in

Pesona Danau Paniai, Tanah Surga di Papua yang Harus Dikunjungi

Sumber Gambar: Google Maps @Alva EDISON

Rasanya belum lengkap bila saat berkunjung ke Tanah Papua, tetapi tidak menikmati Danau Paniai. Keindahan panoramanya tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Benar-Benar luar biasa menawannya sampai kamu akan sulit untuk menuliskan sesuatu.

Ada satu kebanggaan yang harus diketahui, bahwa kawasan ini sudah diakui oleh 157 negara sebagai yang paling Indah di dunia. Cukup mengejutkan sekali bukan? Bahkan, mereka mengusulkan diadakan sebuah festival kelas Dunia sebagai upaya promosi. Oleh karena itu, jangan lupa untuk datang ke tempat ini dan melihat sendiri bagaimana panoramanya.

Menurut sejarahnya, dulu ada seorang Pilot yang sedang terbang di atas Papua tepatnya tahun 1938. Pria berkebangsaan Belanda tersebut setidaknya melihat 3 Danau sekaligus, karena terpesona dengan panoramanya.

Pilot tersebut akhirnya turun setelah melihat pesona tersebut, kawasan tersebut akhirnya diberi nama Danau Wisselmeren sesuai nama akhir sang Pilot. Hanya saja, seiring berjalannya waktu. Wiselmeren sudah tidak digunakan lagi dan berganti menjadi, Paniai, Tigi, dan Tage.

Keindahan Danau Paniai

Sumber Gambar: Google Maps @Alva EDISON

Lokasinya terletak di ketinggian kurang lebih 1700 mdpl. Dimana, sumber air dari kawasan ini sendiri berasal dari Sungai Weya, Ekadide, Agadide, Koto. Total luasnya kurang lebih 14.500 hektar dengan pemandangan sekitar yang sangat elok nan menawan.

Coba kamu lihat, banyak gunung besar di sekitarnya. Sehingga, kawasan ini berbentuk hampir menyerupai sebuah cekungan. Rata-rata kedalamannya adalah 30 meter, tetapi mempunyai titik paling dalam yaitu 47 meter. Tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat wisata saja tetapi, warga juga sering menggunakannya sebagai tempat untuk menangkap ikan dan udang. Ada satu poin menarik dan bisa kamu lihat walau sedikit langka.

Sumber Gambar: Google Maps @Alva EDISON

Udang yang ditangkap oleh nelayan ini merupakan jenis endemik khas tanah Papua. Karena jumlahnya semakin menipis, untuk mendapatkannya diperlukan keberuntungan. Apalagi, saat ini pertumbuhan enceng gondok sudah cukup banyak, membuat semakin susah dalam mencarinya, termasuk ikan lainnya.

Pesona lain yang tidak boleh dilewatkan adalah keindahan matahari terbenam yang sangat menawan. Panoramanya harus diakui sangat indah dan menakjubkan. Datanglah sekitar pukul 3 sore untuk bisa menikmati cantiknya langit yang berubah menjadi oranye, terkadang hadir juga semburat ungu.

Sumber Gambar: Google Maps @Alva EDISON

Tidak tahan kalau hanya berdiam diri saja? Tenang, disini sudah terdapat Pos Wisata dimana setiap wisatawan bisa menyewa perahu dan pergi berkeliling. Menikmati suasananya yang tenang dan teduh.

Pulang terlalu larut malam? Tenang, masih ada penginapan atau Rumah warga yang siap memberikan area untuk istirahat. Untuk tarifnya mulai dari Rp400 ribu atau kamu bisa nego sendiri dengan mereka.

Menuju Ke Danau Paniai

Harus diakui menuju ke sini cukup sulit. Ada dua cara agar bisa sampai di lokasi tersebut. Pertama, bila menggunakan jalan darat melalui Kota Enaratoli. Tetapi, harus diperhatikan bahwa, menuju ke titik tersebut tidak mudah.

Jalanan naik dan turun dengan tanjakan serta kelokan tajam. Butuh waktu kurang lebih 3 jam agar bisa sampai. Tetapi, bila kamu punya sedikit dana lebih, disarankan untuk naik pesawat perintis saja.

Sumber Gambar: Google Maps @Alva EDISON

Tidak hanya melihat panoramanya secara langsung. Menggunakan pesawat bisa juga melihat keindahannya dari atas. Sungguh, saat memandangnya mata kamu akan susah berkedip.

Bila beruntung kamu bisa ikut nelayan memancing dan hasil tangkapannya akan dimasak berbagai menu khas Papua. Jangan sungkan menyapa penduduk sekitar, mereka sangat ramah dan bersahaja, bahkan saat wisatawan meminta izin untuk menginap di rumah, pasti mereka bersedia.

Danau Paniai menjadi bukti bahwa, Tanah Papua adalah surga alamnya Indonesia. Mempunyai berbagai panorama yang tidak akan pernah habis walau terus di eksplore. Menariknya, suasana serta pemandangannya tidak membuat kamu jenuh atau bosan. jadi, kapan kamu akan berkunjung ke tempat ini?