in

Nikmatnya Hidangan Kerajaan Yang Populer, Ranggong Coto Makassar

Sumber Gambar : Instagram @cotoranggong

Coto Makassar merupakan makanan tradisional khas Makassar, Sulawesi Selatan. Makanan ini terbuat dari jeroan sapi yang direbus dalam waktu yang cukup lama. Rebusan jeroan bercampur daging sapi ini kemudian diiris – iris lalu dibumbui yang telah diracik secara khusus. Coto dihidangkan dalam mangkuk yang kemudian dinikmati dengan ketupat dan buras, yakni sejenis ketupat yang dibungkus dengan daun pisang.

Umumnya daging yang digunakan dalam hidangan ini adalah daging sapi. Namun ada juga yang menggunakan berbagai macam jeroan sapi seperti otak, lidah, paru, hati, jantung, babat, limpa dan lain – lain. Katanya untuk membuat hidangan ini diperlukan setidaknya 40 macam rempah untuk membuat coto makassar yang kemudian disebut ampah patang tulo.

Coto Makassar sendiri diperkirakan telah ada semenjak masa Kerajaan Gowa di abad ke – 16. Hidangan ini dahulu adalah hidangan yang disantap oleh keluarga kerajaan. Akan tetapi keluarga kerajaan hanya akan menyantap bagian tenderloin dan sirloinnya saja. Sementara bagian jeroannya disajikan untuk masyarakat dengan kasta lebih rendah atau abdi dalem pengikut kerajaan.

Jadi hidangan Coto Makassar adalah hidangan kerajaan yang masih ada sampai saat ini, tapi kebanyakan sudah banyak mengalami perubahan. Entah itu dari resep, bahan baku atau bahkan cara memasaknya. Akan tetapi buat kalian yang mau menyantap hidangan yang minimal masih diolah dengan tradisional dapat ke Rumah Makan Ranggong.

Masih Dimasak Menggunakan Tungku Kayu Bakar

Sumber Gambar : Instagram @cotoranggong

Dengan semakin berkembangnya jaman dan canggihnya teknologi, banyak sekali yang memasak hidangan yang satu ini menggunakan alat – alat yang lebih modern. Tidak salah sih, hanya saja rasanya jelas berbeda dengan yang diolah menggunakan cara tradisional. Oleh sebab itu Rumah Makan Ranggong yang hidangan utamanya ada Coto Makassar ini masih mempertahankan memasak hidangan ini dengan cara tradisional yaitu menggunakan tungku kayu bakar.

Dengan menggunakan tungku kayu bakar ini, rasa Coto Makassar akan berbeda dengan yang dimasak dengan kompr. Karena apabila menggunakan tungku kayu bakar maka rasa hidangan ini memiliki harum dari arang kayu. Sedangkan sudah pasti tidak dimiliki hidangan yang dimasak menggunakan kompor gas ataupun kompor listrik.

Rumah makan Ranggong sendiri sudah berdiri cukup lama, Rumah makan ini berdiri sejak tahun 1965 atau sudah berdiri selama 56 tahun yang cita rasanya tidak pernah berubah. Bagaimana tidak, resep yang digunakan adalah resep yang sama dan diturunkan secara turun temurun. Jadi rasanya sudah pasti sama lezatnya.

Cara Khusus Menikmati Coto Makassar Ranggong

Sumber Gambar : Instagram @cotoranggong

Untuk menikmati hidangan ini kalian akan diberikan “teman” dari hidangan ini, yaitu ketupat atau buras ( sejenis lontong tapi sedikit bersantan ), ada acara khusus untuk menyantap hidangan ini. Karena apabila kalian langsung campur dengan coto maka coto ini akan tumpah karena porsinya yang memang banyak. Jadi bagaimana caranya ?. Caranya adalah dengan membelah dua ketupat atau buras kemudian kalian bisa langsung melahap ketupat atau buras tersebut disusul dengan suapan Coto Makassar.  Dijamin kalian tidak akan melupakan sensasi dan nikmatnya yang luar biasa, lidah kalian berasa dimanjakan oleh paduan ketupan atau buras dengan hidangan ini.

Buat kalian yang ingin mencicipi hidangan Coto Makassar yang masih otentik ini kalian bisa langsung menuju ke jalan Ranggong No. 13  yang berjarak kurang lebih 30 menit dari Kota Makassar dengan kendaraan bermoto. Kalian juga tidak perlu takut kalau akan kehabisan hidangan ini karena rumah makan ini buka cukup lama dimulai dari pagi pukul 06.00 WIB sampai sore hingga pukul  5.30 WIB.

Jadi kalian punya waktu yang Panjang untuk singgah ke rumah makan ini, Rumah Makan Ranggong memang tidak memiliki ruangan yang luas. Ruangan yang dimiliki Rumah Makan Ranggong ini kira – kira hanya bisa menampung 20 – 25 orang saja. Jadi apabila anda datang pastikan tidak di jam makan siang ya sahabat Wisato karena kalian pasti harus menunggu atau antri.

Jadi buat kalian yang sedang berada di Kota Makassar sepertinya kalian harus mencoba hidangan yang satu ini. Dijamin tidak akan menyesal.