in

Taman Nasional Baluran, Replika Padang Savana Afrika di Banyuwangi

Sumber: akyacatour.com

Lagi-lagi soal Banyuwangi, namun kini lebih tepatnya adalah perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dengan Kabupaten Bondowoso. Baik Banyuwangi dan Bondowoso, mereka sama-sama memiliki keindahan alam yang sangat mempesona, apabila Banyuwangi terkenal dengan Kawah Ijen dan Api Birunya, Bondowoso juga terkenal akan Kawah Wurungnya, yang disebut sebagai replika Gunung Bromo. Tepat di perbatasan keduanya juga terdapat Taman Nasional Baluran yang terkenal berkat padang savana dan kehidupan alam liarnya.

Secara sekilas, kehidupan di Taman Nasional Baluran mirip seperti di Afrika, lengkap dengan binatang liar dan alamnya yang tandus. Hal yang unik sebenarnya, karena Indonesia adalah negara tropis yang dikenal dengan hutan hujannya. Namun, Bumi Pertiwi ternyata memiliki keunikan dengan adanya padang savana a’la Afrika di Taman Nasional Baluran.

Lokasi Taman Nasional Baluran

Dilihat secara administratif, Taman Nasional Baluran terletak di Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo. Jaraknya sekitar 50 km dari pusat Kota Situbondo dengan lama perjalanan sekitar 1 jam 15 menit, atau sekitar 47 km dari pusat Kota Banyuwangi dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 17 menit.

Tips Berkunjung ke Taman Nasional Baluran

Sumber: Brisik.id

Walau pun namanya sudah terkenal seantero negeri, bukan berarti akses menuju ke Taman Nasional Baluran memadai. Setelah melewati loket masuk, para wisatawan akan dihadapkan pada jalanan yang berlubang, di beberapa bagian masih belum teraspal dan masih berupa tanah makadam. Tapi jangan salah sangka, bukan berarti tidak mendapat perhatian serius dari pemerintah, kondisi jalan yang demikian bertujuan untuk tetap menjaga kelestarian Taman Nasional Baluran sebagai wilayah cagar alam. Oleh sebab itu, sebelum memutuskan berkelana di Taman Nasional Baluran, ada baiknya kamu mempersiapkan kondisi fisik kendaraanmu terlebih dahulu.

Sumber: akyacatour.com

Namanya juga taman nasional, kamu pun berpeluang untuk bertemu dengan hewan liar ketika berkunjung ke Baluran, seperti banteng atau pun rusa yang terkadang lewat tanpa memberikan aba-aba atau kata permisi. Apabila menghadapi situasi demikian, usahakan tetap tenang dan jangan bertindak agresif demi menghindari amukan mereka.

Untuk kamu yang ingin tetap menjaga penampilan, jangan lupa membawa topi, kaca mata hitan, dan menggunakan sunblock ketika berada di Taman Nasional Baluran. Di musim kemarau cuaca di Baluran akan berubah sangat terik dan tandus, layaknya alam Afrika.

Tempat Terbaik Menikmati Taman Nasional Baluran

Sumber: Instagram @travelbuddies_id

Taman Nasional Baluran memiliki luas sekitar 25 hektar, dan sangat tidak memungkinkan untuk dijelajahi hanya dalam waktu satu hari. Walau pun setiap sudut memiliki keunikan tersendiri, namun yang dianggap sebagai tempat terbaik untuk menikmati keindahan Taman Nasional Baluran adalah di Savana Bekol, yang memiliki luas sekitar 10 hektar.

Dari Savana Bekol, kamu akan disuguhi pemandangan padang savana hijau ketika musim penghujan, ditambah kemegahan Gunung Baluran yang berdiri kokoh dari kejauhan. Kawanan rusa juga sering mencari makan di sekitar Savana Bekol, tepatnya ketika musim penghujan tiba. Kawanan kerbau juga terlihat memanfaatkan kubangan lumpur yang terbentuk di sekitar Savana Bekol. Selain itu, tempat rekomendasi selanjutnya adalah di Savana Bama. Lokasi padang savana tersebut juga tidak terlalu jauh dari Pantai Bama, pantai eksotis yang berada di sebelah timur Baluran.

Berfoto dengan Tengkorak

Sumber: Instagram @holiday.ayey

Berkunjung ke Taman Nasional Baluran tidak lengkap jika kamu belum berfoto dengan latar belakang kumpulan tengkorak binatang liar, seperti kerbau, banteng, hingga rusa. Tapi jangan salah sangka dulu, karena tengkorak-tengkorak binatang yang dipajang berasal dari hewan yang telah mati secara alami di Taman Nasional Baluran, bukan hasil dari perburuan liar.

Tiket Masuk Taman Nasional Baluran

Tidak perlu takut mahal, karena para wisatawan lokal hanya akan dikenakan biaya tiket masuk sebesar 15 ribu rupiah di hari kerja, sementara wisatawan asing dikenakan tiket masuk seharga 150 ribu rupiah. Sedangkan saat hari libur atau akhir pekan, wisatawan lokal dikenakan tiket masuk sebesar 17.500 rupiah dan untuk wisatawan asing sebesar 225.000 rupiah. Para pengunjung juga akan dikenakan biaya parkir kendaraan, sebesar 5 ribu rupiah untuk roda dua dan 10 ribu rupiah untuk roda empat.

Bagaimana, apakah tertarik ke Taman Nasional Baluran? Kapan lagi melihat padang savana a’la Afrika kalau bukan di Baluran.