OUR NETWORK

Melihat Sunrise Purwakarta Dari Puncak Gunung Parang Via Desa Pesanggrahan

Sumber Gambar: Google Maps @Si Lucky Trip

Gunung Parang, terletak di Kabupaten Purwakarta yang tingginya kurang lebih 950 Mdpl. Pendakiannya ada 3 tempat yang sama-sama mempunyai keunikan dan kesulitan-kesulitan masing-masing. Kali ini, kami akan mencoba trek yang ada di Desa Pesanggrahan. Dimana, titik pendakian ini mempunyai trek yang cukup melelahkan.

Gunung Batu Andesit tertinggi nomor dua di Asia ini memang cukup menantang untuk naik ke atas. Tidak hanya untuk menikmati pesona sunrisenya saja. Melainkan, kamu bisa juga melihat bintang-bintang malam yang berkerlip dengan indahnya. Penasaran dengan jalur pendakian ini? Mari kita coba mendaki hingga sampai ke atas, seperti di bawah ini.

Menuju Ke Basecamp Pesanggrahan

Basecamp ini terletak di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta dengan simaksinya untuk weekday 10 ribu rupiah dan weekend 15 ribu rupiah saja. Ditambah dengan uang parkir untuk kendaraan bermotor, kamu akan ditarik 10 ribu rupiah. Untuk mobil, kurang lebih 20 ribu rupiah.

Menuju ke objek wisata ini kamu bisa naik kereta api, dan turun di stasiun Purwakarta. Selanjutnya, bisa menggunakan mobil carteran dengan harga 500 ribu rupiah hingga 700 ribu rupiah untuk pulang pergi. Biasanya, banyak pendaki yang sering mendaki tempat ini pada malam hari sekitar pukul 12 malam hingg pukul 2 pagi.

Menuju ke Pos 1, Pos 2, dan Pos 3

Menuju ke atas kamu akan disuguhkan dengan beberapa trek yang tidak terlalu naik keatas. Setidaknya, menuju ke Pos 1 kamu masih dimanjakan dengan trek yang cukup landai. Jadi, disarankan untuk berjalan sembarai mengatur nafas. Banyak para pendaki yang memilih untuk melanjutkan perjalanannya. Karena, tenaga yang masih tersimpan cukup banyak.

Sumber Gambar: Google Maps @Abu Hamzah Pwk

Menuju ke Pos 2, kamu akan disuguhkan dengan hutan homogen. jalanan mulai sedikit menanjak. Tetapi, masih cukup ramah. Hanya saja, saat masuk hutan 5 menit setelah berjalan kamu akan merasakan kelelahan yang cukup.

Mengapa? Kondisi malam hari, pepohonan membutuhkan oksigen. Nah, saat kamu berjalan di bawahnya, kadar oksigen yang ada di udara akan tersedot banyak untuk pepohonan. Jadi, inilah banyak pendaki yang lebih senang mendaki pada siang hari. Tetapi, bagi kamu yang sudah pro, malam hari juga bisa menjadi sebuah pilihan.

Di pos 2 sudah ada shelter yang bisa kamu manfaatkan untuk duduk dan biasanya, ada beberapa pendaki akan tidur sebentar disini. Beristirahtlah setidaknya 3 menit sampai 10 menit. Karena, setelah 7 menit perjalanan kamu akan melintasi bebatuan yang cukup besar-besar.

Sumber Gambar: Google Maps @lasmanah – MyTripMyAdventure

Rasanya, kesulitan pendakian Gunung Parang sudah mulai dari sini. Nah, disinilah para pendakian akan benar-benar diuji. Dimana, rasa lelah sudah menyebar keseluruh tubuh. Jalur seakan tidak pernah berhenti menghadirkan tanjakan dan bebatuan. Setelah tiba di pos 3, kamu bisa mendirikan tenda dan beristirahat untuk waktu yang cukup lama.

Menuju Puncak

Sumber Gambar: Instagram @gunungparang

Sebelum kamu mendirikan tenda di pos 3, disarankan untuk membersihkan tanah yang ada disini. Karena, ada banyak duri-duri yang berserakan yang membuat tenda kamu sobek dan kurang nyaman. Jumlahnya kurang lebih bisa untuk 4 sampai 6 tenda.

Menuju ke Puncak kamu harus mempersiapkan diri, karena sudut kemiringannya kurang lebih 75 derajat sampai 90 derajat. Sehingga kamu harus mempersiapkan diri, dan atur nafas kamu baik-baik agar tiak mudah lelah. Tetapi, kamu harus berhati-hati ya, karena di kanan dan kiri adalah jurang-jurang yang menganga.

Sumber Gambar: Google Maps @Abu Hamzah Pwk

Ketika, kamu salah sedikit kamu bisa juga masuk ke jurang lho. Untungnya saja, disini kamu sudah disediakan tali webbing yang sudah disiapkan untuk memudahkan kamu naik ke atas. Jangan lupa bawa sarung tangan yang cukup kuat agar tangan kamu tidak kesakitan.

Pemandangan Sang fajar yang memang mengesankan, membuat kamu tidak bisa move on dari kawasan ini. Karena, mempunyai tiga puncak yang berbeda di titik pendakian yang berbeda. Kamu bisa merasakan bahwa gunung ini adalah milik pribadi.

Sumber Gambar: Google Maps @Yulia Wijaya Sari

Pemandangannya pun tidak hanya sekedar matahari saja. Kamu, juga bisa menikmati panorama Gunung Ciremai, Gunung Gede Pangrango, dan bukit-bukit yang berbaris. Bahkan, kamu pun juga bisa menikmati waduk Jatiluhur yang tak kalah menawannya.

Kesimpulan

Gunung Parang, memang tidak setinggi Gunung Ciremai atau juga cikuray. Tetapi, panoramanya dan ketegangan menuju ke atas adalah sebuah pengalaman yang wajib kamu coba. Persiapkan fisik dan jangan lupa untuk mengunjungi tempat ini ya.

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…