in

Mengisi Liburan Sambil Melihat Koleksi Peninggalan Sejarah di Museum Buleleng

Sumber Gambar: ihategreenjello.com
Tak hanya terkenal dengan julukan “Pulau Seribu Pura” dan keindahan wisata baharinya namun lebih dari itu Bali memiliki potensi wisata lainnya yang sangat pantas untuk dikunjungi. Keindahan dan kentalnya nilai religi di Bali khususnya pada nilai-nilai agama Hindu tak ayal membuatnya mendapat julukan “Seribu Pura” namun kini ada baiknya bila kamu coba mengunjungi wisata budaya dan sejarah di Bali.
Salah satu tempat dimana kamu bisa menggali informasi lebih dalam mengenai budaya dan sejarah dibalik kecantikan Pulau Bali adalah dengan mengunjungi museum. Di Bali sendiri terhitung ada sekitar 32 museum yang terdaftar di Kemendikbud mulai dari museum seni hingga museum sejarah yang turut serta ikut meramaikan pariwisata disana. Salah satu museum seni sekaligus ada sisi sejarah didalamnya yaitu Museum Buleleng yang pastinya berlokasi sesuai namanya yakni di Kabupaten Buleleng. Bila kamu tertarik untuk mengunjunginya maka pastikan kamu membaca ulasan Museum Buleleng dari Wisato.id berikut ini ya!

Museum Buleleng

Sumber Gambar: Google Maps @Ahmad Ginanjar Purnawibawa
Museum yang baru berdiri sekitar tahun 2002 ini tepatnya berada satu area dengan Pura Seni Sasana Budaya Singaraja. Dikenal dengan koleksi-koleksinya yang lengkap dan merupakan peninggalan bersejarah zaman purbakala dan Bali Kuno membuatnya banyak disambangi wisatawan asing maupun domestik. Untuk masuk ke museum ini kamu dikenakan biaya tiket masuk Rp 10.000 per orang untuk dewasa dan Rp 5.000 jika membawa anak-anak. Memasuki bagian dalam museum ini kamu akan merasa seperti dibawa ke zaman purbakala dan era Bali Kuno karna koleksinya yang sarat akan bermakna kala itu.
Sumber Gambar: Google Maps @A Fifah
Kamu bisa melihat berbagai macam koleksi peninggalan zaman purbakala misalnya sarkofagus (peti kubur dari batu), berbagai jenis batuan misalnya batu besi, dulang kayu, patung, senjata dan masih banyak yang lainnya lalu ada juga koleksi seni Bali Kuno seperti lukisan, wayang, kerajinan emas dan perak, alat masak seperti ceroncong kuno untuk menuang gula cair dan alat bernama kau (tempurung) untuk mencetak gula merah, kain-kain, tapel delem, tapel hanoman, tapel raksasa, alat pertanian misalnya labu untuk penadah nira dan bangkit untuk pembersih padi gaga, alat nelayan, pakaian dan kendaraan Gubernur Sunda Kecil di era kolonial hingga koleksi pribadi dari Kerajaan Buleleng misalnya relief bima dan masih banyak lagi.
Sumber Gambar: ihategreenjello.com
Di museum ini juga kamu bisa menemukan sebuah radio buatan Indonesia pada tahun 1945 dan mesin tik (mesin ketik) yang juga dibuat pada tahun 1945 yang fungsinya untuk membantu administrasi dikala itu dan untuk koleksi yang diunggulkan dari Museum Buleleng adalah keberadaan lukisan Ki Barak Panji Sakti yakni pendiri dan raja pertama Kerajaan Buleleng yang pada zaman itu dikenal dengan sosok yang teguh, sebagai pemimpin yang merakyat dan sakti karena konon sejak ia kecil terlihatlah sebuah sinar kecil yang keluar dari kepalanya.
Bangunan museum ini memang tak begitu luas hanya seperti 1 buah bangunan saja dengan berbagai ruang yakni ruang prasejarah, ruang sejarah, ruang kesukuan, ruang kerajinan dan ruang panji sakti namun untuk melihat koleksi sarkofagus dan mobil peninggalan Gubernur Sunda Kecil saat itu yaitu I Gusti Ketut Pudja kamu harus beranjak keluar dari bangunan museum menuju ke halaman luar di sisi belakang gedung.
Sumber Gambar: Google Maps @Ahmad Ginanjar
Bagi kamu wisatawan domestik yang datang dari luar Pulau Bali tak perlu khawatir karena selama mengelilingi ruangan di museum ini kamu bisa ditemani oleh pemandu sekaligus akan diberikan penjelasan singkat terkait koleksi-koleksi di dalam museum atau kamu bisa juga sekedar membaca penjelasan yang sudah tertera ditiap benda-benda koleksi di museum ini.
Sumber Gambar: Google Maps @Meiga Rini
Berkunjung ke museum ini cocok sekali bila kamu membawa si kecil karena selain menambah ilmu untuk kamu dan si kecil di sini kamu juga bisa memperkenalkan nilai-nilai sejarah dan budaya Indonesia khususnya Bali kepada si kecil sejak dini. Museum ini buka setiap hari termasuk juga di hari libur dan jam operasionalnya mulai dari pukul 8 pagi sampai dengan pukul 4 sore saja.

Rute menuju Museum Buleleng

Berada tepat di pinggir Jl. Veteran, Paket Agung, Buleleng nampaknya tidak akan membuat kesusahan untuk mencarinya. Museum ini berada bersebrangan dengan Pasar Buleleng dan hanya sekitar 550 meter atau setara dengan 2 menit berkendara dan 5 menit berjalan kaki dari Kantor Bupati Buleleng ke arah timur.