in

Bangunan Bersejarah Peninggalan Belanda di Lampung

Lampung memiliki berbagai macam jenis wisata yang dapat kalian nikmati. salah satu jenis wisata yang penulis sukai adalah wisata sejarah dimana saat berada di sana kita dapat mengenal lebih baik masa lalu yang menjadi fondasi kita saat ini sekaligus, tempat dimana kita dapat membayangkan bagaimana kajadian itu terjadi atau bagaimana masyarakat pada zaman tersebut beraktifitas. Berikut adalah beberapa tempat peninggalan dari Belanda yang dapat kalian kunjungi saat berada di Lampung.

Gedong Aer

Sumber: foursquare.com

Bangunan ini terletak di Jl. Imam Bonjol, Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung. Yang dibangun pada abad ke-18, untuk tahun pembangunannya sendiri terdapat dua versi. Versi yang pertama menyatakan bahwa gedung ini dibangin pada tahun 1905 – 1908 sedangkan versi yang kedua menyatakan bahwa bangunan ini didirikan sekitar tahun 1920 sayangnya penulis sendiri tidak yakin versi mana yang mana yang benar, jadi jika kalian penasaran dengan tanggal yang benar penulis sarankan kalian untuk meneliti lebih lanjut.

Jadi alasan gedung ini dibangun adalah dikatakan pemerintah Belanda yang pada saat itu merasa perlu memenuhi kebutuhan logistik di Lampung dan berusaha untuk memenuhinya, mereka kemudian akhirnya membangun sebuah menara dan bangunan yang dapat digunakan sebagai tempat untuk menampung cadangan air yang merupakan kebutuhan primer masyarakat dan manusia. Bangunan inilah yang kemudian mengatur dan membagi air yang mengalir dari Way Rilau Kedondong, Gedong Tataan yang kemudian melintasi Langkapura sehingga dapat dibagikan lagi kepada seluruh warga Bandar Lampung. Bangunan yang sampai saat ini masih berdiri kokoh dengan desainnya yang bergaya eropa ini sampai pada saat in masih berfungsi sebagai pemasok air utama yang dikelola oleh PDAM.

Penjagalan / Rumah Potong Hewan (RPH)

Sumber Gambar: dananwahyu.com

Bangunan yang terletak di jalan Dr. Warsito 53 ini bernama Rumah Potong Hewan atau RPH sapi dan Babi yang didirikan pada sekitar tahun 1927. Awalnya pemilik bangunan ini adalah Pemerintah Hindia Belanda yaitu tepatnya Dinas Kehewanan tetapi sejak Indonesia merdeka pada tahun 1945-an bangunan ini kemudian di ambil alih oleh Pemerintah Indonesia. Hingga pada saat ini bangunan tersebut berada dibawah kewenangan Dinas Peternakan Kota Bandar Lampung.

Bangunan yang memiliki luas 556 m2 ini secara keseluruhan Fisik bangunan sebenarnya tidak banyak berubah tetapi bangunan tersebut masih mengalami beberapa kerusakan kecil pada beberapa fisik bangunannya misal pecahnya kaca jendela, daun pintu yang tidak dapat dibuka karena karat yang telah dimakan oleh waktu dan warna lantai dan dasar bangunan yang menjadi buram bisa dikatakan tidak peduli seberapa kuat manusia membangun tetap tidak dapat dibandingkan dengan kekuatan alam.

Rumah Milik Japffa Comfeed

Sumber Gambar: dananwahyu.com

Bangunan ini didirikan pada sekitar tahun 1927 yang awalnya dibangun dan ditempati oleh Orang Belanda pada saat itu sebagai tempat tinggal pribadi pada masa Kolonial Belanda, bangunan ini baik perencanaan dan pembangunannya dikerjakan oleh orang Belanda yang pada masa itu membangunnya dengan konsep konstruksi Ferosement. Jika kalian ingin berkunjng rumah pribadi ini terletak di jalan Pattimura No. 5 yang memiliki luas 180 m2.

Bangunan ini kemudian dibeli oleh perusahaan PT Japffa Comfeed Lampung pada sekitar tahun 1990-an yang hingga saat ini masih menjadi pemilik bangunan. Saat ini Bangunan tersebut dipergunakan sebagai tempat tinggal para karyawan PT Japffa Comfeed. Jadi saat melihat atau berkunjung disana lebih baik kalian meminta izin dulu dengan orang-orang yang tinggal disana jika kalian ingin melihat bangunan lebih dekat.

Selain tempat-tempat diatas sebenarnya masih banyak bangunan Belanda lainnya misal seperti Perumahan Residen Belanda, Kantor Bengkok (Keresidenan Belanda di Lampung) dan perumahan Kontelir Belanda. Hanya saja bangunan-bangunan ini hanya tersisa nama saja karena fisik bangunan tersebut telah hancur atau telah diratakan dan menjadi bangunan lainnya seperti ruko-ruko pembelanjaan. Sangat disayangkan sebenarnya melihat tempat-tempat bersejarah di Indonesia banyak yang hilang, entah itu karena termakan oleh waktu atau karena dihancurkan dibangun menjadi bangunan lainnya. Padahal dikatakan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah dan pahlawannya, tetapi sayangnya banyak tempat bersejarah di Indonesia yang tidak terurus dan bahkan terbengkalai.