in

“Gate of Heaven” Spot Foto Instagramable di Pura Penataran Agung Lempuyang

Sumber Gambar: getyourguide.com
Siapa yang tak tau dan tak mengenal Pulau Bali? Nampaknya hampir semua orang bahkan hingga mancanegara tau tentang Pulau Bali dan pesona didalamnya. Pulau Bali dikenal karena kecantikan wisata baharinya tepatnya pada kecantikan pantainya termasuk dari air laut nya yang rata – rata jernih berwarna biru bergradasi hijau sekilas terlihat seperti di lukisan. Tak hanya wisata baharinya, lezatnya wisata kuliner disana pun turut diburu oleh para wisatawan karena citarasa masakan khas Bali dianggap unik.
Selain itu, di pulau ini juga banyak terdapat pura sebagai tempat bersembahyang umat Hindu sehingga Bali mendapat julukan lain yaitu “Pulau Seribu Pura”. Ketika tiba di Bali kamu pasti akan menemukan keberadaan pura di tiap sudutnya karena mayoritas warga Bali menganut agama Hindu, keberadaan pura juga sangat disakralkan sehingga tak sembarangan untuk bisa masuk kesana. Selain disakralkan karena menjadi tempat sembahyang, pura juga disakralkan karena menjadi stana roh leluhur masyarakat Bali serta Stana para dewa yang merupakan manifestasi dari Ida sang Hyang Widi Wasa.
Namun kini, pura-pura di Bali tak hanya sekedar memiliki fungsi untuk bersembahyang saja melainkan beberapa pura dibuka untuk umum dengan tujuan memperkenalkan isi pura, memperkenalkan agama Hindu dan juga budaya Bali serta nilai leluhur kepada masyarakat umum. Tak semua pura itu sama, tiap pura tentu memiliki ciri khas masing – masing dan memiliki sejarah yang melatarbelakangi pembangunannya. Kali ini, Wisato.id akan mengajak kamu pergi ke sebuah pura megah yang dibuka untuk umum yaitu Pura Penataran Agung Lempuyang di Karangasem, Bali.
Yuk, kita simak ulasan terkait pura ini!

Pura Penataran Agung Lempuyang

Sumber Gambar: Google Maps @Gate of Heaven Lempuyang Temple
Pura yang berada di kawasan Bukit Bisbis atau Gunung Lempuyang ini diyakini sudah ada sejak zaman pra Hindu Budha di Bali. Pura Penataran Agung Lempuyang atau dikenal dengan sebutan Pura Lempuyang ini sebenarnya adalah salah satu pura yang berada di komplek pura kawasan Gunung Lempuyang. Pura Penataran Agung Lempuyang ini berada di bagian bawah dari komplek pura atau bisa dibilang bagian dasarnya yang paling dekat dengan pintu masuk awal atau sekitar 200 meter dari lokasi parkiran.
Pura ini menjadi Stana bagi Hyang Gni Jaya, semula bangunan suci ini dibuat dari batu dan diduga termasuk salah satu pura tertua di Bali. Untuk bisa tiba di pura ini kamu harus melanjutkan perjalanan dengan shuttle bus yang disediakan pengolala dari parkiran awal, kamu harus membayar Rp 50.000 per orang untuk biaya shuttle bus pulang pergi. Setelah naik shuttle bus, kamu akan diturunkan tepat di loket masuk Pura Penataran Agung Lempuyang dan membayar tiket masuk sebesar Rp 50.000 per orang sudah termasuk dengan kain sarung yang harus kamu gunakan selama berada didalam area pura dan juga voucher untuk foto di spot terbaiknya.
Sumber Gambar: Google Maps @Gate of Heaven Lempuyang Temple
Dari loket masuk kamu bisa berjalan ke pintu gerbang pura lalu menuju ke area jaba sisi atau halaman luar pura dimana di tempat inilah tersimpan daya tarik dari keseluruhan pura yaitu adanya gapura yang dijuluki sebagai “Gate of Heaven” atau “Gerbang Surga” yang langsung mengarah ke pemandangan dari Gunung Agung. Biasanya, para wisatawan berlomba-lomba mengabadikan moment dengan berfoto didepan gapura ini dengan berlatar bayangan dari Gunung Agung.
Bila kamu datang saat hari libur pastinya ketika ingin berfoto di gapura ini kamu harus siap-siap mengantre bergantian dengan wisatawan lain yang juga antusias berfoto di gapura ini. Setelah puas berfoto di “Gerbang Surga” kamu bisa melanjutkan perjalanan ke jaba tengah dengan melewati sebuah candi yang bernama Candi Gelung, candi ini memiliki 3 pintu dengan tangga masing-masing yang dimana posisinya lebih tinggi 10 meter dari halaman luar.
Candi ini punya 3 pintu yang masing-masing memiliki fungsi sendiri misalnya untuk pintu paling kiri sebagai pintu masuk, pintu tengah untuk pintu masuk sekaligus keluar bagi benda-benda pusaka dan pintu paling kanan sebagai pintu keluar. Menuju bagian paling atas candi, kamu akan melihat ada 2 buah patung pada bagian paling bawah atau pada dasar tangga yaitu patung naga Ananthaboga dan Basuki serta dereta patung Pandawa.
Deretan patung Pandawa dari tangga paling bawah menuju puncaknya dimulai dari patung Sahadewa, Nakula, Arjuna, Bima, Yudhistira dan yang paling terakhir di puncak ada patung Krisna yang diyakini sebagai penjelmaan dari Dewa Wisnu. Candi Gelung ini juga sebagai pemisah antara Jaba Sisi dengan Madya Mandala tempat para umat Hindu melangsungkan sembahyang, Candi Gelung seolah menjadi gerbang yang memisahkan keduniawian manusia dengan kerohanian manusia.
Sumber Gambar: Google Maps @Taufik Putra
Selesai mengeksplor pura ini kamu juga bisa melanjutkan perjalanan ke pura berikutnya yang lokasi semakin menaik hingga pura terakhir yaitu Pura Lempuyang Luhur yang menjadi pura puncak di wilayah bukit ini, dimana pura ini memiliki ketinggian 1.750 MDPL dan kamu juga harus menaiki tangga sejumlah 1.700 anak tangga untuk bisa sampai tepat di Pura Lempuyang Luhur.
Sumber Gambar: Google Maps @dwi prasetyo
Sebelum memutuskan untuk berkunjung ke pura ini maka kamu harus memastikan dirimu sudah bersih secara fisik dan rohani, bagi wanita yang sedang menstruasi dilarang untuk memasuki area pura, memakai pakaian sopan dan sebisa mungkin pakaian yang tertutup, menjaga sopan santu dan jangan membuat onar karena tempat ini adalah tempat yang disakralkan bagi umat Hindu.

Rute ke Pura Penataran Agung Lempuyang

Pura ini berada di Jl. Pura Telaga Mas Lempuyang, Kecamatan Abang, Karangasem. Kamu bisa menggunakan mobil atau motor untuk menuju ke area pura ini namun tidak bisa dengan kendaraan umum karena tidak ada trayeknya. Dari tempat kamu berada cukup arahkan kendaraan ke ibukota Karangasem yakni Amlapura, dari pusat kota Amlapura jaraknya sekitar 12 km melewati Pura Dalem Desa Basangalas lalu berbelok ke kanan sebelum Kantor Desa Tribuana dan lanjutkan terus perjalanan mu sejauh 800 m untuk bisa tiba tepat di tempat parkir dari pura ini lalu lanjut dengan menggunakan shuttle bus menuju gerbang masuk pura kurang lebih sejauh 2 km.