in

Telisik Wisata Religi di Mesjid Teungku di Pucok Krueng

Mesjid Teungku di Pucok Krueng
Mesjid Teungku di Pucok Krueng

Apa yang terlintas di pikiranmu ketika mendengar tentang masjid yang sudah dibangun ratusan tahun silam tapi masih berdiri kokoh hingga saat ini? Mesjid Teungku di Pucok Krueng, Beuracan adalah bukti nyatanya. Masjid ini sudah dibangun sejak 300 tahun silam. Lokasinya bisa kamu temukan di Simpang Gampong Beuracan, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidei Jaya, Aceh.

Masjid ini berada sekitar dua kilometer dari simpang jembatan Kantor Bupati Pidie Jaya arah ke Banda Aceh. Selain dijadikan sebagai tempat beribadah, kini masjid ini sudah ditetapkan sebagai Cagar Budaya yang wajib dilindungi. Mengapa masjid ini menjadi cagar budaya? Apa yang menyebabkan masjid ini istimewa? Simak penjelasannya dibawah.

Fakta Menarik Mesjid Teungku di Pucok Krueng

Mesjid Teungku di Pucok Krueng, Beuracan merupakan masjid tua dengan arsitek gaya klasik berbentuk empat persegi. Masjid yang beratap tumpang tiga ini memiliki dinding dengan bahan kayu diukir dekoratif motif Aceh serta sulur-suluran. Di luar dinding, kamu akan menjumpai teras yang dipisahkan oleh dinding tembok setinggi 95cm dan tebal 26cm.

Selain itu, kamu juga bisa menjumpai saluran-saluran dan hiasan motif bunga pada balok pengikat yang ada diantara tiang soko guru dan tiang gantung. Di sisi barat bagunan, ada bagian yang menjorok keluar dan berguna untuk mihran. Berikut ini beberapa fakta menarik lain dari mejdi Teungku di Pucok Krueng, Beuracan.

  • Dibangun Sejak Tahun 1622

Masjid Teungku Pucok Krueng ini dibangun pada tahun 1622 oleh Tgk Muhammad Salim. Beliau merupakan seorang ulama yang berasal dari Madinan dan datang bersama dengan Tgk Japakeh dan Tgk Male Dagang ke Negeri Meureudu dengan tujuan pengembangan agama Islam. Namun pada tahun 1990 masjid ini dipugar oleh bidang Permeseuman Sejarah Kepurbakaaln anwil Depdikbud Provinsi Daerah Istimewa Aceh.

  • Tidak Hancur Meski Dihantam Gempa

Saat dilanda gempa, masjid tua berusia 394 tahun ini masih berdiri kokoh. Hal ini memang sangat mengejutkan mengingat banyak bangunan di sekitarnya rusak akibat gempa. 16 tiang penyangga dan atap yang terbuat dari kayu masih bagus. Meskipun begitu, ada beberapa konstruksi terbuat dari beton mengalami retak dan roboh.

Di luar daripada itu, sebuah bangunan berumur sanga tua ini sangat luar biasa. Dihantam gempa berkekuatan 6,5 SR membuatnya masih bertahan dan tidak hancur menjadi debu seperti bangunan di sekitarnya. Beberapa hari setelah gempa mengguncang, masjid ini menjadi satu-satunya tempat bagi warga setempat untuk berlindung dan tetap melaksanakan ibadah sebagaimana mestinya.

  • Menjadi Cagar Budaya Karena Ada Peninggalan Bersejarah

Masjid yang dibangun pada tahun 1622 masehi ini memiliki peninggalan sebuah guci. Guci yang dimaksud berada didalam bilik di sebelah utara persis di depan pintu masuk masjid. Guci ini juga dianggap keramat karena air yang disimpan dalam guci dipercaya mampu menjadi obat dan memberikan berkat.

Namun uniknya, kaum wanita dilarang melihat dan mengambil air di dalam guci tersebut. Sebab menurut penjaga Masjid, jika wanita melihat dan mengambil air di dalam guci maka sesuatu keaiban akan terjadi. Misalnya saja ditemukannya bangkai tikus, bangkai kucing, maupun air di dalam guci akan menjadi bau.

  • Selain Guci, Ada Juga Tongkat Rotan

Selain memiliki guci yang dikenal keramat, masjid ini juga memiliki benda peninggalan sejarah lainnya. Ada sebuah tongkat rotan dengan ukuran sepanjang 163 cm miliki Teuku Abdussalim yang hingga kini masih dirawat oleh petugas kenaziran dengan sangat baik. Adanya beberapa barang peninggalan sejarah ini semakin membuat masjid ini pantas dijadikan sebagai Cagar Budaya.

Selain bisa melakukan ibaah di tempat yang unik dan menarik, disini kamu juga bisa belajar tentang sejarah. Pengalaman berkunjung di masjid ini akan menjadi perjalanan wisata religi yang pasti tidak akan mudah untuk dilupakan.

Nah, itu dia beberapa fakta menarik tentang Mesjid Teungku di Pucok Krueng, Beuracan. Hingga kini ada banyak sekali orang berkunjung dan beribadah, atau melepas nazar di masjid ini. Jika kamu sedang merasa penat kamu bisa berkunjung ke masjid ini untuk mendapatkan ketenangan dengan melakukan ibadah, bermeditasi, atau sekedar mengagumi keindahan bangunannya.