in

Wisata Alam Murah Meriah ke Hutan Madapi

Sumber Gambar: Google Maps @Samuel Chandra

Wisata Hutan Madapi merupakan salah satu Kawasan wisata alam andalan Provinsi Bengkulu. Madapi sesungguhnya adalah sebuah akronim dari ‘Mahoni, Damar, dan Pinus’, yang memang merupakan vegetasi dominan dari hutan tersebut. Namun tidak hanya Mahoni, Damar, dan Pinus, di dalam hutan Madapi juga masih terdapat tanaman lain seperti Pohon Kemiri.

Hutan Madapi terletak di Dusun Karang Anyar, Desa Pal VII, KEcamatan Bermani Ulu Raya, Kabupaten Rejang Lebong. Kawasan hutan ini memiliki luas area sekitar 400 Ha – 500 Ha dengan masing masing pohon ditanam dengan jarak 3 sampai 7 meter. Kendati demikian, kawasan yang dijadikan sebagai wisata alam sekitar 100 Ha. Madapi sendiri merupakan hutan wisata yang dikelola oleh Bagian Perlindungan dan Pengamanan Hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Wilayah III, Resort Rejang Lebong.

Akses jalan menuju hutan Madapi cukup mudah untuk dilalui. Jalurnya sudah beraspal sehingga dapat dilalui dengan mobil maupun sepeda motor. Waktu tempuh menuju Hutan Madapi menggunakan kendaraan bermotor jika berangkat dari Ibu Kota Provinsi Bengkulu akan memakan waktu kurang lebih 3 jam, dengan jarak tempuh sekitar 100 km. Dari Desa Pal VII, untuk sampai ke lokasi pengunjung perlu memasuki gang sejauh 2.5 meter (berkendara selama kurang lebih sekitar 6 menit). Lahan parkir di area hutan Madapi juga cukup luas, sehingga tidak perlu khawatir akan kehabisan tempat parkir.

Sumber Gambar: Google Maps @Samuel Chandra

Udara di hutan Madapi sangat bersih dan segar. Rindangnnya pohon-pohon yang menjulang tinggi terlihat begitu gagah namun juga terasa bersahabat. Barisan rapi pepohonan di Hutan Madapi membuat banyak orang menyamakan suasana hutan ini serupa dengan Quebec Forest di Kanada. Terlebih ketika cuaca sedang cerah dan cahaya matahari masuk ke celah-celah pepohonan.

Terkenal sebagai spot liburan untuk keluarga, hutan Madapi akan sangat ramai di hari libur sekolah dan akhir pekan. Hutan Madapi bisa menjadi sangat ramai terutama pada saat Hari Raya Idul Fitri. Sembari menikmati alam, Hutan Madapi juga menyediakan banyak spot-spot untuk berfoto bersama keluarga, salah satunya spot foto di atas pohon dengan latar belakang hutan hijau yang rimbun.

Sumber Gambar: Google Maps @Yoghi Juliansa

Di dalam kawasan ini juga terdapat aliran Sungai Betung yang bersumber dari Bukit Kelam. Gemericik air yang melalui hutan membuat suasana alam di hutan ini menjadi semakin lengkap dan membius seluruh pengunjung dengan keindahannya. Pesona alam dari Madapi tidak hanya sampai disitu karena di dalam Kawasan ini juga terdapat lokasi habitat Amorphophallus atau bunga bangkai yang dapat didatangi oleh semua pengunjung.

Pohon-pohon yang berada di Kawasan Hutan Madapi telah ditanam sejak lama. Pohon Mahoni dan Damar sudah ditanam sejak tahun 1954-an di mana pada saat itu pohon-pohon yang ditanam memiliki ketinggian sekitar 30 sampai 40 meter. Sementara itu, pohon Pinus ditanam sekitar tahun 1982 di mana ketika itu wilayah Hutan Madapi masih berstatus sebagai hutan lindung. Sekitar tahun 1992 Madapi berganti menjadi kawasan pemanfaatan. Statusnya berubah dari hutan lindung menjadi Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Hingga saat ini  Kawasan Hutan Madapi memiliki dua fungsi, yakni sebagai hutan Pendidikan dan hutan konservasi.

Sumber Gambar: liveindonesia.id

Pengelolaan Hutan Madapi dilakukan oleh TNKS dengan melibatkan masyarakat lokal dengan pola pemberdayaan kelompok tani. Pola ini dilakukan agar masyarakat lokal dapat memiliki kesadaran untuk turut melestarikan hutan. Disisi lain, pola ini juga dapat memberikan pendapatan tambahan kepada masyarakat lokal dengan melakukan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK) berupa getah pinus.

Dalam jangka panjang, pengelolaan wisata di Kawasan zona pemanfaatan TNKS dapat menjadi jalan keluar permasalahan pembalakan liar dan berhasil memberadayakan perekonomian maysarakt lokal di luar aspek perkebunan dan pertanian.

Sumber Gambar: Google Maps @Dedi Harianto

Tidak ada hal lain lagi yang perlu dipertimbangkan untuk segera membuat rencana berkunjung ke Hutan Madapi bersama keluarga. Sarana dan Pra-sarana pendukung di Hutan Madapi juga sudah cukup memadai. Terdapat banyak saung untuk berteduh, beberapa toilet, serta terlihat banyak tempat sampah yang mudah dijangkau. Tersedia juga Musholla untuk melakukan ibadah. Hutan Madapi juga menyediakan camping ground yang bisa digunakan bagi siapa saja untuk melakukan outbound. Biayanya pun juga terjangkau, Rp 5000 per-orang dan dengan tambahan biaya parkir Rp 2000.

Selama cuaca sedang tidak hujan, Hutan Madapi adalah salah satu tempat terbaik untuk berrelaksasi bersama keluarga tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Jadi kapan kalian akan ke sana?