in

Mengupas Keindahan The Mother Temple of Bali, Pura Agung Besakih

Sumber Gambar: thebalibible.com

Indonesia sebagai salah satu negara di dunia ini yang dikaruniai pesona dari sisi wisata alamnya patutlah untuk kita berbangga akan hal tersebut. Wisatawan mancangera berbondong – bondong datang ke Indonesia demi menikmati keindahan alamnya yang seakan tak pernah bosan tuk di kunjungi. Salah satu destinasi wisata yang dikenal wisatawan mancanegara dan terdengar tak asing lagi bagi kita adalah Pulau Bali. Pulau Bali dijuluki sebagai Pulau Dewata karena disana masih sangat kental kita lihat kebudayaan Hindu seperti banyaknya sesaji yang dipersembahkan bagi  dewa atau dewata penjaga di berbagai tempat di Bali.

Selain sapaan Pulau Dewata, Bali juga dikenal dengan Pulau Seribu Pura karena hampir tiap titik di sana terdapat bangunan candi tempat dimana umat Hindu melaksanakan ibadah dan acara keagamaan lainnya. Bali memang di dominasi oleh penduduk beragama Hindu karena kuatnya pengaruh dari Kerajaan Majapahit pada 1265 saka atau 1343 maka tak heran bila banyak sekali bangunan pura disana.

Tak hanya pesona pantainya yang menarik perhatian wisatawan namun pesona pura yang terdapat disana pun tak kalah elok. Walau pura merupakan tempat beribadah namun dibuka juga untuk umum yang ingin berwisata atau ingin mengetahui sisi lain dari bangunan pura disana.

Salah satu pura yang layak kamu datangi ketika berkunjung ke Bali adalah Pura Agung Besakih yang merupakan pura terbesar di Bali yang dibangun sekitar tahun 1284 oleh Rsi Markandeya yaitu seorang pemuka agama Hindu yang juga keturunan India. Selain menjadi pura terbesar di Bali, Pura Agung Besakih juga memiliki bangunannya yang nampak megah sehingga dinobatkan juga menjadi pura termegah di Bali.

Daya Tarik Pura Agung Besakih

Mengenal budaya baru nampak sangat menyenangkan apalagi buat kamu yang senang sekali bersosialisasi. Di pura ini kamu akan merasa sangat damai dan merasa sangat intim dengan kebudayaan agama Hindu ditambah lagi kamu akan merasa nyaman dengan suasana sekitar pura.

  • Panorama Gunung Agung Terlihat Indah

Sumber Gambar: Google Maps @praveena sindhura Chippada

Ketika kamu memasuki area pura maka pandangan matamu akan mengarah kepada bayangan dari Gunung Agung. Selama beribadah atau berjalan – jalan mengitari area pura maka mata akan dimanjakan dengan indahnya panorama Gunung Agung, pura ini memang berada tepat di lereng bagian barat daya dari Gunung Agung sekitar 3.142 MDPL.

  • Pura yang megah dan area nya luas
Sumber Gambar: Google Maps @Bayo Harahap

Pura Agung Besakih dibangun di tanah seluas 20 hektare dan berbentuk layaknya komplek. Pura ini tak hanya ada 1 bangunan saja melainkan ada 1 bangunan pusat dan 18 pura pendamping. Pusat pura ini diberi nama Pura Penataran Agung Besakih dan dikelilingi oleh 18 pura pendamping dimana ada 1 buah Pura Basukian dan 17 pura lain. Bila kamu ingin mencoba untuk sampai ke bagian puncak dari pura ini kamu harus menaiki 1.700 anak tangga.

  • Banyak peninggalan sejarah
Sumber Gambar: Google Maps @Besakih Great Temple

Daya tarik berikutnya dari pura ini yakni disana kamu dapat menemukan benda sisa – sisa peninggalan era Megalitik seperti menhir dan tahta batu.

  • Dianggap suci
Sumber Gambar: Google Maps @Hien Ngo

Pura Agung Besakih dianggap sebagai pura ter suci di Bali karena sengaja dibangun di desa yang dianggap suci. Desa tersebut merupakan Hulundang Basukih yang kini namanya menjadi Desa Besakih. Desa ini dianggap suci karena letaknya yang tinggi.

  • Memiliki suatu misteri

Konon, Gunung Agung sudah 4 kali meletus namun keberadaan pura yang lokasinya berdekatan dengan gunung tersebut tidak mengalami efek atau dampak apapun bahkan ketika Gunung Agung meletus warga yang sedang berdoa di Pura Besakih selamat semua. Warga Bali meyakini bahwa pura ini adalah tempat keramat yang disucikan.

  • Ditetapkan sebagai wisata sejarah

Karena kentalnya nilai budaya serta latar belakang sejarah dari proses pembangunan pura hingga kini maka Pura Agung Besakih ditetapkan sebagai wisata sejarah oleh UNESCO.

Kegiatan Yang Dapat Kamu Lakukan

  • Beribadah
Sumber Gambar: Google Maps @Wijaya

Bila kamu datang dengan tujuan mengikuti rangkaian ibadah umat Hindu di pura ini maka kamu harus mempersiapkan hati dan pikiran untuk menerima ilmu baru. Selain mempersiapkan hati dan pikiran, jangan lupa untuk membawa canang atau suatu bentuk persembahan dari umat Hindu untuk beribadah di pura.

  • Mengelilingi kawasan pura
Sumber Gambar: Google Maps @Валерий Беспалько

Jika kamu tak memilih untuk ikut beribadah di Pura Besakih maka kamu bisa sekedar berwisata saja mengelilingi kawasan pura dan melihat bagaimana keindahan Gunung Agung terpampang. Kamu juga bisa datang di saat ada acara keagamaan misalnya perayaan hari Galungan dan Kuningan, acara sembahyang 100 hari sekali atau juga upacara besar piodalan Ida Betara Turun Kabeh yang dimana dalam upacara ini umat Hindu mempercayai bahwa semua dewa dan dewi turun ke bumi sehingga seluruh umat Hindu datang ke pura untuk melakukan pemujaan.

  • Mengunjungi area Pura Gelap
Sumber Gambar: Google Maps @Josef Crames

Di dalam komplek Pura Agung Besakih ini terdapat sebuah pura yang disebut Pura Gelap. Penamaan Pura Gelap bukan tanpa alasan melainkan karena pura ini dijadikan tempat pemujaan Hyang Iswara yakni Dewa Sinar. Arti kata gelap pada nama pura ini juga bukan berarti kegelapan melainkan diambil dari bahasa Kawi yang artinya petir atau kilat dengan sinarnya yang putih menyilaukan. Pura Gelap berada di paling ujung dengan posisinya yang tinggi sehingga kamu dapat melihat keindahan alam yang ada di bawahnya termasuk bangunan pura lainnya di area Pura Agung Besakih.

Lokasi, Rute dan Biaya ke Pura Agung Besakih

Pura Besakih berada di Jl. Gunung Mas, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem tak jauh dari Taman Jinja Bali. Bila kamu memulai perjalanan dari Denpasar maka kamu cukup menggunakan motor atau mobil selama kurang lebih 1.5 jam dengan jarak tempuh 53 km melewati Jl. Baypass Ngurah Rai hingga Jl. Raya Takmung dan mengikuti jalan hingga bertemu Jl. Raya Besakih.

Untuk biaya sendiri kamu cukup mengeluarkan uang sebesar Rp 30.000 untuk membayar tiket masuk yang sudah termasuk dengan jasa tour guide lokal yang akan menemani kamu mengitari area pura dan kamu juga akan mendapatkan kain sarung yang nantinya harus kamu gunakan saat memasuki area pura. Jam operasional Pura Agung Besakih mulai pukul 08.00 pagi hinga 17.00 namun bagi orang yang ingin sembahyang maka pura ini buka 24 jam.