in

Wisata Alam Pulau Bakut, Melihat Satwa yang Terancam Punah dari Dekat

Sumber Gambar: c.mi.com

Bicara soal Kalimantan, termasuk Kalimantan Selatan, memang tak akan lepas dari hutan hujannya yang masih luas, meski kini kian terkikis oleh keserakahan manusia. Meski begitu, di Kalimantan Selatan juga masih terdapat beberapa wilayah konservasi, salah satunya adalah Pulau Bakut. Bagaimana, apakah kamu sudah pernah mendengar nama pulau yang satu ini? Kalau belum, yuk berkenalan dengan Pulau Bakut.

Lokasi Pulau Bakut

Sumber: Instagram@banuabaru.id

Pulau Bakut sebenarnya adalah sebuah delta di Sungai Barito, lokasi persisnya berada di bawah Jembatan Barito yang membentang sepanjang 1.082 meter. Tiang pancang jembatan yang menghubungkan antara Kalimantan Selatan dengan Kalimantan Tengah itu pun menancap kokoh di pulau yang satu ini. Sementara itu, secara administratif Pulau Bakut terletak di Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

Cara Menuju ke Pulau Bakut

Kamu harus menyeberangi aliran Sungai Barito untuk bisa sampai di Wisata Alam Pulau Bakut dengan menggunakan perahu tradisional, yang disebut ‘kelotok’ oleh warga setempat. Para wisatawan akan dibawa melintasi Sungai Martapura Banjarmasin, atau persisnya dari Siring 0 Km melintasi Sungai Barito hingga akhirnya sampai di Pulau Bakut. Lamanya wisata susur sungai ini sekitar 1 jam, dengan start dari Siring Pierre Tendean.

Sumber: Instagram@_abdllhadii_

Sepanjang perjalanan kamu akan dibawa menikmati pemandangan sungai yang menarik dan unik khas Kalimantan. Di kanan kiri sungai, kamu juga bisa melihat pemandangan rumah-rumah panggung milik penduduk setempat dengan bertiang kayu ulin. Kayu ulin dipilih karena jenis kayu ini akan semakin kuat apabila terendam air. Masih dalam rangka susur sungai menuju ke Pulau Bakut, di sepanjang perjalanan kamu pun bisa melihat pemandangan berupa perahu-perahu kecil milik warga yang digunakan sebagai alat transportasi, sesekali kamu pun bisa berpapasan dengan kapal tongkang pengakut batu bara.

Lebih Dekat dengan Bekantan di Pulau Bakut

Sumber: Instagram @mankdhay_r

Sesampainya di Pulau Bakut, kamu akan langsung disambut oleh gapura selamat datang. Di pulau ini, kamu bisa berkenalan lebih dekat dengan bekantan (nasalis larvatus), yakni satwa endemik Kalimantan yang menyerupai monyet dengan hidung yang lebih besar dan warna rambut di tubuhnya lebih terang. Bentuk tubuhnya itu lah yang membuat bekantan juga disebut dengan monyet belanda. Menurut informasi, Pulau Bakut memang habitat asli bekantan dan wilayah seluas 15,8 hektar ini pun sudah ditetapkan sebagai site monitoring spesies prioritas yang terancam punah tersebut, berdasarkan Surat Keputusan Kepala BKSDA Kalsel Nomor: SK.1653/IV-K.23/KKH/2012 tanggal 31 Juli 2012.

Berjalan Menyusuri Jembatan Kayu

Sumber: Instagram @norabidin_

Tempat wisata yang baru dibuka untuk umum pada akhir 2018 itu termasuk dalam tipe hutan mangrove riverine, di mana ciri-cirinya adalah lantai hutannya tergenang oleh air yang dipengaruhi oleh pasang surut aliran sungai Barito. Tenang, jangan takut basah atau becek, karena pihak pengelola sudah mempersiapkan jembatan yang terbuat dari kayu ulin.

Sumber: Instagram @ervinsunardy

Di sepanjang jembatan kamu bisa menikmati rindangnya pohon-pohon bakau yang tumbuh subur, jika beruntung kamu pun bisa melihat langsung bekantan yang bergelantungan di ranting pohon bakau. Oh ya, masih ada yang menarik, di salah satu sudut Pulau Bakut kamu bisa menemukan menara pandang, dan dari puncaknya kamu bisa lebih leluasa melihat pemandangan alam sekitar dan juga jembatan Barito yang terbentang dengan gagah.

Tiket Masuk dan Fasilitas

Sumber: Instagram @usman_adlyadzimy

Untuk bisa berwisata ke Pulau Bakut, kamu hanya akan dikenakan biaya masuk sebesar 5 ribu rupiah di hari kerja dan 7.500 rupiah di hari libur. Harga tiket untuk wisatawan mancanegara adalah sebesar 100 ribu rupiah di hari kerja dan 150 ribu rupiah di hari libur.

Meski tiket masuk tergolong murah, tapi fasilitas yang disediakan di Pulau Bakut sudah sangat lengkap, berkat biaya yang dikucurkan oleh BKSDA dan PT Adaro Indonesia. Di sana kamu bisa dengan mudah menemukan toilet, musholla, dan tempat sampah. Ada pula sentra kuliner dan kerajinan, yang dibangun untuk semakin menarik minat para wisatawan berlibur di Pulau Bakut.

Tunggu apa lagi, segera siapkan hari liburmu dan kunjungi Pulau Bakut. Tempat wisata ini pun sangat cocok bagi anak-anak, karena dengan berkunjung ke sana mereka bisa berkenalan lebih dekat dengan alam dan bekantan.