in

Surga Tersembunyi Dari Konawe Selatan, Wisata Bahari Desa Batu Jaya

Sumber Gambar: Google Maps @Ramadan

Kabupaten Konawe Selatan adalah kabupaten hasil dari pemekaran Kabupaten Kendari, yang disahkan pada tahun 2003 lalu, terletak di Provinsi Sulawesi Tenggara dan beribukota di Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan ini memiliki banyak obyek wisata yang jangan sampai kamu lewatkan ketika berada disana mulai dari Puncak Ahuawali, Desa Wisata Namu, Air Terjun Moramo, Labuan Beropa dan masih banyak lagi.

Kebanyakan memang potensi wisata di Konawe Selatan ini di dominasi oleh wisata bahari. Namun untuk kamu yang ingin berlibur di obyek wisata bahari yang keindahan alamnya masih alami dan terjaga mungkin Wisata Bahari Desa Batu Jaya ini bisa menjadi pilihan tujuan kamu.

Lokasi Wisata Bahari Desa Batu Jaya

Terletak di Desa Batu Jaya, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, untuk bisa sampai di lokasi Desa Batu Jaya kamu harus menyewa kapal kayu atau speed boat karena belum tersedianya jalur darat. Sebelum menyebrang, rute pertama yang harus kamu tuju adalah Desa Langgapulu yang berjarak 109 kilometer dari Kota Andoolo dengan waktu tempuh kurang lebih 2jam 22menit melalui Jalan Poros Kendari tergantung kondisi jalan, agar lebih jelas kamu bisa gunakan bantuan aplikasi gmaps.

Panorama

Menaiki kapal selama 20 menit, pertama kamu akan disuguhkan pemandangan ujung tenggara Provinsi Sulawesi Tenggara, keindahan laut Selat Buton dan Pulau Buton setelah itu kamu akan melihat pemandangan garis pantai pasir putih sepanjang 728 meter yang ditumbuhi deretan pohon kelapa yang semakin menambah keindahan jangan lupa juga untuk melihat pemandangan karang bawah laut yang dihuni aneka tumbuhan laut dan hewan laut karena airnya yang sangat jernih pasti akan terlihat jelas oleh kamu.

Sumber Gambar: Google Maps @Ramadan

Masuk lagi kedalam kamu akan menemukan tiga spot wisata andalan dari Desa Batu Jaya mulai dari Pantai Taba-Tabaro, Air Panas Lamokula dan Pulau Taba- Tabaro. Di lokasi pertama kamu akan sampai di Pantai Taba-Tabaro yang memiliki garis pantai sepanjang 300 meter, pasir putih bersih dan deretan pohon kelapa yang berjajar rapi dipinggir Pantai Taba-Tabaro. Lanjut ke lokasi kedua yaitu Air Panas Lamokula jaraknya sekitar 500 meter dari Pantai Taba-Tabaro tadi dan membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit untuk bisa sampai di spot wisata Air Panas Lamokula ini. Selama perjalanan kamu akan melewati hutan bakau yang lebat dan masih terjaga keasriannya, ditemani beberapa burung yang beterbangan dan suara kicauan burung asli endemik sultra menambah asyik pengalaman liburan kamu.

Perlu diketahui juga nama Lamokula ini berasal dari bahasa daerah setempat yang memiliki arti panas, keunikan dari Air Panas Lamokula ini adalah mata airnya yang hanya akan muncul disaat air laut dalam keadaan surut jadi sebelum berkunjung pastikan dahulu waktu pasang surut air lautnya supaya tidak kecewa, lokasi tepatnya Air Panas Lamokula ini berada disisi kiri dibawah batu cadas, dibawah pohon beringin hutan diketahui juga ada sebanyak 5 buah sumber air panas disana.

Sumber Gambar: Google Maps @Ramadan

Tujuan ketiga yakni Pulau Taba-Tabaro, pulau ini berada tepat didepan Pantai Taba-Tabaro dengan luas 1 hektar pulau ini ditumbuhi pohon cendana, bakau, anggrek hutan dan tumbuhan lainnya yang menghiasi pulau tak berpenghuni ini, berpindah ke sisi kanan pulau dengan jarak 100 meter merupakan spot menarik untuk kamu berenang dan bersnorkling ria karena area tersebut aman dari hewan bulu babi dan untuk kamu yang ingin mengabadikan momen berlibur di Pulau Taba-Tabaro spot paling bagus berada dibelakang pulau dengan pemandangan batu-batu karang yang cantik.

Selain ketiga wisata alam tersebut di Desa Batu Jaya ini juga kamu bisa berwisata sejarah lho karena diketahui dulunya daerah ini dipakai sebagai markas DI-TII Kompi batalyon 21, yang merupakan anggota separatis di jaman penjajahan dan berhasil ditumpas oleh TNI. Begitu banyak potensi wisata dari Desa Batu Jaya ini, namun fasilitas dan akses jalan menuju lokasi wisata masih terbatas, Kepala Desa Batu Jaya Basman pun menyatakan walaupun dalam usaha untuk mengembangkan obyek wisata ini terkendala kekurangan dana tapi beliau dan warga setempat tidak putus asa dan akan terus mencoba mengembangkan potensi wisata desanya dan juga beliau mengharapkan agar pemerintah dapat membantu dalam pengembangan dan jeli melihat potensi wisata dari Desa Batu Jaya ini.