OUR NETWORK

Melihat Lebih Dekat Kehidupan di Perkampungan Suku Mee

Sumber Gambar: melanesianpapua.blogspot.com

Pernah mendengar nama Suku Mee? Salah satu suku terbesar ke dua setelah Suku Dani ini berasal dari Pegunungan Tengah Papua. Cobalah untuk berkunjung ke tempat ini, dimana kamu bisa belajar akan banyak hal. Tentang kesederhanaan yang dimiliki oleh penduduknya.

Adat Istiadat yang masih dijunjung tinggi, membuat kawasan ini wajib untuk kamu kunjungi. Keramahannya membuat kamu merasa seperti berada di rumah sendiri. Penasaran dengan panorama Perkampungan Suku Mee? Mari kita lanjutkan penjelajahannya di bawah ini.

Mengenal Perkampungan Suku Mee

Sistem kekerabatan yang dikenal di tempat ini adalah berasal dari Bapak. Dimana, suatu saat nanti, seorang anak laki-laki bisa mengambil sebuah keputusan menggantikan bapaknya. Menggunakan bahasa Suku Mee Dogiyai yang sulit untuk kamu pahami bila kamu baru pertama kali mengunjungi tempat ini.

Sumber Gambar: papuaujungpanah.blogspot.com

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, masyarakat mengandalkan kehidupannya dengan berburu hewan di hutan. Memelihara babi, mencari ikan-ikan di danau, menanam ubi jalar, dan keladi yang biasa digunakan untuk memasak beberapa menu makanan khas yang nikmat.

Masyarakat Suku Mee sendiri juga mengenal sistem pertanian ladang yang lebih dikenal dengan nama Bugi. Untuk pembagian tugasnya pun juga sudah dibagi. Dimana, kaum lelaki akan membuka ladang serta menancapkan pagar-pagar sebagai pembatas. Kemudian, untuk para wanita bertugas merawat,menanam dan mencoba mengambil hasilnya.

Sistem Ladang dan Pertanian

Sumber Gambar: Instagram @adam.setiadi

Ladang yang ada di tempat ini pun cukup banyak jenis tanamannya, ada Umbi-Umbian, Pisang dan sayur-mayur. Hanya saja, yang utama adalah umbi petatas. Menariknya, masyarakatnya sebelum menanam, mereka akan melakukan beberapa ritual terlebih dahulu yaitu dengan memotong babi yang menjadi salah satu tanda penghormatan yang dinamankan emo meni.

Pembatas yang sudah di buat secara tidak langsung menjadi hak kepemilikan masing-masing ladang. Biasnya, sebelum membuka ladang ini, para lelaki akan melakukan permusyawaratan. Siapa yang melanggar, maka akan dihukum dengana hukum adat yang begitu mengikat.

Upacara adat akan kembali kamu saksikan saat mereka melakukan panen raya. Ada acara Bakar Batu yang bisa kamu nikmati. Dimana, kamu akan menikmati berbagai macam menu makanan dan disantap bersama-sama.

Kehidupan Lain Suku Mee

Kehidupan lain dari Suku Mee adalah adanya fratri atau epa. Dalam fratri ini sendiri adalah beberapa pantangan menikah berdasarkan mitologi yang merupakan saudara. Ada lagi Ritual yuwo yang merupakan sebutan untuk orang kaya. Dahulu, pertukaran uang biasanya menggunakan mege yang sekarang sudah berganti dengan uang.

Ritual Yuwo ini merupakan manifestasi kepercayaan yang bisa diwujudkan melalui simbol-simbol. yang dianggap memiliki kekuatan batin dan ikatan pendukung pada masyarakat yang melakukannya.

Ada hal yang unik mengenai kematian Suku Mee. Bila meninggal di usia tua, maka sudah sewajarnya, Hanya saja, saat ada salah satu warga yang meninggal saat masih muda. Maka, kepercayaan warga sekitar kematian tersebut adalah pengaruh dari iblis dan roh jahat. Sistem penguburannya pun cukup unik. Sebelum agama kristen masuk ke tempat ini, mereka menguburkan mayat di hutan dengan posisi duduk.

Rumah Adat Suku Mee

Sumber Gambar: papuansphoto.wordpress.com

Rumah adat suku mee terdiri dari 7 struktur bangunan yang bisa kamu nikmati disni. Meliputi, Yame Owa yang berfungsi sebagai tempat tinggal dari anak laki-laki. Sedangkan, untuk para perempuan disebut dengan Yogame Owa. Bahan bangunannya menggunakan alang-alang, untuk penutupnya menggunakan pohon pandang.

Ada lagi Tii Daa Bega Owa atau Rumah Honai yang difungsikan sebagan tempat tinggal laki dan perempuan. Atau bisa juga digunakan sebagai tempat untuk menyimpan barang-barang berharga baik dari laki-laki atau juga perempuan.

Yuwo Owa, sebuah rumah yang digunakan untuk barter dengan menggunakan unag Suku Mee yang terbuat dari kerang. Bisa juga sebagai tempat pertukaran gelang dan cincin untuk sepasang kekasih antara laki dan perempuan.

Kesimpulan

Perkampungan Suku Mee menjadi salah satu panorama yang benar-benar mengesankan yang bisa kamu nikmati di Papua. Rumah tradisionalnya memang cukup mengesankan. Tidak hanya itu saja, masih banyak ilmu dan pelajaran kehidupan yang bisa kamu pelajari di sini. Jadi, sudah siap menjelajah dan mengenal penduduk Suku Mee?

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…