in

Gurih Dan Empuk, Nasi Be Genyol Men Sedu Menjadi Salah Satu Incaran Dikala Makan Siang

Sumber Gambar: Google Maps @MULYAKESHA

Selain tempat wisata yang mendunia, Bali juga terkenal dengan makanan non halal seperti babi guling yang hampir di setiap kota terdapat tempat atau warung yang menyediakan olahan daging babi. Para wisatawan yang menyukai menu ini pastinya sangat berbahagia karena bisa mencicipi be genyol yang tak bisa ditemui di tempat lain.

Mungkin Sebagian Sahabat Wisato masih binggung apa itu be genyol? Be genyol merupakan masakan khas Bali yang biasa dihidangkan ketika hari raya Galungan. Makanan ini biasanya menggunakan bahan utama berupa daging serta kulit babi yang mengandung banyak lemak. Cita rasa be genyol hampir sama dengan babi guling, hanya saja terasa lebih kenyal dan lezat.

Sumber Gambar: Google Maps @Sarmedi Sia

Daerah Tabanan yang memerlukan waktu sekitar 1 jam perjalanan dari arah Kuta juga memiliki tempat makan be genyol yang masih satu kerabat dengan babi guling yang populer dan terhitung harganya yang murah meriah, salah satunya yang terkenal adalah Warung Be Genyol Men Sedu.

Warung Men Sedu

Sumber Gambar : Google Maps @Kintamani

Tak seperti warung be genyol lainnya, Warung Men Sedu menjadi salah satu warung yang menyajikan lengkap dengan kulit babi renyah dan emuk. Bagi Sahabat Wisato yang tak puas hanya menikmati sepotong kulit babi khas Men Sedu, Sahabat Wisato bisa memesan porsi kulit double hingga puas.

Warung Men Sedu sudah buka sejak tahun 2000an. Dahulu Warung Men Sedu merupakan spesialis kuliner malam, karena baru di buka pada pukul 00.00 Wita hingga dini hari. Kelezatan menu makanan yang dijual membuat warung ini semakin ramai oleh pengunjung. Bahkan, pelanggan rela berdatangan dan mengantre sebelum warung ini dibuka. Inilah salah satu alasan yang membuat Warung Men Sedu buka lebih awal.

Tempatnya Sederhana

Memiliki reputasi sebagai warung be genyol terenak, bukan berarti Sahabat Wisato akan menemukan bangunan mewah bak restoran. Warung Mend Sedu dikenal sebagai warung yang sederhana. Penataan tempat makan di Warung Men Sedu jauh dari kata ‘mewah’. Sebaliknya, kita akan disuguhkan suasana penuh kekeluargaan di tengah kesederhanaan warung.

Warung Men Sedu hanya menyediakan meja makan yang cukup panjang. Meja panjang inilah yang menjadi tempat untuk bersantap makan para pengunjung secara bersamaan. Jadi, selama makan di tempat, para pengunjung akan bersantap semeja dengan pengunjung lainnya. Ini membuat pengunjung yang satu dan lainnya bisa saling berinteraksi antar sesama. Oleh karena itu, tak heran jika suasana Warung Men Sedu terlihat penuh kekeluargaan.

Pilihan Menu Be Genyol Warung Men Sedu

Sumber Gambar : Instagram @warungmensedu

Pilihan makanan be genyol dan nasi campur babi di sini memiliki beberapa jenis. Terdapat tiga pilihan menu yang bisa Sahabat Wisato santap antara lain nasi be genyol biasa dengan lauk yang tak terlalu banyak dan mendapatkan satu tusuk sate, nasi be genyol porsi jumbo, dan nasi be genyol spesial.

Untuk satu porsi be genyol di Warung Men Sedu disajikan dengan lauk berupa nasi putih, lawar (daging cincang dan sayuran), sate, dan kulit babi. Jika Sahabat Wisato memesan dengan porsi jumbo tentunya akan mendapatkan lauk yang lebih banyak juga.

Harga dan Lokasi

Sumber Gambar : Instagram @warungmensedu

Tak hanya menunya yang memiliki tambahan kulit babi yang super crispy, di warung Men Sedu juga menyugguhkan porsi yang lebih banyak dengan harga yang murah. Satu porsi nasi be genyol biasa bisa disantap cukup dengan membayar sebesar 18ribu saja. Sementara jika memesan nasi be genyol dengan porsi jumbo dipatok sebesar 25ribu dan nasi be genyol spesial dipatok harga 30ribu saja. Cukup murah bukan untuk menikmasi olahan daging babi yang super lezat ini.

Warung Men Sedu dahulunya berlokasi di  dalam Pasar Dauh Pala. Karena para pelanggan yang tak sabaran untuk menikmati kuliner satu ini, mereka langsung berdatangan ke rumah pemilik warung ini. Sejak saat itu banyak pelanggan yang langsung datang ke rumah, entah itu makan di tempat atau sekedar di bungkus pulang. Kebetulan rumah Men Sedu memang tak jauh dari Pasar Dauh Pala, yakni di Jalan Pulau Menjangan, Gang III, Nomor 3, Banjar Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Tabanan. Pada di tahun 2013, Men Sedu memutuskan untuk berjualan di rumahnya saja dan tak membuka warungnya di Pasar Dauh Pala lagi.

Namun karena membludaknya para pelanggan sehingga membuat rumah Men Sedu tak mampu menampung banyaknya pelanggan, warung Men Sedu membuka usahanya di Jalan P.Buton, Dauh Peken, Tabanan. Tempatnya kini lebih modern dan lebih luas. Selamat mencoba!