in

Desa Lamandau, Kehidupan Masyarakat Dayak yang Bersahaja

Sumber Gambar: Google Maps @iniCika27 juli2002

Indonesia mempunyai berbagai macam adat istiadat yang begitu mengesankan. Hal itulah yang menjadi salah satu daya tarik utama negeri ini. Selain kawasan alamnya yang memang tidak bisa dipungkiri menawannya. Salah satu desa wisata yang tak boleh kamu lewatkan adalah Desa Dayak Lamandau.

Satu kata yang bisa mencerminkan desa ini yaitu amazing. Dimana, kamu akan disambut hangat layaknya seorang tamu agung. Keramahannya menjadi satu hal yang sulit untuk dilupakan. Bahkan, kesederhanaan yang muncul membuat kamu betah untuk berlama-lama disini. 

Mengenal Desa Lamandau

Desa ini akan menyambut setiap orang yang datang dengan meriah. Dengan tari-tarian yang jumlahnya kurang lebih ada enam orang, menggunakan kulit kayu dan juga topi bulu burung enggang disertai dengan replika paruhnya yang cukup panjang.

Sumber Gambar: Google Maps @iniCika27 juli2002

Ada suara gendang, gong, garantung dan berbagai alat musik yang berbunyi. Ada juga kayu-kayu yang melintang yang akan dipotong-potong, setelah kepala adat tahu maksud dan tujuan para tamu datang. Ritual ini disebut juga dengan nama Garung Pantan. Semua ritual ini pun juga harus dilaksanakan bagi suku dayak tetangga yang hendak berkunjung.

Kegiatan yang dilakukan

Sebagai tamu yang datang kamu tidak hanya melihat berbagai macam pertunjukkan. Melainkan, kamu juga bisa mengikutinya langsung. Belajar kelas memasak dengan menggunakan peralatan tradisional. Dimana, masakan ini akan digunakan untuk menu makan malam kamu nanti.

Tidak hanya memasak saja, keramahan warga dayak di Desa Lamandau juga bisa bisa kamu rasakan saat mengikuti upacara ikat tongang yaitu memasang gelang yang menggunakan kayu tonggang. dari kepala adat untuk para tamu. Dimana untuk mata gelangnya sendiri menggunakan daun sangkuba.

Sumber Gambar: setda.lamandaukab.go.id

Prosesnya, kamu harus duduk di sebuah alat musik yang bernama gerbong dengan latar belakang sebuah guci besar peninggalan leluhur. atau disebut dengan nama Tempayan. Selanjutnya, Tari Bagondang yang mewajibkan kamu untuk menari dengan pasangan. Kamu akan diundang untuk menggunakan pakaian penari adat. kemudian, perlahan mengikuti gerakan para penari lainnya. Untuk suguhan minumannya biasanya adalah tuak manis yang disajikan hanya seperempat gelas saja.

Sajian Kuliner

Nah, diatas sudah disebutkan bahwa kamu akan diajak untuk memasak berbagai macam sajian kuliner yang khas dan menggoda selera. Bagi kamu warga muslim, kamu bisa bilang ke ketua adat bila ada beberapa menu dan juga bahan yang tidak bisa disantap. 

Sumber Gambar: travelingyuk.com

Biasanya, ketua adat akan menggantinya. Menu yang wajib kamu nikmati adalah nasi yang dibungkus dengan daun topah. Berbentuk oval, lebar dengan garis arsiran yang berwarna hijau tua, Kalau kamu lihat secara sepintas hampir mirip dengan kue lapis.

Ada juga menu beras ketan gurih yang dibungkus dengan kantong semar. yang memiliki cita rasa hampir sama dengan nasi lemang. kemudian cara makannya dengan dicocol sambal lucung, atau kalau di Jawa dikenal dengan nama sambal kecombrang.

Tanaman lucung menjadi tanaman khas Kalimantan yang memiliki cita rasa sedikit pedas dan enak untuk disantap. Untuk lauknya sendiri ada sayur asam ikan, ayam saus tempuyak. Atau saus yang dibuat dari hasil fermentasi buah durian

Bukit Bolau

Inilah sajian yang tidak boleh kamu lewatkan adalah Bukit Bolau yang menghadirkan keindahan Desa Lamandau. Tetapi, untuk bisa menikmatinya kamu harus mendaki ke atas bukit terlebih dahulu. Di sekitarnya kamu bisa melihat ladang, pepohonan buah yang menjadi sumber pangan.

Bila di waktu panen buah ini bisa kamu petik satu untuk dicicipi atau juga bisa kamu beli lho. Waktu yang dibutuhkan untuk bisa ke atas kurang lebih 3 jam lamanya. Disana kamu bisa melihat negeri diatas awan yang benar-benar mempesona.

Selain itu, kamu juga bisa menikmati sajian arum jeram di sungai Lamandau yang menyajikan tantangan yang sulit untuk kamu lupakan. Desa ini sendiri terletak di Desa Lopus, Kecamatan Delang, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.

Kesimpulan

Mengikuti berbagai ragam budaya dan kehidupan masyarakat Dayak memang sangat menyenangkan. Menjadi salah satu alternatif liburan yang sarat akan pelajaran kehidupan. Tanpa handphone, dan tanpa teknologi yang membantu. Semuanya tentang diri sendiri, tentang niat dan juga tekad. Bagaimana, kamu sudah siap untuk menjalani kehidupan seperti ini?