in

Menikmati Kriuknya Ayam Jawa di Yunus Fried Chicken Yogyakarta

Sumber Gambar: Google Maps @adhitya eka

Yunus Fried Chicken merupakan kuliner ayam goreng crispy yang ada di Yogyakarta. Kuliner ini tiba-tiba viral di media social dan ramai diperbincangkan bahkan didatangi hingga saat ini. Jika dilihat dari luar, memang tempatnya seperti warung kaki lima pada umumya. Namun, ada beberapa aspek yang membuat warung ini menjadi viral, dan layak untuk kamu coba.

Agar kamu tahu kenapa warung Yunus ini bisa tiba-tiba viral di media social, maka kamu harus kenalan dulu dengan Ayam Jawa dari Yunus ini.

Cari Tau Lebih Dekat Yunus Fried Chicken Yogyakarta

Lokasi warung Fried Chicken milik Pak Yunus ini cukup strategis. Dimana letaknya berada di Jalan Sultan Agung, Yogyakarta. Area lokasi warung berjarak kurang lebih 1 kilometer dari pusat keramaian Yogyakarta, tepatnya di kilometer 0.

Posisi warungnya pun berada di pinggir jalan besar, dan berada tepat di bagian belakang hatle bus Jogja Museum Biologi, sehingga membuat warung ini sangat mudah diakses oleh para calon pembelinya.

  • Ukuran Potongan Ayam Jumbo

Ayam goreng milik Pak Yunus ini bisa dibilang special. Disebut demikian karena ukurannya yang besar dan rasa yang enak ini dibandrol dengan harga yang cukup murah. Tiga kombinasi inilah yang membuat banyak sekali pembeli yang akhirnya doyan sama ayam goreng Pak Yunus.

Sumber Gambar: Google Maps @Dicky Darmawan

Di warung ini juga menyediakan beberapa paket yang bisa kamu pilih sesuai keinginan. Dimana kamu bisa mendapatkan satu porsi nasi dengan satu potong bagian ayam. Kamu bisa memilih bagian sayap, dada, paha atas, atau paha bawah.

  • Harga Murah, Rasa Renyah

Harganya sendiri sangat bervariasi dan terbilang murah, yakni mulai dari 8.500 rupiah saja, hingga 10 ribu rupiah. Harga ini belum termasuk dengan minumannya yang hanya dibandrol seribu hingga 3 ribu saja.

Sumber Gambar: Google Maps @Pamungkas Budi

Yunus Fried Chicken ini ayam bercita rasa khas dengan bumbu masakan yang Jawa banget. Bumbu tersebut bisa meresap dengan sempurna ke daging ayam yang paling dalam, karena memang prosesnya harus diukep selama satu jam.

Ayam milik Pak Yunus ini juga memiliki tekstur yang sempurna, dengan kulit yang crispy diluar dan juicy didalam. Hal ini dikarenakan ayam Pak Yunus ternyata harus melalui proses penggorengan sebanyak 3 kali.

Ayam Goreng Crispy Disandingkan Sambal Tradisional

Sumber Gambar: Google Maps @Ardi Mahendra Gunadi

Ayam goreng crispy pada umumnya akan disandingkan dengan saus sambal atau saus tomat. Namun, berbeda dengan ayam goreng Pak Yunus yang menu makanannya disandingkan dengan sambal tomat dan lalapan.

Sambal tomatnya itu sendiri memiliki cita rasa yang pedas manis, dan untuk lalapannya sendiri terdiri dari kol dan timun yang masih segar. Supaya lebih nikmat, kamu bisa memakannya dengan nasi hangat menggunakan tangan secara langsung.

Dikarenakan warungnya yang memang tidak terlalu besar dan cukup sederhana, maka hanya bisa menampung 20 hingga 30 orang saja. Jika memang sudah terlalu banyak orang didalamnya, maka bisa membuat suasana warung menjadi panas dan tidak nyaman.

Area parkir untuk menampung kendaraan dari para pelanggan pun tidak terlalu besar, sehingga sering membuat kendaraan terparkir hingga ke bahu jalan. Hal inilah yang bisa mengganggu bus Trans Jogja karena haltenya yang saling berdekatan.

Uniknya, ternyata warung Pak Yunus ini sudah berjualan sejak tahun 1999. Pak Yunus ini memiliki 3 cabang warung pada saat itu. Namun, karena suatu hal, warung satu per satu terpaksa harus ditutup.

Kemudian, warung pun pindah ke lokasi baru, yakni di lokasi warung yang saat ini. Bahkan, warung ini buka selama 24 jam non-stop, sehingga Pak Yunus pun akhirnya membuat shift kerja sebanyak 4 kali untuk para pegawainya.