanya dikenakan biaya parkir saja yakni Rp 20.000 per mobil dan Rp 10.000 per motor tanpa adanya biaya tiket masuk per orang.

Kegiatan Seru di Danau Tasikardi

  • Piknik di tepi danau

Sumber Gambar: Google Maps @Sukron Makmun
Jika kamu punya waktu luang dan ingin memboyong keluarga untuk berliburan namun terhalang biaya maka kamu bisa piknik di tepi Danau Tasikardi. Disana kamu bisa menemukan banyak pengunjun yang melakukan hal sama, mereka biasanya membawa tikar atau alas dan bekal dari rumah lalu menggelarnya di tepi danau. Sebaiknya kamu datang pagi hari atau sore hari agar tak terlalu panas walaupun sepanjang tepi danau dipenuhi oleh pepohonan yang rindang.
  • Duduk santai di gazebo

Sumber Gambar: Google Maps @persib day
Kalau tak sempat membawa perlengkapan untuk piknik di tepi danau maka kamu bisa menggunakan gazebo yang ada di pinggir danau. Gazebo kayu ini muat hingga 6 orang sehingga aman bila kamu memboyong keluarga liburan kesini. Sambil duduk santai menikmati pemandangan danau, kamu bisa membeli jajanan kaki lima yang tersebar di area pinggir danau mulai dari snack, minuman kemasan hingga makanan berat seperti nasi dengan harga yang terjangkau.
  • Main di Istana Balon

Sumber Gambar: Google Maps @Tri Indrawan
Jangan khawatir jika membawa si kecil kesini karena di pinggir danau terdapat wahana playground buatan seperti istana balon. Di istana balon si kecil bisa main perosotan yang terbuat dari balon dan pastinya akan menambah keceriaannya, untuk tarifnya mulai dari Rp 20.000 saja.
  • Naik Sepeda Air

Sumber Gambar: Google Maps @Winda Diana Sari
Nah kalau kalian ingin memutari danau maka bisa sewa sepeda air atau bebek – bebekan seharga Rp 20.000 per sepeda air. Tenang saja, satu sepeda air atau bebek – bebekan bisa menampung untuk 2 orang dewasa dan 1 anak – anak sehingga kamu bisa mengayuhnya bersama dengan si kecil. Kamu pun juga bisa menuju ke area pinggir Pulau Keputren untuk melihat pulau secara langsung loh!
Geomedia - JFK 2022