in

Mendaki Gunung Halau-Halau, Gunung Keramat Kalimantan Selatan.

Sumber Gambar: Google Maps @Mustafa Qamal

Gunung Halau-Halau merupakan gunung yang paling tinggi di Kalimantan Selatan. Tinggi gunung ini dapat mencapai 1.901 meter di atas permukaan laut. Menurut perkataan dari Suku Dayak, Gunung ini, terbagi menjadi 2 gunung. Dua gunung ini bernama Gunung Halau-Halau Laki dan satunya bernama Gunung Halau-Halau Bini.

Gunung yang menjulang tinggi ini berada diantara tiga perbatasan kabupaten yang berbeda.  Tiga kabupaten ini bernama, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan Kabupaten Tanah Bumbu. Di kalangan warga sekitar gunung ini terkenal akan keangkeran dan hal hal mistisnya.

Konon katanya gunung ini dikeramatkan oleh masyarakat Dayak Meratus yang bermukim disekitar gunung ini. Mayoritas dari masyarakat dan leluhur mereka sering bertapa di puncak gunung tersebut. Mereka percaya pohon yang berada di puncak Gunung Halau-Halau adalah tempat tinggal bagi makhluk makhluk astral.

Suasana Angker Gunung Halau-Halau

Sumber Gambar: banjarmasin.tribunnews.com

Di puncak gunung ini terdapat sebuah pohon besar yang dikeramatkan oleh masyarakat sekitar. Pohon ini adalah pohon Kariwaya,yaitu jenis pohon yang mirip dengan beringin. Pohon ini memiliki akar akar besar yang tergantung. Yang menarik pada pohon ini adalah adanya lubang layaknya gerbang besar di batang pohon yang bisa dilalui oleh manusia.

Di samping kanan dan kiri pohon ini terdapat semak belukar yang rimbun. Sebenarnya pemandangan di sekitar pohon ini tampak biasa saja. Namun, jika kamu melihat lebih jeli pohon itu akan tampak menyeramkan. Masyarakat Dayak Meratus sering bertapa di pohon ini untuk mendapatkan ilmu mistik tertentu.

Kamu yang sudah memasuki kawasan pohon ini akan disuruh untuk mematuhi aturan aturan dan pantangan adat setempat. Kepala Suku Dayak akan memberitahu dan mengingatkan akan pantangan yang ada kepada para pendaki gunung. Hal hal yang dilarang sebagai berikut, para pendaki dilarang untuk mencabut tanaman tanaman di area gunung. Dilarang membuang sampah sembarangan, dan tak boleh berkata kasar ataupun teriak teriak.

Kekuatan fisik dan mental akan menjadi satu hal yang penting sebelum mendaki ke puncak Gunung Halau-Halau. Tentunya kamu harus berdoa sebelum mendaki gunung ini. Para pendaki juga akan dilarang untuk mendaki gunung ketika ada upacara adat, karena pada waktu ini dipercaya pamali oleh masyarakat.

Baca Juga: Relaksasi Sambil Menikmati Nuansa Danau Pantai Berbatu

Jalur Pendakian

Sumber Gambar: Google Maps @Rein Sugieant

Gunung yang mencapai ketinggian 1.901 mdpl ini tentunya memiliki jalur pendakian yang tidak mudah. Jalur pendakian Gunung Halau-Halau akan dimulai dengan melalui Kampung Kiyu. Lanjut menuju Desa Hinas Kiri, Kecamatan Batang Alai Timur, dan dan terakhir yaitu HST.

Untuk menuju Kampung Kiyu kamu hanya bisa mengendarai sepeda motor, untuk kendaraan mobil hanya akan berhenti di Desa Batu Kembar. Basecamp pendakian gunung ini merupakan balai adat. Sebelum pergi mendaki kamu bisa beristirahat semalam di balai ini. Basecamp ini juga akan menyediakan jasa guide dan porter.

Sumber Gambar: Google Maps @Rein Sugieant

Jalur pendakian awal gunung ini adalah jalur yang landai. Akan ada banyak aliran aliran sungai yang masih sangat jernih ketika kamu melewati jalur ini. Kita bisa mendirikan tenda ketika sampai di Shelter Sungai Karuh. Akan tetapi sebelum sampai di shelter ini, kita harus melewati 3 jembatan gantung. Akan ada banyak spot foto ketika berada di shelter ini, dan juga terdapat aliran aliran sungai yang sangat jernih.

Di perjalanan selanjutnya kamu akan sampai di lokasi sebelum menuju ke puncak Gunung Halau-halau, yaitu lokasi Panyaungan. Jalur yang dilewati untuk sampai ke lokasi ini akan cukup terjal dan dan panjang, serta akan dipenuhi oleh lumut yang sangat tebal. Kemudian jika ingin melanjutkan menuju puncak, tentunya jalur yang dilewati akan semakin terjal tapi jarak yang ditempuh cukup pendek.

Suasana Puncak Gunung Halau-halau

Sumber Gambar: Instagram @visithst

Ketika sudah sampai di puncak gunung. Kamu akan disajikan dengan pemandangan alam yang unik dan hamparan awan yang akan tampak menawan. Akan tetapi ada satu hal yang unik lagi ketika kamu sudah sampai di puncak gunung ini. Yaitu adanya keberadaan sebuah Pohon Kariwaya yang sangat besar.

Pohon ini memiliki bentuk batang yang sangat unik. Dengan adanya lubang di tengah tengah pohon ini, akan menjadikan lubang ini terlihat seperti  gerbang yang besar. Keberadaan pohon ini sangat dikeramatkan oleh Suku Dayak Meratus. Pohon ini dipercaya sebagai tempat tinggal para makhluk astral.

Sesampainya di puncak gunung ini, semua kelelahan yang kamu rasakan saat mendaki tadi akan terbayarkan saat melihat pemandangan dan warna kehijauan yang menghiasi puncak gunung ini. Kamu juga berkesempatan untuk melihat sunrise dan sunset di puncak gunung ini. Ditambah lagi dengan pemandangan awan tebal yang menggumpal, akan menjadikan kamu seperti berjalan di negeri awan. Bahkan saat malam hari tiba, kamu bisa melihat indahnya lampu lampu perumahan warga dari atas. Lampu perumahan ini akan terlihat seperti taburan bintang bintang di langit.

Cara Ke Lokasi Gunung Halau Halau

Kamu yang ingin mendaki Gunung Halau-Halau dapat memulai perjalan melalui via udara dengan mendarat ke Bandara Syamsudin Noor. Namun jika ingin melalui jalur laut kamu dapat berlabuh ke Pelabuhan Trisakti. Untuk kamu yang tidak ingin memakan banyak waktu di perjalanan kamu dapat memilih via udara, namun jika kamu ingin memilih biaya yang sedikit hemat kamu dapat memilih via laut.

Sesampainya di bandara, kamu dapat menaiki taksi dengan tujuan Tanjung yang melalui Barabai yaitu Hulu Sungai Selatan. Jarak yang ditempuh untuk sampai ke Barabai akan memakan waktu sekitar 3 jam atau lebih. Jika dari Pelabuhan Trisakti kamu harus naik angkutan umum di terminal pal 6 dan melanjutkan angkutan umum dengan jurusan Barabai.

Setelah sampai di Barabai, kamu dapat naik ke angkutan pedesaan menuju ke Desa Batu Kambar. Desa ini menjadi akses masuk ke Kawasan Wisata Desa Hinas Kiri, dan akan memakan waktu sekitar 1 sampai 2 jam. Perlu diingat di desa tersebut, anda harus meminta izin kepada Julak, yaitu emaknya para pendaki di Kalimantan Selatan.

Ikuti terus Wisato.id untuk mendapatkan informasi dan rekomendasi tentang destinasi wisata yang ada di Indonesia.