in

Mencicipi Sate Legendaris khas Purwakarta, Sate Maranggi Hj.Yetty.

Sumber Gambar: jejakpiknik.com

Berwisata tak hanya melulu identik dengan melihat pemandangan yang indah, berjalan menelusuri bibir pantai, mendaki hingga mencapai puncak gunung atau sekedar berjalan santai di sebuah kawasan hutan. Kali ini, travelers harus mencoba berwisata kuliner untuk mengisi perut yang kosong. Sebagaimana kita ketahui bahwa Indonesia tak hanya kaya akan destinasi wisata nya tetapi juga kaya akan cita rasa kuliner dari Sabang sampai Merauke yang memiliki ciri khas masing – masing.

Info wisata kuliner kali ini nampaknya sudah tak asing lagi terdengar di telinga para pecinta kuliner khususnya pecinta sate. Sate ini khas sekali dengan bumbu nya yang membuat penikmatnya seakan-akan ingin datang kembali ke tempat ini.

Yap! Info kuliner kali ini akan membahas cita rasa khas dari sate maranggi Hj. Yetty di Purwakarta.

Sate Maranggi

Sumber Gambar: Google Maps @Mozart Ahmad

Tak jauh berbeda dengan jenis sate yang beredar di pasaran pada umumnya, dalam proses pengolahannya sate maranggi juga melalui proses bakaran dengan arang dan juga disajikan dengan bumbu kecap dan potongan tomat yang besar namun yang membedakan ada pada bahan dasar pembuatannya. Jika biasanya kita mencicipi sate yang terbuat dari daging ayam maupun kambing tetapi kali ini sate maranggi ternyata pada dasarnya terbuat dari olahan daging sapi.

Sate maranggi dapat kita temui di daerah Purwakarta mulai di pinggir jalan, kawasan restoran, di pasar, bahkan sampai di pinggiran daerah Purwakarta pun masih dapat kita temui sehingga tak heran bila sate maranggi dikenal sebagai buah tangan khas dari Purwakarta.

Sate Maranggi Hj. Yetty Purwakarta

Sumber Gambar: Google Maps @dimas surwendo

Sate maranggi Hj.Yetty Purwakarta sudah berdiri sejak tahun 1990an. Berangkat dari keinginan sang pemilik yakni Ibu Hj.Yetty untuk memiliki pekerjaan maka membuatnya mencoba berdagang sate. Memang pada dasarnya, olahan sate maranggi sudah banyak tersebar di daerah Purwakarta tepatnya di daerah Plered sehingga membuat Ibu Hj.Yetty tertarik untuk berdagang juga. Namun, sebelum terkenal seperti saat ini, warung sate nya belum sebesar sekarang dan tempatnya juga masih bergabung dengan tempat usaha Es Kelapa milik sang ayah.

Warung sate maranggi Hj.Yetty terletak di Jl. Raya Cibungur, Kec. Bungursari, Kab. Purwakarta. Khusus bagi travelers dari Jakarta rute yang diambil cukup simple yaitu menuju Exit Tol Cikopo Cikampek lalu belok ke kanan mengikuti jalan kurang lebih 2km dari exit pintu tol tersebut maka travelers sudah dapat melihat warung sate Hj.Yetty yang sangat luas.

Warung sate ini buka pukul 08.00 pagi hingga 21.00 malam untuk hari Senin s/d Kamis dan khusus di hari Jumat, Sabtu, Minggu & Hari Libur buka pukul 08.00 pagi hingga 22.30 malam. Kondisi warung sate ini biasanya sangat ramai dan penuh di jam makan siang sampai terkadang tak heran antrean pengunjung yang panjang dan membludak. Para pengunjung rela antre demi mencoba sate maranggi yang enak ini.

Sumber Gambar: Google Maps @Yan Harlan

Sang pemilik mengaku bahwa untuk hari biasa, warung sate menghabiskan sekitar 300 kg hingga 500 kg daging sapi dan sekitar 1 ton daging sapi untuk hari libur. Hal ini sangat relevan sebagaimana bisa kita lihat bahwa antusias penikmat sate yang datang ke warung Hj.Yetty ini sangat ramai hingga membuat antrean yang sangat panjang.

Berbagai macam menu hadir di warung sate ini selain sajian khas nya yaitu sate maranggi ternyata tersedia juga sajian ayam bakar, gurame bakar, cobek nilla, berbagai olahan sop dan soto, nasi tutug oncom, karedok, kupat tahu, gado-gado dan masih banyak lagi. Untuk melepas haus, warung sate ini juga menyediakan menu es kelapa dan berbagai olahan nya, es buah, es campur, aneka jus serta minuman modern seperti milkshake. Untuk jenis sate maranggi yang tersedia disini ada sate maranggi sapi, sate maranggi kambing dan sate maranggi ayam.

Harga yang ditawarkan terbilang cukup murah yakni untuk sate maranggi sapi, ayam ataupun kambing yaitu Rp5.000 per tusuk, Rp100.000 s/d Rp120.000 per ekor untuk sajian ayam bakar. Untuk daftar harga menu lainnya travelers dapat melihat beberapa foto dibawah ini ya!

Sumber Gambar Instagram @satemaranggihajiyettycibungur
Sumber Gambar: Instagram @satemaranggihajiyettycibungur
Sumber Gambar: Instagram @satemaranggihajiyettycibungur
Sumber Gambar: Instagram @satemaranggihajiyettycibungur

Berbagai tanggapan dari para pecinta kuliner khususnya pecinta sate mengatakan bahwa warung sate Hj.Yetty ini berbeda dari warung sate lainnya karena selain lokasi nya yang terletak di pinggiran jalan raya sehingga dianggap memiliki akses yang mudah ternyata juga lokasi warung ini berdiri dikawasan hutan jati sehingga warung ini terasa sejuk dan asri. Untuk cita rasanya, para pecinta kuliner mengakui bahwa tiap tusuk sate maranggi yang disajikan benar – benar berisi daging semua dan rasanya stabil sehingga untuk harga sekitar Rp5.000 per tusuk dianggap sangat worth it.

Selain itu, pelayannya juga ramah dan termasuk lumayan cepat walaupun penuh dengan antrean pengunjung dan spesial nya adalah sang pemilik yakni Hj.Yetty selalu menyempatkan waktu untuk hadir langsung di warung satenya.

Hal ini ternyata yang membuat warung sate maranggi Hj.Yetty sudah memiliki porsi spesial di hati para pecinta sate. Bagaimana travelers, tertarik mencoba?

Semoga ulasan tentang sate maranggi Hj. Yetty diatas bisa bermanfaat untuk travelers masukkan ke wishlist kulineran kalian ya!