in

Mengenal Goa Siluman di Sukabumi, Goa Cantik dengan Nama yang Menyeramkan

Source Image: taufik alisandy

Siapa sih yang tidak suka liburan? Semuanya pasti suka dengan kegiatan yang menyenangkan satu ini, apa lagi liburan ke tempat wisata alam. Selain untuk me-refresh otak yang sudah penat, liburan di tempat wisata alam juga bisa kamu gunakan untuk mengagumi keindahan ciptaan Tuhan yang sungguh luar biasa. Sampai saat ini pantai masih menjadi destinasi wisata alam favorit, namun bagi kamu yang sudah bosan dengan itu bisa mencoba berwisata alam ke goa.

Memang, saat pertama kali mendengar kata goa, kesan menyeramkan akan langsung terbersit, namun tidak halnya jika kamu mencoba berkunjung ke Goa Buni Ayu atau Goa Siluman di Sukabumi. Tak seseram namanya, di sana kamu justru akan disuguhkan pemandangan goa yang begitu menawan, lengkap dengan stalagtit dan stalagmitnya.

Asal Usul Nama Goa Buni Ayu

Sumber: Instagram@nabilisi_utuk_6285624073374

Menurut laman Wikipedia, Goa Buni Ayu memiliki arti goa cantik yang tersembunyi, karena kata ‘buni’ berarti tersembunyi dan ‘ayu’ berarti cantik. Ya, sesuai dengan namanya, lokasi goa ini memang tersembunyi di dalam perut bumi dan menghadirkan pemadangan yang sangat cantik. Selain dikenal dengan nama Buni Ayu, warga sekitar juga menyebutnya sebagai Goa Cipicung, karena memang lokasinya yang berada di Cipicung. Ada juga sebutan lain dari goa ini, yaitu Goa Siluman, hal itu didasari pada fakta bahwa goa yang satu ini pernah dijadikan sebagai lokasi syuting film ‘Si Buta dari Goa Hantu’. Jadi jangan salah, goa ini sama sekali bukan sarang siluman atau bahkan monster. Akan tetapi setelah dikelola oleh Perum Perhutani, nama resmi dari goa ini adalah Wana Wisata Goa Buni Ayu.

Kondisi Goa Buni Ayu

Sumber: Instagram@macroptic

Goa Buni Ayu memiliki luas sekitar 10 hektar, dan pertama kali disusuri oleh seorang ahli asal Indonesia beserta Federasi Speologi Perancis bernama George Robert pada tahun 1987 yang lalu. Tidak hanya berdua, mereka juga datang bersama rekan-rekannya. Kemudian mereka menyebutkan bahwa goa ini sangat istimewa, karena tidak hanya memiliki stalagmit dan stalaktit yang menawan, namun juga terdapat Garundam serta beberapa ornament lainnya. Di luar goa, para pengunjung akan dimanjakan dengan pepohonan yang rindang, jadi tak perlu lagi takut akan teriknya sinar matahari.

Cara Menyusuri Goa Buni Ayu

Sumber: Instagram@elazies

Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk menyusuri Goa Buni Ayu, yaitu secara horizontal dan goaminat dengan rute vertikal serta horizontal. Para pengunjung mayoritas akan memilih cara pertama atau secara horizontal untuk menyusuri goa yang satu ini, karena mereka tidak akan menemukan kesulitan yang berarti dan hanya perlu berbekal sepatu boot agar tidak licin saat berjalan di dalam goa. Begitu sampai di dalam goa, kamu akan langsung disuguhi pemandangan alam stalaktit dan stalagmit yang begitu menawan.

Sumber: Instagram@madhinasuryadi

Sementara cara yang kedua akan lebih pas untuk kamu yang menyukai tantangan, karena kamu harus menuruni goa secara vertikal dan melakukan penelusuran dengan durasi selama kurang lebih 4 jam. Perjalanan di dalam Goa Buni Ayu juga sangat bervariatif, dan kamu akan menemukan medan berlumpur, melewati sungai, hingga menemui batu-batuan dengan formasi yang unik.

Rute Menuju Lokasi

Secara administratif Goa Buni Ayu berlokasi di Cipicung, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, sekitar 2 jam perjalanan dari pusat kota. Lokasinya yang berada di sekitar pegunungan membuatmu akan menemukan banyak jalanan berkelok menuju ke Goa Buni Ayu, ditemani dengan rimbunnya pepohonan hijau untuk menyuguhkan pemandangan yang lebih menawan. Para wisatawan juga dituntut untuk lebih berhati-hati, karena masih banyak ditemukan jalanan berlubang menuju ke lokasi. Apabila masih bingung dengan lokasi Goa Buni Ayu, kamu bisa memanfaatkan Google Maps, karena lokasi goa juga sudah terdaftar di aplikasi milik raksasa Google tersebut.

Harga Tiket Masuk

Untuk memasuki area goa, para pengunjung hanya dikenakan biaya sebesar 5 ribu rupiah. Sementara bagi para pengunjung yang ingin menyusuri goa secara horizontal, mereka dikenakan biaya tambahan sebesar 20 ribu rupiah dan 150 ribu rupiah bagi mereka yang ingin menyusuri goa secara vertikal, termasuk lengkap dengan peralatan penunjang lainnya.