OUR NETWORK

Puncak Pato, Tempat Wisata yang Memadukan Alam dan Sejarah di Sumatera Barat

Sumber: Instagram@agnesadinata

Sumatera Barat adalah salah satu provinsi di Pulau Sumatera yang cukup beruntung karena dianugrahi banyak tempat wisata alam yang indah dan menawan. Berkunjung ke Sumatera Barat pun tidak akan terasa lengkap jika kamu tidak mengunjungi pantainya, karena lokasinya yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia membuat provinsi ini memiliki deretan pantai dengan pemandangan yang eksotis. Jika tak suka dengan pantai, kamu pun bisa mencoba untuk mengunjungi beberapa danau yang ada di Sumatera Barat, dengan Danau Singkarak sebagai danau terbesarnya.

Untuk kamu yang ingin menikmati sejuknya udara Sumatera Barat dari atas ketinggian, maka Puncak Pato bisa menjadi pilihan yang tepat. Selain udara yang sejuk, Puncak Pato juga memiliki pemandangan alam yang menawan sekaligus menyimpan cerita bersejarah. Untuk mengenal Puncak Pato lebih dalam, mari simak ulasan yang berikut ini.

Lokasi Puncak Pato

Sumber: fhiaft.blogspot.com

Puncak Pato sendiri berada di Nagari Batu Bulek, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Untuk bisa menuju ke sana, para pengunjung yang datang dari ibu kota Sumatera Barat, Padang, harus menempuh perjalanan sejauh 122 km atau dengan waktu tempuh kurang lebih selama 3 jam perjalanan darat. Jika datang dari ibu kota Kabupaten Tanah Datar, Batusangkar, maka diperlukan perjalanan sejauh 17 km dengan waktu tempuh sekitar 45 menit. Jalanan menuju ke Puncak Pato cukup menanjak dan berkelok, sehingga para pengunjung dituntut untuk lebih berhati-hati dalam berkendara.

Pesona Puncak Pato

Sumber: Instagram@gezy_alfata

Setelah sampai di Puncak Pato, para pengunjung akan langsung disuguhi pemandangan alam hijau yang menawan ditemani dengan udara yang sejuk dan dingin menusuk tulang. Banyaknya pohon pinus di Puncak Pato juga semakin memanjakan para pengunjung untuk betah berlama-lama di sana.

Sumber: Instagram@agnesadinata

Dari Puncak Pato, jika kamu melemparkan pandangan ke arah barat, maka akan terlihat jelas perkampungan penduduk di Nagari Sungayang yang cukup damai nan tentram. Di sela-sela pohon pinus juga nampak hamparan kebun tebu milik warga sekitar, untuk dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan gula tebu atau saka. Jika sedang beruntung dan cuaca cukup cerah, kamu juga bisa melihat keindahan Danau Singkarak dari kejauhan di Puncak Pato. Tidak hanya itu, dari sana para pengunjung juga bisa melihat kemegahan dari Gunung Marapi, tentunya jika cuaca sedang cerah dan tidak berkabut.

Peristiwa Bersejarah di Puncak Pato

Sumber: www.wisatatrend.com

Ada peristiwa bersejarah di Puncak Pato, terutama bagi masyarakat Minang. Karena di masa zaman perang kemerdekaan, Puncak Pato dijadikan sebagai tempat pengambilan Sumpah Satiah Bukit Marapalam yang menghasilkan kesepakatan antara kaum adat dan kaum agama di Minangkabau atau Sumatera Barat. Isi dari Sumpah Satiah Bukit Marapalam adalah ‘Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah’, yang di mana artinya adalah ‘Adat yang di dasarkan kepada agama Islam dan syari’at di dasarkan kepada Al-Qur’an dan Hadist’. Isi sumpah itu pun masih dipegang erat oleh masyarakat Sumatera Barat.

Setelah tercapainya kesepakatan atau sumpah, di Puncak Pato didirikan monumen untuk memperingati peristiwa bersejarah tersebut. Monumen itu berbentuk tiga orang pria dengan pakaian adat Sumatera Barat yang melambangkan tiga pimpinan masyarakat. Kemudian ada juga bangunan yang beratap tingkat dan berundak, bergonjong mirip seperti rumah Gadang, rumah adat masyarakat Minangkabau.

Fasilitas di Puncak Pato

Sumber: Instagram@officialpuncak_pato

Meskipun memiliki pemandangan yang menawan dan menjadi tempat bersejarah, fasilitas di Puncak Pato bisa dibilang kurang memadai. Karena di sana masih banyak ditemukan sampah yang berserakan hingga coretan-coretan di dinding dengan perkataan yang tak senonoh. Akan tetapi baru-baru ini pihak pemerintah setempat sudah mulai membenahi fasilitas yang ada di Puncak Pato, dengan membangun musholla untuk tempat beribadah umat Islam dan juga toilet. Jalan menuju ke Puncak Pato pun sudah mulai dibenahi. Akan tetapi masih belum banyak ditemukan warung penjual minuman atau pun makanan ringan di Puncak Pato, sehingga para pengunjung disarankan untuk membawa perbekalan sebelum berangkat menuju ke lokasi.

Harga Tiket Masuk Puncak Pato

Menurut informasi yang diperoleh, para pengunjung hanya dikenakan tarif sebesar 5 ribu rupiah untuk bisa menikmati keindahan alam dari Puncak Pato.

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…